Sebagai orang tua, melihat anak bersemangat mengejar prestasi tentu bikin bangga, yah. Tapi, pernah tidak MamPap merasa khawatir saat anak mulai memasuki dunia kompetisi? Takut anak stres karena tekanan, jadi cemas dan belum siap mental saat menghadapi kekalahan.
Sebenarnya wajar sekali kalau muncul perasaan dilema seperti itu. Di satu sisi, kita ingin anak maju; di sisi lain, kita ingin melindungi emosinya. Namun, tahukah MamPap kalau kompetisi sebenarnya bukan melulu tentang piala atau siapa yang berdiri di podium menjadi nomor satu?
Membangun kecerdasan anak memang tidak cukup dengan pemenuhan nutrisi yang seimbang, tapi juga perlu terus distimulasi dengan membekali anak dengan kemampuan literasi dan numerasi yang mumpuni. Misalnya dengan mendorong anak untuk mengikuti ajang kompetisi dan perlombaan.
Saskhya Aulia, M.Psi., Psikolog Anak dan Keluarga, menuturkan, “Kompetisi edukatif yang sesuai usia dan didampingi dengan baik merupakan cara efektif untuk menstimulasi perkembangan kecerdasan anak secara menyeluruh. Dari segi akademik, kompetisi dapat mendorong anak berpikir lebih fokus, strategis, kreatif, kritis, sekaligus meningkatkan motivasi intrinsik untuk terus berkembang.”
Lebih lanjut, Saskhya menjelaskan bahwa kompetisi adalah ‘laboratorium’ emosi untuk anak. “Dari segi emosional, kompetisi membantu anak mengenali dan mengelola perasaan, seperti belajar menghadapi rasa gugup, kecewa, maupun rasa percaya diri atas pencapaian. Sementara secara sosial, anak bisa belajar tentang aturan, sportivitas, dan empati. Terlebih kompetisi berbasis tim, mereka jadi lebih memahami bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada diri sendiri, tetapi juga kolaborasi.”
Belajar Nilai Sportivitas di Panggung Nyata DANCOW Indonesia Cerdas
Melalui pandangan psikolog di atas, kita diingatkan bahwa tugas utama orang tua bukanlah menuntut anak untuk selalu menang, melainkan mendampingi mereka menikmati proses belajar dan menumbuhkan mental tangguh (resilience).
Salah satu wadah nyata yang saat ini sedang menjadi ruang bertumbuh bagi ratusan ribu anak Indonesia adalah ajang DANCOW Indonesia Cerdas Season 2. Memperkuat momentum keberhasilan tahun sebelumnya, Nestlé DANCOW kembali mempersembahkan ajang kompetisi edukatif offline-to-online nasional dan terbesar bagi anak usia Sekolah Dasar ini. Tahun ini, skalanya jauh lebih luas karena melibatkan 192.000 siswa dari 2.168 sekolah di 40 kota dan 15 provinsi se-Indonesia.
Berangkat dari misi Nestlé untuk meningkatkan kualitas kehidupan individu saat ini dan generasi mendatang, program di bawah kampanye #NyataBawaMakna ini berkomitmen memberdayakan anak-anak agar dapat berkembang dengan baik di masa depan.
Kompetisi ini bukan sekadar cerdas cermat biasa, Bunda. Konsepnya dirancang selaras dengan kurikulum nasional dan program prioritas “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, khususnya pilar “Gemar Belajar”.

Program ini juga didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen RI, menyampaikan pesan, “Kita perlu ingat bahwa ‘Education is a slow movement but powerful force’; ia bergerak lambat tapi punya daya dobrak yang hebat, dengan kata lain, pendidikan adalah investasi terbaik dalam membangun masa depan anak-anak dan bangsa. Maka, membantu anak meraih mimpi setinggi-tingginya melalui pendidikan adalah tugas kita bersama, termasuk lewat penyelenggaraan kompetisi seperti ini.”
Ia juga mengingatkan bahwa lewat ajang kompetisi ini, para siswa agar menjadikan pengalaman ini sebagai bagian dari pembentukan karakter yang jujur dan tangguh.
Keseruan Babak Seleksi Provinsi DKI Jakarta & Banten
Keseruan dan sportivitas itu baru saja tergambar nyata dalam babak seleksi tingkat provinsi untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten yang digelar pada Senin, 18 Mei 2026 di Artotel Gelora Senayan. Delapan Sekolah Dasar terpilih saling beradu kemampuan literasi, numerasi, dan pemecahan masalah secara kreatif.
Di tingkat provinsi DKI Jakarta, SDN Cipinang Cempedak 01 Pagi berhasil menempati posisi Juara 1, disusul oleh SDN Rorotan 03 Pagi (Juara 2), SDN Sukabumi Selatan 05 Pagi (Juara 3), dan SDN Pela Mampang 03 Pagi (Juara 4).

Sementara untuk provinsi Banten, seleksi dimenangkan oleh SDN Kunciran 7 Tangerang sebagai Juara 1, diikuti SD Poris Indah (Juara 2), SDS Mutiara Bangsa 1 (Juara 3), dan SDN Kampung Bambu 3 (Juara 4). Nantinya, para pemenang pertama dari masing-masing provinsi ini akan melaju ke babak final pada Juli-Agustus 2026 yang akan ditayangkan dalam bentuk program edutainment di Indosiar dan media digital.
Menariknya, esensi dari kompetisi yang sehat justru tercermin dari penuturan para peserta. Hanin, Khanza, dan Maudy dari SDN Cipinang Cempedak 01 Pagi mengungkapkan bahwa kompetisi ini membuat mereka sadar bahwa belajar itu bisa menjadi aktivitas yang sangat seru. Berkat dukungan guru dan orang tua, mereka termotivasi untuk belajar bukan demi sekadar mengejar nilai di atas kertas, melainkan untuk pemahaman yang lebih mendalam.
Nantinya, juara pertama dari masing-masing provinsi akan melaju ke babak final pada Juli-Agustus 2026, yang akan ditayangkan dalam bentuk program edutainment di Indosiar dan media digital lainnya.
Johanlie Aliffin, Category Marketing Manager DANCOW, berharap ajang ini bisa menjadi wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi hebat mereka dengan dukungan gizi lengkap. “Tidak hanya itu, baik guru maupun orang tua dapat mendorong anak-anak untuk terus berani mengeksplorasi hal baru, aktif bertanya, serta menikmati proses belajar sebagai pengalaman yang menyenangkan,“ tambahnya.
Fajar Dewantara, Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia, menegaskan, “Selama lebih dari 100 tahun, Nestlé DANCOW secara konsisten mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia secara optimal melalui pemberian gizi dan stimulus belajar yang tepat, karena kami percaya pemenuhan gizi yang tepat diimbangi oleh stimulasi akan mendorong anak-anak untuk belajar lebih baik dan tumbuh menjadi individu tangguh yang siap menghadapi tantangan masa depan.”
Hai, salam kenal 🤗, panggil saya Adis. ‘Terlahir’ jadi ibu, menjadi sadar kalau menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup. Meski banyak tantangan, semua tentu bisa dijalani jika ada dukungan dari lingkungan sekitar. #MamaSquads










and then