Memiliki hewan peliharaan memang dapat memberikan sejumlah manfaat, seperti kenyamanan, hingga meningkatkan suasana hati bagi sebagian orang. Dan ternyata ada banyak manfaat memelihara hewan bagi anak di rumah, lho.
Apa saja? Yuk, simak ulasannya di artikel ini ya, MamPap.
Tren Memelihara Hewan di Rumah
Beberapa tahun terakhir, tren memelihara hewan di rumah memang cukup signifikan di segala usia, dari orang tua hingga anak-anak.
Dr. drh. Nuryani Zainuddin, MSi, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian membeberkan fakta tentang peningkatan tren hewan peliharaan ini.
“Dalam 10 tahun, peningkatan terkait dengan populasi pet animal ini meningkat. Covid-19 menjadi pemicu juga kenapa banyak sekali masyarakat Indonesia memasukkan pet animal ke Indonesia. Jadi, (hewan peliharaan) diimpor dari berbagai negara dengan berbagai jenis kucing ras yang bervariasi,” ungkap Dr. Nuryani dalam acara peluncuran rangkaian produk makanan hewan premium Majes di Jakarta.
Ia juga menambahkan, lonjakan ini makin signifikan terasa ketika masa pandemi muncul dan semua orang harus dikarantina. Fenomena ini kian berkembang pesat, dipicu oleh kondisi pandemi kala itu. “Saat Covid, semua orang harus WFH, di mana mereka mencari kesibukan, salah satunya dengan memelihara hewan kesayangan,” tambah Dr. Nuryani.
Manfaat Memelihara Hewan Bagi Anak

Bukan sekadar tren, memelihara kucing, anjing, dan hewan peliharaan keluarga lainnya ternyata juga memberikan banyak manfaat, terutama bagi anak-anak. Berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan anak-anak yang tumbuh bersama hewan peliharaan.
1. Belajar Tentang Tanggung Jawab
Hewan peliharaan memberikan kesempatan bagi anak-anak dari segala usia untuk mulai berlatih dan belajar tentang tanggung jawab. Baik itu anak berusia 2 tahun yang mengisi mangkuk makanan kucing dengan sedikit bantuan dari orang dewasa atau anak berusia 13 tahun yang mengajak anjingnya jalan-jalan setiap hari, tanggung jawab tertentu dapat disesuaikan dengan setiap kelompok usia.
Menurut Sarah Scott, MS, CCLS, Spesialis kehidupan anak Rumah Sakit Anak Colorado, belajar tentang tanggung jawab dengan merawat hewan peliharaan adalah cara yang hebat.
“Begitu melakukan sesuatu untuk hewan, Anda tidak hanya belajar tentang tanggung jawab untuk memberi hewan peliharaan makan, tetapi Anda juga belajar tentang sebab dan akibat — memberi mereka makan, memastikan hewan peliharaan tetap tumbuh dan menjaga hewan peliharaan tetap sehat, seperti ibu atau ayah yang memberi anaknya makan agar anak tetap sehat,” jelasnya, seperti dilansir dari laman Children’s Hospital Colorado.
2. Belajar Tentang Persahabatan
Di masa pertumbuhannya, anak-anak bisa mengalami rasa kesepian. Hewan peliharaan dapat menjadi teman setia untuk mengajarkan dukungan tanpa menghakimi. Setiap kali seorang anak membantu merawat hewan, mereka menumbuhkan tingkat keterikatan dan unsur persahabatan.
3. Mendukung Perkembangan Emosional
Selain membantu mengelola emosi, hewan peliharaan dapat membantu mendorong perkembangan emosional melalui pengembangan empati dan kasih sayang. Memelihara hewan peliharaan di rumah dapat mengajarkan anak-anak sejak usia dini cara membaca bahasa tubuh dan isyarat nonverbal lainnya, serta mengembangkan indra untuk membaca emosi orang lain dan belajar cara merespons.
Selain itu, anak-anak juga dapat belajar cara mengetahui kapan hewan peliharaan ingin didekati, cara terbaik untuk berinteraksi dengan hewan peliharaan tersebut, dan bagaimana menentukan pendekatan yang mungkin berbeda untuk setiap hewan. Keterampilan ini juga dapat membantu anak-anak dalam menjalin hubungan antarmanusia.
Hewan peliharaan juga dapat membantu mengatur emosi. Penelitian telah menunjukkan bahwa membelai anjing, kucing, atau hewan peliharaan secara berirama dapat membantu menurunkan stres dan kecemasan, serta mengatur detak jantung seseorang.
Jika seorang anak merasa kewalahan, MamPap dapat meminta mereka untuk membelai hewan peliharaan mereka secara perlahan untuk membantu anak mengatur emosi.
4. Menjadi Teman Belajar
Hewan peliharaan bisa menjadi teman anak belajar. Anak-anak membelai peliharaannya saat dia belajar membaca, melihat gambar, hingga mengajukan pertanyaan kepada hewan peliharaan (meskipun mereka tahu hewan peliharaan tidak akan menjawabnya).
5. Memberikan Kenyamanan bagi Anak-Anak
Hewan peliharaan juga dapat menjadi sumber kenyamanan. Gail F. Melson, PhD, seorang profesor emeritus studi perkembangan di Universitas Purdue di Indiana melakukan percobaan dengan bertanya kepada sekelompok anak berusia 5 tahun yang memiliki hewan peliharaan. Dr. Melson bertanya tentang apa yang mereka lakukan ketika mereka merasa sedih, marah, takut, atau ketika mereka memiliki rahasia untuk dibagikan. Jawabannya, lebih dari 40% secara spontan menyebutkan bahwa mereka berpaling ke hewan peliharaan mereka.
Anak-anak yang mendapatkan dukungan dari hewan peliharaan dinilai oleh orang tua mereka sebagai anak yang tidak mudah cemas dan menarik diri.
6. Belajar Merawat Makhluk Hidup Lain
Dr. Melson mulai mempelajari dampak hewan peliharaan untuk mengetahui bagaimana manusia mengembangkan kemampuan untuk merawat orang lain.
“Mengasuh bukanlah keahlian yang tiba-tiba muncul di masa dewasa saat kita membutuhkannya. Banyak orang membutuhkan cara untuk berlatih menjadi pengasuh saat mereka masih muda,” ungkapnya.
Ia percaya, merawat hewan peliharaan bisa menjadi sarana belajar pengasuhan yang baik, yang ditanam selama masa kanak-kanak.
Dalam penelitiannya, ia melacak berapa banyak waktu yang dihabiskan anak-anak berusia di atas 3 tahun untuk merawat hewan peliharaan mereka secara aktif dibandingkan dengan merawat atau bahkan bermain dengan saudara mereka.
Selama periode 24 jam, anak-anak yang memiliki hewan peliharaan menghabiskan waktu 10,3 menit untuk merawat. Sedangkan, mereka yang memiliki saudara atau adik tetapi tidak memiliki hewan peliharaan hanya menghabiskan 2,4 menit untuk merawat.
7. Menjaga Kesehatan Anak
Menurut sebuah penelitian lama yang dilakukan oleh Dennis Ownby, MD, seorang dokter anak dan mantan kepala departemen alergi dan imunologi di Medical College of Georgia, di Augusta, memiliki banyak hewan peliharaan sebenarnya menurunkan risiko anak terkena alergi tertentu.
Penelitiannya melacak sekelompok 474 bayi sejak lahir hingga sekitar usia 7 tahun. Ia menemukan bahwa anak-anak yang terpapar dua atau lebih anjing atau kucing saat bayi, lebih kecil kemungkinan berisiko terkena alergi umum dibandingkan anak-anak yang tidak memiliki hewan peliharaan di rumah.
Anak-anak yang memiliki hewan peliharaan juga memiliki lebih sedikit hasil tes kulit positif terhadap alergen dalam ruangan—seperti alergen hewan peliharaan dan tungau debu—dan juga terhadap alergen luar ruangan.
Dan penelitian yang lebih baru, seperti yang dilakukan pada tahun 2018 ini, juga menemukan hubungan antara jumlah hewan peliharaan yang dipaparkan kepada seorang anak pada tahun pertama kehidupannya dengan kejadian penyakit alergi. Dengan kata lain, semakin banyak hewan peliharaan, semakin sedikit kondisi alergi yang mungkin dialami anak tersebut.
8. Hewan Peliharaan Dapat Membangun Harga Diri
Tinjauan pustaka tahun 2017 tentang anak-anak dan hewan peliharaan menemukan bahwa memiliki teman hewan peliharaan dapat membantu anak-anak membangun harga diri. Tinjauan tersebut menemukan bukti adanya hubungan antara kepemilikan hewan peliharaan dan berbagai manfaat kesehatan emosional dari kepemilikan hewan peliharaan di masa kecil; khususnya untuk harga diri dan kesepian.
9. Membangun Ikatan Keluarga
Salah satu manfaat terbesar dari hewan peliharaan yaitu membantu keluarga tumbuh lebih kuat dan lebih dekat.
Hewan peliharaan sering kali menjadi fokus kegiatan yang dilakukan keluarga bersama. Setiap orang mengajak anjing jalan-jalan, merawat dan memberinya makan, atau bermain dengannya. Bahkan, ada manfaat dari sekadar melihat kucing mengejar ekornya atau melihat ikan berenang di akuariumnya.
Tips Aman Memperkenalkan Hewan Peliharaan pada Anak
Saat mengajarkan anak-anak cara memiliki dan merawat hewan, keselamatan dan keamanan harus menjadi hal yang utama. Pertama dan terutama, anak-anak harus belajar cara mendekati hewan dengan aman.
Mengulurkan Tangan
Sarah Scott mengatakan bahwa orang tua perlu membantu mengajarkan anak apa yang harus dilakukan saat mereka mendekati hewan baru, apa saja cara yang bisa kamu lakukan untuk berinteraksi dengan mereka.
Salah satu strategi yang bisa diajarkan adalah mengulurkan tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh hewan tersebut. Karena setiap hewan berbeda, sebaiknya ajari anak Anda untuk memulai dengan hati-hati, agar mereka dapat mengukur apa yang diinginkan atau dibutuhkan hewan tersebut.
Praktik ini menjaga anak-anak dan hewan tetap aman dan memastikan bahwa mereka dapat berinteraksi dengan cara yang saling menghormati.
Menjaga Kebersihan
Cara lain untuk menjaga anak-anak tetap aman saat berinteraksi dengan hewan adalah dengan memastikan mereka menjaga kebersihan tangan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, anak-anak di bawah usia 5 tahun harus menghindari kontak dengan reptil, amfibi, hewan pengerat, dan unggas, seperti anak ayam atau bebek. Hal ini karena anak-anak kecil lebih berisiko akibat kuman yang dibawa hewan-hewan ini, jadi menghindari kontak adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit.
Selain itu, anak-anak dalam rentang usia ini lebih mungkin bereksperimen dengan memasukkan sesuatu ke dalam mulut mereka, yang meningkatkan risiko mereka bersentuhan dengan kotoran hewan atau kuman lainnya. Untuk menghindari kesalahan ini, selalu awasi anak-anak Anda saat mereka berada di sekitar hewan.
Persiapan adalah Kuncinya
Jika MamPap mempertimbangkan untuk menambah hewan peliharaan baru ke dalam keluarga, persiapan adalah kuncinya. Pastikan ruang tempat tinggal Anda dilengkapi dengan perlengkapan yang akan Anda butuhkan sebelum membawa hewan peliharaan baru ke rumah, termasuk makanan, mangkuk, tali kekang, kalung, dan kandang, serta mainan, camilan, dan produk lain untuk berinteraksi secara aktif dengan hewan peliharaan Anda.
Persiapan lain juga termasuk menyisihkan waktu untuk merawat hewan peliharaan baru Anda atau untuk fokus pada pelatihan yang dibutuhkan, seperti pelatihan pispot untuk anjing.
Merawat hewan peliharaan menawarkan potensi luar biasa untuk anak-anak. Tetap perhatikan keselamatan dan kesehatan si kecil selama membantunya merawat hewan peliharaannya. Semoga bermanfaat, MamPap.
Content Writer Parentsquads










and then