Urusan memilih sekolah anak memang tidak pernah mudah, ya, Mam Pap. Di awal, tidak jarang orang tua yang merasa was-was saat memikirkan apakah si Kecil akan nyaman, diterima, dan bisa berkembang dengan baik? Apakah pilihan sekolah sudah tepat sesuai dengan kebutuhan dan value keluarga?
Tantangan ini tentu berlipat ganda bagi orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus, di mana menemukan sekolah inklusi yang benar-benar tepat dan suportif sering kali diibartkan layaknya mencari jarum di tumpukan jerami. Apakah sekolah yang sudah dipilih benar-benar memberikan kesempatan anak untuk bertumbuh dengan caranya yang unik, bukan menuntut anak untuk mengikuti cara belajar yang sama?
Pertanyaan inilah yang melandasi lahirnya Wira’s Playroom, sebuah ruang pendidikan inklusif di Kemang, Jakarta Selatan, yang hadir untuk merangkul keberagaman cara belajar anak.
Pendekatan ini sejalan dengan laporan Global Education Monitoring Report 2020 dari UNESCO, yang menunjukkan bahwa pendidikan inklusif yang dirancang dengan baik dapat mendukung pencapaian akademik, perkembangan sosial dan emosional, rasa percaya diri, serta penerimaan anak di lingkungan sekolah. Prinsip utamanya adalah menciptakan sistem pendidikan yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik.
Perjalanan Dua Ibu yang ‘Melahirkan’ Wira’s Playroom

Wira’s Playroom didirikan oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara), yang telah menorehkan jejaknya sebagai entrepreneur dan sociopreneur selama lebih dari satu dekade bersama Reshma Wijaya, pendiri Saraswati Learning Center yang berpengalaman dalam bidang pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Ternyata, ruang belajar yang hangat bagi anak berkebutuhan khusus ini berakar dari pengalaman personal kedua pendirinya sebagai seorang ibu.
Gagasan ini terinspirasi dari pengalaman Sara sebagai ibu dari Wira, putranya yang memiliki Down Syndrome. Perjalanan mendampingi tumbuh kembang Wira membuatnya semakin memahami pentingnya lingkungan pendidikan yang mampu mengenali kebutuhan dan potensi setiap anak.
Sara mengungkapkan, “Ketika semua anak dituntut mengikuti sistem pembelajaran yang sama, mereka yang memiliki kebutuhan berbeda berisiko tidak mendapatkan dukungan yang tepat untuk berkembang. Wira’s Playroom lahir dari sebuah harapan sederhana: agar anak-anak kita tidak harus berjuang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum memahami mereka. Justru lingkungan belajar yang seharusnya mampu disesuaikan dengan kebutuhan anak.”
Sebagai seorang ibu, Sara juga membagikan cerita mendalam tentang pencariannya sekolah yang tepat untuk buah hatinya. “Dari pengalaman saya sebagai seorang ibu, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukan semata-mata menemukan sekolah yang bersedia menerima anak kita, tetapi menemukan tempat yang benar-benar memahami dan mampu mendukung mereka untuk berkembang. Saya ingin Wira memiliki kesempatan untuk belajar dengan bahagia, merasa diterima, dan membangun kepercayaan diri. Saya percaya setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama.”
Play with Purpose: Bermain dengan Tujuan yang Bermakna
Filosofi serupa juga dihidupkan oleh Reshma Wijaya. Perjalanannya bermula bersama Cheryl, putrinya yang memiliki Down Syndrome juga. Reshma meyakini bahwa setiap anak memiliki kemampuan, potensi, dan cara belajar yang unik.
Melalui pendekatan play with purpose, setiap pengalaman bermain dirancang dengan tujuan yang bermakna, memberikan kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi, berkomunikasi, membangun hubungan, mengembangkan kemandirian, serta menemukan kekuatan dalam dirinya. Reshma berbagi pandangannya:
“Perjalanan saya dimulai bersama Cheryl, yang mengajarkan saya bahwa sebuah diagnosis tidak menentukan batas kemampuan dan masa depan seorang anak. Keyakinan inilah yang terus membentuk cara saya memandang pendidikan. Bagi saya, bermain bukanlah sesuatu yang terpisah dari belajar, melainkan salah satu cara paling alami bagi anak untuk memahami dunia dan mengembangkan kemampuannya. Ketika kita memahami bagaimana seorang anak belajar, menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya, dan memberinya kesempatan untuk bereksplorasi, kita membuka pintu bagi berbagai potensi yang mungkin belum terlihat. Inilah filosofi yang menjadi dasar Wira’s Playroom.”
Berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan, Wira’s Playroom hadir sebagai pilihan bagi keluarga yang mencari lingkungan pendidikan dengan dukungan individual dan pendekatan yang memahami perkembangan anak secara menyeluruh. Untuk ke depannya, kedua pendiri berharap pendekatan pendidikan yang dikembangkan dapat terus disempurnakan dan berpotensi diterapkan di wilayah lain di Indonesia.
Hal ini tentu saja berlaku untuk sekolah atau lembaga pendidikan inklusi. Jangan sampai hanya sekadar klaim semata, namun lembaga pendidikan inklusi yang bisa terus memebersamai dan melihat keunikan dan cara belajar yang yang berbeda-besa. Tidak lagi melihat anak bukan dari apa yang kurang pada diri mereka.
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.










and then