Bisa Jadi Tanda Penyakit, Ini 9 Penyebab Bau Mulut pada Anak dan Cara Menanganinya

penyebab bau mulut pada anak
Foto: PercyAlban/Getty Images Signature

Bau mulut atau halitosis pada anak harus menjadi concern orang tua karena sebagian besar aktivitas bakteri terjadi di mulut, hidung, atau gigi. Penyebab bau mulut pada anak, terutama balita dapat mengindikasikan kebersihan gigi yang buruk atau menandakan penyakit tertentu.

Simak ulasan penyebab bau mulut pada anak balita dan cara mengobatinya secara alami, dalam artikel berikut ya, MamPap. 

9 Penyebab Bau Mulut pada Balita

penyebab bau mulut pada anak, kesehatan anak
Foto: Teerasak Ainkeaw

Bau mulut bisa menjadi masalah umum pada anak. Selain itu, kondisi ini juga bisa menandakan beberapa kondisi medis, lho. Agar bisa ditangani dengan baik, cari tahu penyebabnya yuk! 

1. Mulut kering

Mulut kering yang dapat disebabkan oleh dehidrasi, pengobatan, atau kondisi lain yang mendasarinya, dapat menyebabkan bau mulut pada anak-anak. 

Read More

Selain itu, bisa juga ketika si kecil bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat, maka hal itu kemungkinan akan mengganggu bakteri mulut dan menyebabkan bau mulut. Hal ini memicu pertumbuhan bakteri anaerobik oral, lendir berlebihan di tenggorokan, kekurangan oksigen hingga air liur. Semua kondisi ini menyebabkan ekskresi senyawa berbau busuk yang disebut senyawa sulfur volatil dari bakteri.

Kebiasaan balita lainnya seperti mengisap jempoljuga dapat membuat mulut si kecil kering, sehingga meningkatkan pertumbuhan bakteri.

2. Kebersihan Mulut dan Perawatan Gigi yang Buruk

Kebersihan mulut yang buruk dan sisa makanan di mulut dalam waktu lama dapat menyebabkan bau mulut. Bakteri mulut bereaksi dengan partikel makanan yang tersangkut di sela-sela gigi, tertinggal di belakang lidah, atau di permukaan amandel.

3. Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat dapat membuat si kecil bernapas melalui mulut dan mengalami bau mulut.

4. Perawatan Gigi yang Buruk

Perawatan gigi yang buruk seperti abses gigi, penumpukan karang gigi, atau gigi berlubang dapat menyebabkan bau mulut.

5. Makanan yang Menyengat

Mengonsumsi makanan yang menyengat seperti bawang, bawang putih, atau keju, dapat menyebabkan bau mulut sementara akibat refluks asam.

6. Kesehatan yang Buruk

Anak yang sedang menderita penyakit seperti radang amandel, sinusitis, gastroesophageal reflux (GERD), atau alergi musiman dapat mengalami bau mulut. Kondisi seperti radang gusi, sariawan (pada bayi dan anak-anak), dan sinusitis akut pada balita dapat menyebabkan lidah berwarna putih dan bau mulut. Selain itu, gingivostomatitis adalah kondisi lain yang menyebabkan balita mengalami sakit mulut, gusi merah, dan bau mulut.

Meskipun jarang terjadi, infeksi yang disebabkan oleh helicobacter pylorii juga dapat menyebabkan bau mulut.

7. Obat-obatan

Terkadang, mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan bau mulut pada balita. Proses pemecahan bahan kimia dalam obat-obatan dapat menyebabkan bau mulut.

8. Bangun Tidur

Bau mulut setelah tidur merupakan fenomena umum. Hal ini terjadi karena air liur bekerja secara aktif saat balita terjaga, untuk menjaga mulut tetap bersih dan segar. Namu saat tidur, air liur tidak diproduksi dan otot-otot mulut berhenti bekerja. Bakteri mulai menumpuk, hal itulah yang menyebabkan bau mulut.

9. Lapisan Lidah

Jika melihat lapisan putih tebal atau lapisan tipis pada sebagian atau seluruh permukaan atas lidah si kecil, mungkin itu adalah lidah putih. Lapisan putih dapat terbentuk ketika kuman dan partikel makanan tersangkut di antara benjolan kecil pada permukaan lidah, yang dikenal sebagai papila. Struktur papila yang menonjol menciptakan area permukaan yang luas untuk penumpukan kotoran di dalam mulut, yang dapat mengakibatkan pembengkakan dan peradangan pada papila. Penumpukan ini sering kali dikaitkan dengan bau mulut dan dapat meninggalkan rasa tidak enak di mulut.

Pengobatan Alami untuk Menghilangkan Bau Mulut pada Anak Balita

penyebab bau mulut pada anak, bau mulut anak
Foto: Odua Images

Kesehatan mulut adalah kuncinya. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah menghasilkan lebih banyak air liur dan mengurangi pertumbuhan bakteri. Lakukan langkah-langkah berikut untuk mengatasi bau mulut pada balita Anda:

  1. Pastikan anak membersihkan gigi dengan baik untuk melawan kuman dan bakteri yang tertinggal dalam mulut. Tunjukkan cara menyikat gigi yang benar, dengan fokus pada gerakan lembut menggunakan sikat gigi berbulu lembut. Dorong anak untuk menyikat gigi setidaknya selama dua menit, dua kali sehari. Selain itu, menyikat gigi setelah makan akan menghilangkan makanan yang tersangkut di gigi dan mencegah pembusukan.
  2. Jaga kebersihan lidah anak. Anda bisa menggunakan pembersih lidah yang lembut khusus untuk anak balita.
  3. Minumlah lebih banyak air untuk meningkatkan produksi air liur.
  4. Gunakan pasta gigi yang tidak abrasif untuk mencegah pembusukan gigi. 
  5. Gunakan benang gigi untuk membersihkan gigi si kecil setiap hari untuk menghilangkan partikel makanan penyebab bau dari gigi.
  6. Untuk membersihkan kotoran dan plak secara efektif, gunakan sikat gigi baru setiap tiga bulan.
  7. Cuci tangan balita secara teratur menggunakan sabun.
  8. Jika anak terbiasa mengisap jari, cucilah mainan dan benda lainnya secara teratur.
  9. Sterilkan dotnya, jika balita Anda masih menggunakannya.
  10. Kunjungi dokter gigi setelah anak berusia di atas 12 bulan. Pemeriksaan gigi secara teratur dapat membantu mencegah bau mulut yang berhubungan dengan kebersihan mulut.
  11. Jangan gunakan obat kumur untuk balita. Si kecil mungkin masih kesulitan meludah dan berkumur. Selain itu, banyak jenis obat kumur yang mengandung alkohol, dan dapat memperburuk bau mulut dengan membuat mulut kering. 

Namun, MamPap dapat berkonsultasi dengan dokter gigi jika ada obat kumur khusus yang dapat digunakan untuk balita secara medis.

Kapan Harus ke Dokter?

MamPap harus membawa si kecil untuk memeriksa gigi secara teratur agar giginya tetap bersih dan sehat. Jika anak Anda terus-menerus mengalami bau mulut, segera konsultasikan dengan dokter gigi. Perawatan mulut dan gigi yang baik idealnya dapat menyembuhkan masalah bau mulut.

Jika halitosis atau bau mulut pada balita berlanjut bahkan setelah mulut dinyatakan sehat, si kecil mungkin harus menjalani tes tambahan untuk mendiagnosis penyebab yang mendasarinya. Balita mungkin menderita masalah bau mulut tidak hanya karena perawatan mulut yang buruk, tetapi juga karena beberapa penyakit. Jika Anda mencium bau yang tidak biasa atau menyengat, segera kunjungi dokter ya, MamPap. Semoga informasi ini bermanfaat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six × 1 =