Kasus Rabun Jauh pada Anak Meningkat, Ini 5 Tips untuk Orang Tua

rabun jauh pada anak
Dragon Images

Saat ini, jumlah anak dan remaja dengan rabun jauh (miopia), atau yang dikenal dengan mata minus telah meningkat secara signifikan. Hal ini juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor, yang paling banyak adalah frekuensi penggunaan gadget yang tinggi. Ada beberapa cara menangani mata minus atau rabun jauh pada anak ini. Apa saja?  

Tren Rabun Jauh pada Anak Meningkat

Miopia atau rabun jauh adalah masalah penglihatan umum yang sering dimulai pada anak antara usia 6 dan 14 tahun. Dilansir dalam laman Healthy Children by AAP, Kondisi ini memengaruhi sekitar 5% anak prasekolah, sekitar 9% anak usia sekolah, dan 30% remaja.

Anak-anak lebih mungkin mengalami miopia jika orang tua mereka rabun jauh. Namun, data global juga menunjukkan secara keseluruhan jumlah anak dan remaja dengan rabun jauh meningkat drastis. Para ahli percaya hal ini terjadi akibat penggunaan gadget, pola belajar yang padat, dan kurangnya aktivitas luar ruangan. 

Di Indonesia sendiri, banyak anak sekolah mengalami peningkatan minus dari tahun ke tahun.

Apa Penyebab Rabun Jauh pada Anak?

Miopia terjadi ketika bola mata anak terlalu panjang dari depan ke belakang. Miopia juga dapat berkembang ketika kornea, jendela bening di bagian depan mata, melengkung terlalu tajam. Ketika cahaya masuk ke mata anak, sinarnya jatuh tepat di bawah retina, jaringan peka cahaya di bagian belakang mata. Hal ini membuat objek yang jauh menjadi kabur dan objek yang dekat menjadi jelas. Anak harus berusaha lebih keras untuk fokus melihat objek yang jauh. 

Mata anak-anak belum sepenuhnya berkembang, sehingga rabun jauh pada beberapa kasus adalah normal di masa kanak-kanak. Namun, kebanyakan anak-anak tidak mengalami penglihatan kabur, karena mata mereka seharusnya secara otomatis bisa fokus. 

Seiring pertumbuhan anak-anak, Miopia umumnya memburuk selama masa remaja, kemudian mulai stabil di awal usia 20-an.

Gejala Rabun Jauh yang Dialami Anak

Gejala miopia atau rabun jauh pada anak, meliputi:

  • Keluhan penglihatan kabur, seperti tidak bisa melihat papan tulis di sekolah. 
  • Memicingkan mata untuk mencoba melihat lebih baik. 
  • Sering menggosok atau mengucek mata. 
  • Sering sakit kepala. 

Mendiagnosis Miopia pada Anak

Untuk mendapatkan diagnosis, anak perlu menemui dokter mata atau optometris. Optometris akan melakukan pemeriksaan mata dan meresepkan kacamata serta lensa kontak yang sesuai dengan minus mata. Mereka juga mendiagnosis dan mengobati penyakit mata, serta melakukan operasi mata jika diperlukan.

Cara Mengatasi Rabun Jauh pada Anak

rabun jauh pada anak, lensa kontak

Miopia atau rabun jauh tidak dapat dikembalikan atau disembuhkan, tetapi dapat diobati. Tujuan pengobatan adalah untuk meningkatkan penglihatan anak Anda dan mencegahnya memburuk. Hal ini penting untuk melindungi kesehatan mata mereka di masa mendatang, meskipun mereka masih membutuhkan kacamata atau lensa kontak. 

1. Kacamata

Kacamata untuk miopia dapat digunakan setiap saat atau hanya saat dibutuhkan agar anak harus melihat jauh. Penting untuk memilih bingkai yang pas dan sesuai dengan usia serta aktivitas anak. Misalnya, jika Anda memiliki anak kecil, membeli kacamata dengan tali dapat membantu agar lebih mudah dipakai. Atau jika anak berolahraga, membeli kacamata olahraga akan mencegah kacamata biasa mereka pecah. Ahli kacamata dapat membantu Anda menentukan apa yang mungkin dibutuhkan anak Anda.

2. Lensa Kontak

Lensa kontak merupakan pilihan jika anak menginginkannya. Lensa kontak juga dapat membantu untuk aktivitas tertentu, terutama olahraga. Untuk memakan lensa kontak, anak harus dapat mentoleransi obat tetes mata dengan baik dan menjaga kebersihan mata dengan baik. Lensa kontak perlu dirawat setiap hari untuk mencegah infeksi mata.

Penting untuk selalu memiliki kacamata cadangan, meskipun anak  sering memakai lensa kontak. Jika anak mengalami nyeri atau mata merah saat memakai lensa kontak, segera hubungi dokter mata atau optometrist.

3. Tetes Mata Atropin Dosis Rendah 

Dosis rendah dari jenis tetes mata yang sama yang digunakan untuk melebarkan pupil selama pemeriksaan mata dapat membantu memperlambat miopia pada anak-anak berusia antara 5 dan 18 tahun.

4. Luangkan Lebih Banyak Waktu di Luar Ruangan

Menghabiskan waktu di luar ruangan juga dapat membantu mengelola miopia. Dengan menyeimbangkan waktu layar dengan waktu di luar ruangan jika memungkinkan, Anda dapat membantu membatasi rabun jauh anak Anda dan melindungi penglihatannya seiring pertumbuhannya.

5. Lensa Kontak Khusus

rabun jauh pada anak, lensa kontak vio

Penanganan lainnya, MamPap bisa mencoba ortokeratologi atau Ortho-K. Ortho-K (Orthokeratology) merupakan terapi penglihatan menggunakan lensa kontak khusus yang dipakai pada malam hari saat tidur. Lensa ini bekerja dengan lembut membentuk ulang kornea sehingga ketika bangun tidur, mata dapat melihat jelas sepanjang hari tanpa bantuan kacamata maupun lensa kontak. Pada siang hari, kornea yang dibentuk ulang membantu memfokuskan cahaya dengan tepat pada retina anak untuk memperbaiki penglihatan kabur. 

Berbeda dengan operasi LASIK atau tindakan bedah lainnya, Ortho-K bersifat non-invasif, reversible, dan aman untuk anak-anak maupun remaja. 

Terapi ini telah digunakan secara luas di berbagai negara, dan VIO Optical Clinic menjadi pelopor yang menghadirkannya secara profesional di Indonesia sejak lebih dari satu dekade lalu.

Founder sekaligus dokter optometri VIO Optical Clinic, Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO, FIALVS, menjelaskan, terapi Ortho-K dapat membantu mengontrol progresivitas myopia sehingga minus anak tidak cepat bertambah. “Ortho-K bukan sekadar untuk melihat jelas, tetapi juga bagian dari strategi pencegahan jangka panjang terhadap risiko komplikasi myopia tinggi,” ungkapnya.

Hingga kini, sudah 15.577 pasien merasakan manfaat terapi ini di VIO Optical Clinic. “Dengan hadirnya cabang VIO ke-13 di Pantai Indah Kapuk, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan alternatif bebas kacamata tanpa operasi,” tutur Andri Agus Syah.

Jika MamPap merasa anak mengalami gejala miopia, konsultasikan dengan dokter anak. Dokter dapat melakukan pemeriksaan penglihatan pada anak dan membantu menentukan langkah selanjutnya, jika perlu. Semoga bermanfaat. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

÷ six = one