Sebagai orang tua, kita pasti pernah merasakan dilema setiap kali menggunakan popok sekali pakai (pospak). Di satu sisi, pospak sangat membantu aktivitas sehari-hari karena mempermudah hidup ibu dalam merawat si Kecil. Tapi di sisi lain, kita sadar betul bahwa sampah popok termasuk limbah residu yang sulit diolah dan jumlahnya tidak sedikit.
Adalah wajar jika kekhawatiran ini dirasakan, apalagi sekarang semakin banyak orang tua yang makin peduli terhadap lingkungan dan kian selektif dalam memilih produk pospak yang digunakan. Termasuk memilih popok sekali pakai yang digunakan si Kecil.
Nah, kabar baiknya, kekhawatiran terkait limbah pospak ini pelan-pelan bisa berkurang. Hal ini karena MERRIES, sebagai salah satu merek popok bayi unggulan di Indonesia, menghadirkan inovasi yang benar-benar beda dan bermanfaat, bukan hanya untuk bayi dan orang tua, tapi juga untuk bumi.

Inovasi Terbaru MERRIES Senyumkan Lingkungan
Sejak 2019, MERRIES menjalankan program keberlanjutan bernama Merries Senyumkan Lingkungan (MSL). Program ini awalnya fokus mengubah popok bekas pakai menjadi berbagai barang bermanfaat, mulai dari pot tanaman, media tanam dari gel popok, bahkan tote bag dan meja lipat dari kemasannya. Keren, kan?
Program ini dibuat karena MERRIES percaya bahwa keberlanjutan bukan sekadar tren, tapi gaya hidup yang penting bagi masa depan anak-anak kita. Nah, tahun 2025, pospak yang satu ini kembali melakukan terobosan baru yang bikin takjub, yaitu popok bekas diolah jadi bahan bakar
Gerakan ini juga menggandeng Kertabumi Recycling Center, yang sudah berpengalaman mengolah sampah memakai Teknologi Pirolisis. Teknologi ini mampu mengubah popok bekas pakai menjadi BBM: Bahan Bakar Merries, berupa solar/diesel dan bensin/gasoline.
Mungkin akan terbersit pertanyaan, bagaimana bisa popok bekas bisa jadi bahan bakar? Nyatanya hal ini memang bisa dilakukan dengan teknologi pirolisis memecah material popok di suhu tinggi tanpa oksigen. Hasilnya bukan hanya bahan bakar, tapi juga gas untuk operasional mesin daur ulang dan residu yang bisa dipakai sebagai media tanam untuk urban farming. Jadi, sesuatu yang biasanya dianggap limbah ternyata bisa berubah menjadi energi dan manfaat baru untuk masyarakat.

Launching pilot project teknologi ini dilakukan tepat di Hari Pencegahan Polusi Sedunia, yang dilangsungkan pada 2 Desember 2025. Serah terima mesin pirolisis dilakukan oleh Susilowati, Vice President Marketing PT Kao Indonesia, kepada Santi Novianti, Co-founder Kertabumi Recycling Center. Acara ini juga dihadiri perwakilan pemerintah dan komunitas, termasuk Lurah Pondok Kacang Barat dan PERBAS (Perkumpulan Bank Sampah). Selain peresmian, ada juga edukasi untuk masyarakat tentang bagaimana popok bekas bisa masuk ke ekosistem pengolahan BBM.
Susilowati selaku Vice President Marketing Kao Indonesia mengatakan, “Melalui kegiatan Merries Senyumkan Lingkungan, MERRIES tidak pernah berhenti berinovasi mempersembahkan kualitas terbaik dimulai sejak produk digunakan di kulit bayi hingga produk telah selesai digunakan. Sejak 2019, MERRIES menjadi pelopor popok bayi yang mengedepankan kualitas dan juga mengedukasi Masyarakat tentang bagaimana mengolah popok bekas pakai dan juga pemanfaatannya kembali menjadi benda bernilai guna dimana peran serta dan dan aktif Masyarakat secara langsung menjadi hal yang terpenting dalam keberlangsungan kegiatan ini. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat kepada konsumen MERRIES, Masyarakat dan lingkungan.”
Melibatkan Masyarakat, Dari Rumah Hingga Drop Point
Salah satu hal yang membuat program MERRIES Senyumkan Lingkungan terbaru ini lebih unik adalah keterlibatan aktif masyarakat. Warga dilibatkan mulai dari kegiatan membersihkan popok bekas, mengeringkannya, hingga mengantar ke MERRIES Drop Point di Kertabumi Recycling Center dan beberapa Posyandu yang telah menjadi mitra.
Popok-popok ini kemudian diolah menjadi bahan bakar yang bisa digunakan kembali untuk kebutuhan warga dan Posyandu. Jadi, alurnya benar-benar lengkap dan saling menguntungkan. Untuk selanjutnya, Kertabumi Recycling Center akan mengolah popok bekas pakai yang diterima dari Masyarakat melalui mesin teknologi pirolisis untuk nantinya akan menjadi bahan bakar berupa diesel/solar dan gasoline/bensin yang bermanfaat untuk Masyarakat sekitar dan Posyandu.
Gas untuk kebutuhan operasional mesin daur ulang Kertabumi Recycling Center; serta residu yang dapat dimanfaatkan menjadi media tanam dan urban farming yang dikelola Kertabumi Recycling Center dan Masyarakat sekitar.
Menurut Sri Kusmiati, perwakilan PERBAS, program ini membuka wawasan baru bagi warga, “Selama ini kami pikir popok bekas hanya jadi sampah residu. Ternyata bisa diolah dan bermanfaat kembali.”
Program ini sangat sejalan dengan Kirei Lifestyle Innovation, strategi keberlanjutan Kao Indonesia yang mengajak masyarakat hidup lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Dengan adanya inovasi ini, orang tua bisa sedikit bernapas lega: penggunaan pospak tidak selalu harus berakhir menjadi kekhawatiran. Terutama bila ada produsen seperti MERRIES yang serius mengolah limbah popok menjadi sesuatu yang punya nilai dan manfaat nyata.
Karena pada akhirnya, menjaga bumi adalah bagian dari menjaga masa depan anak-anak kita. Benar bukan, MamPap?
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.









and then