Pernah nggak, sih, Mama Papa merasa bingung bagaimana cara menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, atau rasa hormat pada si kecil tanpa terdengar seperti sedang menceramahi anak? Di tengah gempuran gadget dan tontonan modern, ada satu cara klasik yang justru paling ampuh, yaitu. mendongeng cerita rakyat nusantara.
Mendongeng bukan lagi sekadar rutinitas pengantar tidur agar anak cepat terlelap. Lebih dari itu, warisan tutur Nusantara ini adalah media parenting yang luar biasa kuat untuk membentuk fondasi karakter anak sejak dini. Semangat inilah yang baru saja digaungkan dalam acara Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan.
Ketika Cerita Rakyat Nusantara Naik Kelas Lewat Sentuhan Digital
Tidak bisa dipungkiri, ya, Indonesia kaya kaya akan cerita rakyat. Mulai dari Timun Mas, Sangkuriang yang jadi asal usul Tangkuban Perahu, Bawang Merh dan Bawang Putih, atau Ande-Ande Lumut. Semua cerita rakyat ini punya pesan bisa jadi wadah menanamkan nilai dan karakter positif pada anak. Untuk itu, dongeng tradisional ini tentu saja jangan sampai terlupakan dan tergeser dengan bebagai trend yang datang dari berbagai negara.
Kabar baiknya, ajang Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 yang berlangsung sejak April hingga Mei lalu membuktikan bahwa cerita rakyat Indonesia masih belum terlupakan. Ada 1.737 karya video mendongeng dari 2.797 peserta di 34 provinsi yang sukses terkumpul!

Cerita ini terkumpul dari berbagai kalangan masyarakat. Ini juga jadi salah satu bukti nyata bahwa anak-anak, remaja, bahkan para orang tua dan pendidik masih sangat mencintai cerita rakyat nusantara. Kuncinya, cerita memang perlu dikemas dengan cara yang adaptif dan menarik.
Melihat antusiasme yang luar biasa ini, pemerintah bahkan siap melangkah lebih jauh dengan meluncurkan gerakan nasional GALA Indonesia Bercerita 2026. Di acara jumpa pers, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa cerita rakyat tidak boleh hanya berhenti sebagai pajangan sejarah atau sekadar warisan masa lalu.
“Melalui cerita rakyat, kita mentransfer nilai-nilai yang baik kepada anak-anak dan generasi muda. Cerita membangun kesadaran budaya sekaligus membentuk karakter,” ujar Fadli Zon saat menghadiri acara puncak di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Fadli Zon juga menambahkan, “Cerita-cerita rakyat itu pasti banyak nilai-nilai yang membawa keteladanan, mentransfer berbagai nilai yang baik kepada anak-anak kita, remaja-remaja kita, sekaligus menghidupkan kesadaran budaya, membentuk jati diri, identitas, dan membangun karakter. Saya kira ketika dewasa kita akan mempunyai satu generasi yang lebih utuh, yang lebih tangguh.”
Mengapa Cerita Rakyat Nusantara Sangat Penting
Sebagai orang tua, kita sering kali membelikan anak-anak buku dongeng internasional. Tidak ada yang salah dengan itu, namun, cerita rakyat nusantara memiliki kedekatan emosional dan budaya yang jauh lebih erat dengan kehidupan sehari-hari anak kita.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa mengapa Mama Papa harus mulai rutin membacakan cerita rakyat di rumah:
Penuh Nilai Keteladanan Tanpa Menggurui
Cerita seperti Keadilan di Tanah Tumapel atau legenda lokal lainnya selalu menyelipkan konsekuensi dari sebuah perbuatan. Anak belajar secara visual dan naratif bahwa kebaikan akan berbuah manis, sementara keserakahan membawa kerugian.
Membentuk Jati Diri dan Jauhkan Anak dari Krisis Identitas
Mengenal asal-usul budaya lewat dongeng membuat anak bangga terhadap tanah airnya. Di era globalisasi, rasa bangga ini akan menjadi ‘jangkar’ agar anak tidak mudah kehilangan arah.
Mengembangkan Daya Imajinasi dan Kecerdasan Bahasa
Berbeda dengan video animasi yang serba instan, mendengarkan dongeng memaksa otak anak bekerja aktif membayangkan rupa tokoh, latar hutan, hingga suara naga dalam cerita.
Tips Memulai “Gerakan Bercerita” di Rumah
Tidak perlu menjadi pendongeng profesional untuk memulai, kita sebagai orang tua bisa mengikuti langkah sederhana berikut ini untuk menghidupkan kembali tradisi lisan di rumah:
1. Manfaatkan Teknologi sebagai Sahabat
Jangan musuhi gadget. Manfaatkan gawai untuk mencari referensi cerita rakyat dari Sabang sampai Merauke yang belum pernah didengar sebelumnya. Mama Papa juga bisa menonton video kreatif para pemenang Gala Cerita Rakyat 2026 bersama anak sebagai inspirasi.
2. Gunakan Intonasi dan Ekspresi Wajah
Saat bercerita, ubah suara Ayah atau Bunda sesuai karakter tokohnya. Buat suara besar untuk raksasa, atau suara lembut untuk sang putri. Kedekatan fisik saat mendongeng juga akan mempererat bonding antara orang tua dan anak.
3. Tutup dengan Diskusi Hangat
Setelah cerita selesai, jangan langsung menyuruh anak tidur. Ajukan pertanyaan pemantik yang santai, misalnya dengan bertanta, “Menurut Kakak, kenapa tadi tokohnya tidak boleh berbohong?” atau “Kalau Kakak jadi dia, apa yang akan Kakak lakukan?” Langkah ini sangat baik untuk melatih pola pikir kritis dan membentuk karakter anak.
Yuk, Mama Papa, kita sambut gerakan nasional ini mulai dari rumah kita sendiri. Mari kita bentuk generasi masa depan Indonesia yang tangguh, cerdas, dan berkarakter mulia lewat keajaiban cerita rakyat Nusantara!
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.

![[Gambar 5] Hydro Coco Hadirkan Semangat Selebrasi dan Kebersamaan Lewat Kampanye “Don’t Stop The Celebration”](https://parentsquads.com/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-5-Hydro-Coco-Hadirkan-Semangat-Selebrasi-dan-Kebersamaan-Lewat-Kampanye-Dont-Stop-The-Celebration-200x112.jpg)







and then