Kemampuan sosial anak balita berkembang pesat sejak usia dini, dimulai dari cara mereka bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya. Masa ini menjadi fondasi penting bagi anak untuk memahami hubungan, empati, dan kerja sama.
Mengapa Keterampilan Sosial Penting?
Keterampilan sosial sangat penting dalam memungkinkan seseorang untuk memiliki dan mempertahankan interaksi positif dengan orang lain. Mempelajari keterampilan sosial dan emosional dapat membantu anak-anak memahami orang lain dan mengembangkan suatu hubungan.
Namun, interaksi sosial tidak selalu berjalan mulus dan seseorang perlu mampu menerapkan strategi yang tepat, seperti resolusi konflik ketika kesulitan muncul dalam interaksi. Penting juga bagi si kecil untuk memiliki empati, yaitu kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain dan mengenali perasaan mereka, karena hal ini memungkinkan mereka untuk merespons perasaan orang lain dengan penuh pengertian dan kepedulian.
Kemampuan yang Diperlukan untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial
- Perhatian dan konsentrasi: Anak harus bisa melakukan aktivitas tanpa gangguan, dan mampu mempertahankan upaya tersebut cukup lama untuk menyelesaikan tugas.
- Bahasa reseptif (pemahaman): Pemahaman bahasa.
- Bahasa ekspresif (penggunaan): Penggunaan bahasa melalui ucapan, isyarat, atau bentuk komunikasi alternatif untuk mengomunikasikan keinginan, kebutuhan, pikiran, dan gagasan.
- Keterampilan bermain: Keterlibatan sukarela dalam aktivitas yang dimotivasi diri sendiri, yang biasanya dikaitkan dengan kesenangan.
- Keterampilan pra-bahasa: Cara berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata dan mencakup hal-hal seperti gestur, ekspresi wajah, imitasi, perhatian bersama, dan kontak mata.
- Pengaturan diri: Kemampuan untuk memperoleh, mempertahankan, dan mengubah emosi, perilaku, perhatian, serta tingkat aktivitas seseorang yang sesuai untuk suatu tugas atau situasi dengan cara yang dapat diterima secara sosial.
- Fungsi eksekutif: Keterampilan penalaran dan berpikir tingkat tinggi.
- Perencanaan dan pengurutan: Pelaksanaan tugas atau aktivitas multi-langkah yang berurutan untuk mencapai hasil yang terdefinisi dengan baik.
Kemampuan Sosial Anak yang Perlu Dimiliki

Berikut beberapa kemampuan sosial yang idealnya mulai muncul dan perlu dilatih pada anak balita, antara lain:
1. Kemampuan Berbagi
Sharing atau berbagi adalah bagian penting dari interaksi sosial sehari-hari. Meski penting, ini bukan berarti mudah dilakukan ya, MamPap. Berbagi adalah konsep yang sulit dipahami anak-anak.
Balita, anak prasekolah, dan anak TK mengalami masa-masa sulit, karena mereka lebih fokus pada kebutuhan dan keinginan mereka sendiri daripada kebutuhan dan keinginan orang lain. Hal ini wajar. Perasaan bahwa sesuatu “milik” mereka biasanya jauh lebih kuat daripada keinginan mereka untuk menyenangkan orang lain.
Meskipun sulit untuk berbagi, kemampuan ini sangat penting bagi perkembangan keterampilan sosial anak, karena membantu mereka menjaga dan mengembangkan pertemanan. Berbagi juga merupakan cara yang baik untuk mempererat hubungan dan menunjukkan penghargaan.
2. Mendengarkan
Mendengarkan secara aktif adalah keterampilan penting yang bahkan sulit dilakukan oleh beberapa orang dewasa. Memahami dan menyerap informasi dengan tepat membutuhkan fokus yang signifikan.
Kita semua tahu hal ini bisa menjadi tantangan bagi anak-anak, tetapi mendengarkan secara aktif dapat memperkuat kemampuan si kecil untuk memahami bahasa lisan.
Seiring perkembangan keterampilan sosialnya, anak Anda akan menyadari betapa pentingnya mendengarkan secara aktif ketika orang lain berbicara. Memerhatikan apa yang dikatakan seseorang dan menanggapi pernyataan atau pertanyaan mereka secara langsung merupakan bagian penting dari komunikasi yang sehat.
3. Mengikuti Arahan
Hal kedua terpenting setelah keterampilan mendengarkan adalah menjalankan instruksi yang didengar anak, alias mengikuti arahan. Mengikuti arahan menjadi sangat penting saat anak memasuki usia sekolah.
Mengikuti arahan orang tua di rumah di mana mereka merasa nyaman, dengan mengikuti arahan dari figur otoritas orang dewasa yang mungkin tidak mereka kenal dengan baik adalah tugas yang sama sekali berbeda.
Anak akan belajar bagaimana mendengarkan dan mengikuti arahan saling tumpang tindih. Jika mereka mendengarkan dengan baik, akan lebih mudah bagi mereka untuk mengikuti arahan dengan akurat.
Namun, perlu diingat bahwa arahan yang bertahap cukup menantang bagi anak-anak kecil. Untuk membantu mereka mengembangkan kemampuan mengikuti arahan, berikan mereka satu arahan pada satu waktu.
4. Kolaborasi dan Kerja Sama
Dengan keterampilan kolaborasi dan kerja sama yang baik, anak-anak akan belajar bahwa bekerja dalam kelompok memberi mereka kesempatan untuk mengekspresikan ide-ide mereka dan mendengarkan ide-ide orang lain. Hal ini memungkinkan mereka melihat bahwa mengerjakan proyek bersama itu menyenangkan.
Hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi anak kecil, kerja sama seringkali membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh. Mereka membutuhkan waktu untuk belajar menghargai pendapat orang lain, meskipun berbeda pendapat.
Dengan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan berbagi mereka untuk mengintegrasikan tugas-tugas intelektual dan fisik, seperti misalnya saat si kecil membersihkan meja makan bersama kakaknya.
5. Kesabaran dan Menunggu Giliran
Ini adalah skill sosial yang krusial. Anak belajar bahwa setiap orang memiliki waktu dan kesempatan, baik dalam permainan maupun percakapan.
Kesabaran adalah kemampuan positif yang diperlukan di sini, tetapi tidak mudah untuk diperoleh anak-anak. Wajar bagi anak kecil untuk tidak sabar.
Namun, kesabaran dan kemampuan untuk menunggu giliran sangat penting untuk banyak hal, termasuk menjaga hubungan dan mencapai tujuan besar yang hanya dapat dicapai dalam jangka waktu. Di sinilah konsep kepuasan yang tertunda berperan.
Ketika MamPap membantu si kecil untuk memahami bahwa hal-hal baik seringkali membutuhkan waktu, Anda menumbuhkan mereka menjadi pribadi yang sabar.
6. Empati
Empati berarti kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Anak akan belajar menghargai persamaan dan perbedaan antara kehidupan mereka dan kehidupan orang-orang yang mereka temui.
Misalnya, ketika suatu saat si kecil melihat teman atau saudaranya menangis, lalu ia mungkin akan mengekspresikan kepeduliannya seperti memeluk atau menawarkan mainan.
Namun, rasa empati ini tentu tidak muncul dalam semalam ya, MamPap. Empati berkembang seiring waktu dan dalam berbagai kondisi. Cara mudah untuk mendorong perkembangan empati anak adalah dengan menunjukkannya dalam tindakan. Ketika Anda sering menunjukkan kasih sayang kepada anak Anda, mereka akan belajar bagaimana memberikannya kembali.
7. Menghormati Batasan
Beberapa orang membutuhkan batasan emosional dan fisik yang berbeda dari anak Anda.
Ini bisa menjadi konsep yang sangat sulit dipelajari, terutama bagi anak-anak kecil yang menerima sebagian besar sosialisasi mereka dari dalam rumah.
Seperti yang dialami seorang anak ekstrovert yang cenderung menjadi pusat perhatian di rumahnya. Ia mungkin berasumsi semua orang baik-baik saja dengan pelukan, banyak pertanyaan, atau banyak obrolan dengan orang lain. Dalam beberapa kondisi, ia mungkin secara tidak sengaja melewati batas dengan maksud untuk bersikap ramah.
Jika itu terjadi juga pada anak MamPap, ajari si kecil cara meminta izin dan mengidentifikasi batasan untuk membantu mereka membangun rasa hormat antara diri mereka sendiri dan orang lain. Hal yang sama berlaku untuk membantu mereka menetapkan batasan untuk diri mereka sendiri. Beri tahu anak Anda bahwa tidak apa-apa untuk mengatakan tidak pada pelukan, cium, atau ungkapan kasih sayang lainnya dari seseorang, jika mereka merasa tidak nyaman.
Ketika mereka menjelaskan batasan mereka dengan jelas dan meminta orang lain untuk melakukan hal yang sama, itu akan membuat kedua belah pihak merasa jauh lebih nyaman.
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak?
- Bermainlah bersama anak untuk membantunya mengembangkan perhatian, saling bergantian, minat bersama, kerja sama, dan permainan yang tepat dengan mainan.
- Bantu anak memahami dan menunjukkan emosi mereka sendiri serta mengenali emosi tersebut pada orang lain.
- Bantu anak memahami dan mengenali perasaan orang lain dalam situasi tertentu.
- Bergiliranlah menggelindingkan mobil-mobilan atau bola bolak-balik. Bicarakan tentang apa yang Anda lakukan saat bermain aktivitas berbagi bersama.
- Mainkan permainan dengan balita, seperti bergiliran melompat dari anak tangga paling bawah, menendang bola, atau meniup gelembung. Bergiliran sangat penting untuk keterampilan sosial yang baik.
- Ajak balita bercerita sederhana. Balita pun dapat berbagi cerita, meskipun Anda tidak mengerti kata-kata yang ingin ia ucapkan. Hal ini menyenangkan dan membangun keterampilan komunikasi dan bahasa sejak dini.
- Bergantianlah dalam mengoper mainan. Sebutkan nama mainan saat Anda mengopernya. Tambahkan kata “tolong” dan “terima kasih” saat Anda mengopernya.
Untuk mempelajari kemampuan sosial anak balita ini membutuhkan waktu dan latihan. Kemampuan ini berkembang melalui interaksi sederhana yang konsisten. Dengan bimbingan, contoh yang baik, dan lingkungan yang mendukung, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mampu berempati dan beradaptasi di berbagai lingkungan dan situasi sosial.
Content Writer Parentsquads










and then