Saat perempuan memasuki masa premenopause, biasanya terjadi perubahan pada siklus menstruasi maupun volume perdarahan. Tak jarang, kondisi ini bisa jadi membingungkan. Sebagian perempuan menganggap perubahan ini sebagai proses normal saat menopause, sementara yang lain mulai bertanya-tanya apakah hal tersebut merupakan tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan.
Memang, ketidakseimbangan hormon pada masa premenopause dapat menyebabkan pola menstruasi menjadi tidak teratur. Namun, yang perlu kita ingat, tidak semua perdarahan dapat dianggap sebagai proses normal menuju menopause. Perdarahan yang berlangsung lebih lama dari biasanya, berjumlah sangat banyak, muncul di luar jadwal haid, atau terjadi setelah menopause perlu mendapat perhatian khusus karena dapat menjadi gejala kanker awal endometrium.
Hal ini dijelaskan oleh dr. Renny Anggia Julianti, Sp. O.G, Subsp. Onk, dari Rumah Sakit Pondok Indah dalam media discussion yang dilaksanakan Selasa (30/6) lalu, “Kanker endometrium itu begitu berdarah masih stadium awal dan biasanya pasiennya itu, kebanyakan di usia premenopause, tapi sekarang mulai agak geser ke usia lebih muda.”
Penyebab dan Gejala Kanker Endometrium

Kanker endometrium saat ini menjadi kanker reproduksi wanita peringkat ketiga di Indonesia setelah kanker serviks dan ovarium. Sel kanker ini berkembang di area lapisan dalam rahim sehingga butuh tata laksana pengambilan sampel jaringan untuk mendapatkan diagnosa salah satunya dengan kuretase.
Seperti yang dipaparkan dr. Renny, kanker endometrium berkaitan dengan adanya tingginya kandungan hormon estrogen di dalam tubuh. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari penggunaan obat yang memicu estrogen, pola hidup yang tidak sehat hingga faktor genetik seperti lynch syndrome.
“Yang sekarang sering itu, overweight atau berat badan berlebih, gaya hidup sedentari dan sindrom metabolik. (Konsumsi) gula dan karbohidrat bisa berefek juga ke hormon perempuan, ketika ia mengalami kenaikan berat badan berpengaruh juga ke siklus haid.”
Ada beberapa gejala kanker endometrium yang bisa muncul pada penderita, yaitu:
- Perdarahan Pascamenopause
- Perubahan menstruasi pada fase premenopause
- Keputihan yang bercampur darah
- Nyeri panggul dan perut bawah
- Sakit saat berhubungan
- Ukuran rahim membesar
- Ada rasa begah atau penuh di perut bawah
Kapan harus ke dokter?
Sayangnya, hingga saat ini tidak ada screening dalam bentuk pencegahan untuk kanker endometrium. Proses pemeriksaan terkait kanker endometrium biasanya dilakukan saat ada gejala yang timbul terutama ketika ada perdarahan abnormal.
“Saat ada perdarahan tidak seperti biasanya, terutama di masa premenopause atau pascamenopause, lebih baik ke obgyn untuk dilihat ada penebalan dan kalau memang ada, dievaluasi perlu dibiopsi untuk dicek atau tidak,” ujar dr. Renny.
Jika terdiagnosa kanker endometrium, maka pilihan terapi yang akan digunakan pada penderitanya yaitu operasi, radiasi dan kemoterapi.
Untuk mencegah risiko kanker endometrium, diperlukan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat terutama menjaga asupan makan terutama gula dan karbohidrat agar tidak berlebih, dan olahraga untuk menjaga berat badan.











and then