Di rumah, luka ringan bisa terjadi kapan saja dan dialami siapa saja. Anak yang berlarian di depan rumah saat bermain bisa terjatuh membuat lututnya lecet, Mama bisa tanpa sengaja teriris pisau saat mengiris sayur, atau ayah yang sedang memperbaiki perabot terkena paku di jari.
Luka-luka ringan seperti ini memang sering dianggap sepele, padahal jika tidak dirawat dengan benar, bisa menimbulkan infeksi dan membuat proses penyembuhan luka jadi lebih lama. Salah satu langkah paling penting adalah memilih plester untuk luka ringan dengan tepat. Tidak bisa dipungkiri sampai saat ini masih banyak mitos yang beredar soal penangan luka ringan. Banyak orang juga masih mengira semua plester sama saja, padahal beda luka, beda plester untuk perlindungannya.
Edukasi dari Kampanye “Beda Luka, Beda Plester” untuk Luka Ringan
Kesadaran inilah yang mendorong Essity Indonesia, perusahaan global di bidang kesehatan dan kebersihan dengan misi Breaking Barriers to Well-being, meluncurkan kampanye edukatif “Beda Luka, Beda Plester.” Kampanye ini bertujuan mengajak masyarakat Indonesia untuk memahami bahwa setiap luka memiliki karakter dan kebutuhan plester yang berbeda, termasuk luka ringan.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Essity juga memperkenalkan Leukoplast Red First Aid, plester luka inovatif berstandar medis atau medical grade yang dirancang khusus untuk perawatan luka ringan di rumah.
“Melalui kampanye Beda Luka Beda Plester, kami ingin mengajak masyarakat lebih sadar pentingnya perawatan luka yang benar dan aman sesuai standar medis, namun bisa dilakukan sendiri di rumah. Untuk itu kami hadirkan Leukoplast Red First Aid, solusi perawatan luka ringan yang memberikan perlindungan komprehensif dan terpercaya bagi setiap keluarga,” ujar Joice Simanjuntak, Head of Marketing Essity for Central & East Asia.

Faktanya, meski terlhat sepele perawatan lukaringan sering kali masih diabaikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap perawatan luka masih tergolong sedang hingga rendah. Padahal, pengetahuan dasar tentang cara membersihkan dan melindungi luka dapat mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut bahwa perawatan luka adalah isu kesehatan global, menekankan pentingnya pendekatan yang berpusat pada pasien dan kolaborasi lintas profesi medis. Dalam hal ini dr. Heri Setyanto, Sp.B., FINACS, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI), juga mengutarakan hal serupa bahwa banyak masyarakat masih salah kaprah dalam merawat luka.
Di awal, dr. Heri Setyanto menjelaskan bahwa luka bisa diartikan sebagai terputusnya kontinuitas kulit dan jaringan akibar dedera, rusak atau pembedahan. Luka sendiri ada berbagai jenis, mulai dari luka memerlukan waktu penyembuhan yang cukup lama seperti luka akut, luka kronis. Kemudian luka yang dilihat dari tingkat kedalaman seperti luka ringan dan luka dalam, dan terakhir adalah luka yang disebabkan sayatan, pembedahan dan luka bakar.
“Masih banyak orang menggunakan plester yang tidak sesuai dengan jenis luka, sehingga proses penyembuhan jadi lebih lama dan risiko infeksi malah bisa meningkat. Ada juga anggapan bahwa luka sebaiknya dibiarkan terbuka agar cepat kering, padahal secara medis luka yang ditutup dengan plester yang tepat justru sembuh lebih cepat dan lebih bersih,” jelas dr. Heri.
Ia menambahkan, rendahnya literasi masyarakat tentang perawatan luka dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi kesehatan dan minimnya kampanye publik yang membahas hal ini. Karena itu, PABI mengapresiasi langkah Essity yang konsisten mengedukasi masyarakat melalui kampanye “Beda Luka, Beda Plester”.
Kenali Jenis Luka Ringan dan Plester yang Tepat
dr. Heri menjelaskan bahwa luka dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal—misalnya terbuka atau tertutup, akut atau kronis, hingga penyebab dan tingkat kedalamannya. Setiap jenis luka memerlukan pendekatan perawatan berbeda.

Berikut panduan sederhana memilih plester sesuai jenis luka ringan sehari-hari:
1. Luka Lecet atau Tergores (Abrasi)
Biasanya terjadi saat anak jatuh atau tergesek permukaan kasar. Luka ini bisa menggunkan plester bernapas (breathable) dengan bantalan lembut yang melindungi dari kotoran dan membantu menjaga kelembapan luka. Apabila luka terjadi di area yang mudah bergerak seperti siku, jari dan lutut, dapat mengunakan plester yang elastis dengan daya rekat tinggi yang tidak mudah lepas saat bergerak.
2. Luka Irisan Kecil (Sayatan)
Luka jenis ini umum terjadi dan dialami kaum ibu pada saat memasak di dapur. Luka jenis ini bisa menggunakan plester tahan air dan fleksibel agar tetap menempel meski sering terkena air.
3. Luka Tusuk Kecil
Misalnya tertusuk duri, jarum atau yang lebih ekstrem luka yang terkena paku. Nah, luka jenis ini cocok untuk menggunakan Plester antibakteri atau dengan bahan antiseptik untuk mencegah infeksi.
Sebagai bagian dari kampanye ini, Essity menghadirkan beberapa varian Leukoplast yang dirancang sesuai kebutuhan berbeda, mulai dari Leukoplast Elastic yang fleksibel dan kuat, ideal untuk area yang sering bergerak seperti jari, siku, atau lutut. Kemudian ada Leukoplast Aqua Pro yang dapat melindungi luka dari air tanpa membuat kulit sekitar lembap berlebihan. Lalu Leukoplast Barrier yang memberikan perlindungan ekstra dari mikroba dan kontaminan luar, cocok untuk aktivitas luar ruangan.
Langkah Sederhana Merawat Luka Ringan di Rumah
- Cuci tangan dan bersihkan luka dengan air mengalir
- Keringkan area sekitar luka dengan lembut
- Hentikan perdarahan dan tutup luka menggunakan plester medical-grade yang sesuai dengan jenis luka
- Ganti plester setiap hari atau ketika sudah lembap/kotor
- Jika luka membengkak atau bernanah, segera konsultasikan ke dokter.
Dengan pemahaman dan produk yang tepat, setiap keluarga bisa melakukan perawatan luka ringan secara aman, higienis, dan efektif di rumah. Ingat ya, beda luka, beda plester.
Hai, salam kenal 🤗, panggil saya Adis. ‘Terlahir’ jadi ibu, menjadi sadar kalau menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup. Meski banyak tantangan, semua tentu bisa dijalani jika ada dukungan dari lingkungan sekitar. #MamaSquads










and then