Well Being Festival Ajak Keluarga untuk Saling Terkoneksi, Sudahkah Kita Lakukan?

well being family

Di tengah aktivitas yang kian padat, banyak keluarga berjuang untuk bisa saling terhubung. Sebagai orang tua, kadang kita terlalu sibuk dengan pekerjaan. Belum lagi urusan rumah, memikirkan keperluan sekolah anak, pada akhirnya lupa bertanya pada diri sendiri, “Apakah keluarga kita benar-benar baik-baik saja, apakah well being family sudah terbangun dengan baik?” Sebab, terkadang yang terlihat di luar baik-baik saja, sebenarnya tidak demikian.

Pada dasarnya, kesejahteraan atau well being keluarga tentu saja bukan cuma soal tubuh yang sehat atau ekonomi yang stabil. Lebih dari itu, well being adalah soal bagaimana setiap anggota keluarga bisa merasa aman, dicintai, dan tumbuh bersama, baik secara fisik, mental, maupun emosional.

Memahami Pentingnya Well Being Family 

Secara sederhana, well being bisa diartikan sebagai kondisi ketika seseorang merasa seimbang antara tubuh, pikiran, dan emosi. Bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi mampu menghadapi setiap tantangan dengan ketenangan dan kesadaran. Dalam konteks keluarga, well being berarti rumah menjadi ruang aman, tempat di mana setiap anggota bisa menjadi dirinya sendiri, saling memahami, dan mendukung satu sama lain.

“Well being ini adalah pondasi utama kita sebagai manusia, apalagi jika kita ngomongin soal keluarga. Karena sistem pertama kita belajar segala hal, termasuk mengenal emosi, relasi, atau cinta tentu dari keluarga dulu,” jelas Ayank Irma, psikolog sekaligus Founder Ruang Tumbuh.

Dengan demikian, ketika well being keluarga tidak terjaga, dampaknya bisa meluas ke banyak hal.

Ayank Irma (dok.Ruang Tumbuh)

“Kalau well being kita nggak terjaga, misalnya komunikasi yang renggang, ini pasti akan berdampak pada semua aspek kehidupan. Termasuk produktivitas, kesehatan mental, bahkan cara anak melihat dunia, itu semua berawal dari apa yang ia alami dan lihat di dalam keluarga,” lanjut psikolog yang akrab disapa dengan panggilan Ayank Irma.

Mengapa Well Being Family Penting

Berangkat dari keyakinan bahwa keluarga adalah pondasi utama kehidupan, Ruang Tumbuh bersama komunitas AdalahKeluarga.id menginisiasi Well Being Family Festival 2025. Acara yang digelar di One Bell Park ini sebagai wujud nyata untuk mengajak keluarga di Indonesia memahami dan mengalami langsung makna well-being, bukan sekadar teori, tetapi lewat interaksi, aktivitas, dan kebersamaan.

“Well-Being Family berujuan untuk mengajak keluarga kembali bisa merayakan kebersamaan keluarga. Sejak Ruang Tumbuh hadir, kami ingin menemani semua orang berproses. Dengan adanya kegiatan Well Being Festival ini, kita ingin keluarga bisa lebih dekat serta merasakan secara langsung, gimana sih well-being itu,” kata Ayank Irma.

well being family

Biar bagaimana pun keluarga adalah tempat pertama kita belajar segala hal, tentang kasih, komunikasi, dan keberanian untuk menjadi diri sendiri. Karena itulah menjaga well being family berarti memastikan setiap anggota punya ruang untuk merasa aman dan didengar. Menariknya, wel being family bukan hanya tentang kebahagiaan sesaat.

“Well-being family ini tidak hanya bagaimana kita bahagia, tetapi bagaimana kita bisa terus-menerus tumbuh bersama, merasa tenang, dan aman,” ujar Ayank.

Sebenarnya untuk mencapai kesejahteraan keluarga tidaklah sulit, semuanya  bisa dimulai dari hal-hal sederhana:

  • Berbincang tanpa distraksi gadget.
  • Tertawa bersama di sela rutinitas.
  • Saling menghargai perbedaan pendapat.
  • Menyediakan waktu untuk istirahat dan koneksi.

“Kesejahteraan keluarga itu dimulai dari yang sederhana dan seimbang dari dalam diri. Ruang Tumbuh ingin semua yang hadir sadar kenapa sih penting banget menjaga keluarga, bukan cuma hadir secara fisik, tapi hadir secara utuh. Sehingga semua anggota keluarga bisa merasa tenang, berkesadaran, dan merasa rumah itu hangat. Konflik tetap ada, tapi sama-sama bisa pulih,” tutur Ayank lagi.

Di Well Beeing Festival ini, keluarga diajak untuk bermain, belajar, dan berinteraksi lewat berbagai kegiatan: mulai dari talkshow inspiratif, kelas keluarga, permainan anak, hingga sesi reflektif bersama psikolog. Semua dirancang agar keluarga bisa “hadir sepenuhnya”  bukan hanya secara fisik, tapi juga secara hati.

Well Being Family, Menjadikan Rumah Tempat Aman untuk Pulang

Ayank Irma menegaskan bahwa rumah yang well being bukan rumah tanpa masalah, melainkan rumah yang bisa menjadi tempat setiap orang untuk berproses dan pulih bersama.

“Yang paling utama, semua anggota keluarga punya rasa aman, nggak takut, nggak khawatir untuk ngomong, berekspresi. Setiap anggota juga punya keseimbangan waktu. Rumah yang well-being itu ada sense of humor juga, ada tawa, saling menghargai, dan tertawa bersama-sama.

Mereka bisa tetap merasakan kesejahteraan keluarga karena well being family itu bukan ditentukan oleh bentuk atau berapa banyak anggota keluarga, tetapi oleh kualitas hubungan di dalamnya. Seperti apa hubungan emosinya, komunikasinya, apakah hadir atau tidak. Kami di Ruang Tumbuh percaya bahwa keluarga itu bukan siapa keluarganya, tapi bagaimana hubungan itu bisa hadir.”

Melalui festival ini, Ruang Tumbuh berharap keluarga bisa kembali sadar, bahwa kesejahteraan tidak perlu dikejar jauh-jauh, karena semuanya dimulai dari rumah. Dari kehangatan, tawa, dan keberanian untuk tumbuh bersama.

Ayank Irma sendiri berharap Well Being Family Festival akan menjadi signature event tahunan Ruang Tumbuh.  Sebuah perayaan yang tidak hanya mengedukasi, tapi juga menghidupkan kembali makna keluarga yang sebenarnya, yaitu tempat di mana setiap orang bisa pulang dan merasa utuh.

Keluarga yang well being-nya  sehat tentu saja akan melahirkan individu yang kuat, sadar diri, dan berempati. Dan ketika setiap keluarga tumbuh dengan keseimbangan dan kasih, masyarakat pun menjadi lebih sehat secara emosional. Karena seperti yang dikatakan Ayank Irma, “Keluarga itu bukan siapa saja anggota keluarganya, tapi bagaimana hubungan itu bisa hadir dan saling.” Maka dari sanalah, kebahagiaan berawal. Dari rumah yang hangat, dari hati yang saling terhubung.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighty five + = ninety four