10 Larangan Setelah Melahirkan yang Sering Diabaikan

larangan setelah melahirkan
Foto: Sarah Chai from Pexels

Masa setelah melahirkan atau yang sering disebut sebagai trimester keempat adalah masa transisi yang penuh tantangan. Tubuh Mama sedang dalam proses pemulihan, hormon sedang beradaptasi, dan kehidupan sebagai orang tua baru pun dimulai. Selain itu juga ternyata ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan atau larangan setelah melahirkan.

Dalam masa pasca melahirkan ini, penting sekali bagi Mama untuk memahami apa saja hal yang tidak boleh dilakukan setelah melahirkan agar proses pemulihan berjalan optimal dan kesehatan Mama tetap terjaga.

Beberapa Mitos Pasca Melahirkan

Di Indonesia, masih banyak mitos pasca melahirkan yang beredar dari mulut ke mulut. Misalnya, Mama tidak boleh mandi selama seminggu setelah melahirkan agar tidak masuk angin, atau tidak boleh menyisir rambut agar tidak menyebabkan kerontokan. Bahkan ada pula mitos seperti tidak boleh keluar rumah selama 40 hari karena dianggap belum bersih. Padahal, tidak semua mitos ini memiliki dasar medis yang kuat.

Justru, mandi dan menjaga kebersihan tubuh setelah melahirkan sangat disarankan untuk mencegah infeksi, terutama bagi Mama yang mengalami luka jahitan. Mitos-mitos ini sebaiknya dikaji ulang dengan pendekatan medis agar Mama mendapatkan informasi yang tepat dan tidak keliru dalam merawat diri. 

Read More

10 Hal Tidak Boleh Dilakukan atau Larangan Setelah Melahirkan

Berbeda dari mitos, ada beberapa larangan setelah melahirkan yang terdengar sepele tapi sebenarnya penting. Apa saja larangan setelah melahirkan yang perlu Mama ketahui?

1. Jangan Memaksakan Diri

Setelah melahirkan, tubuh Mama mengalami perubahan besar, baik itu melalui persalinan normal maupun operasi caesar. Memaksakan diri untuk langsung kembali ke aktivitas rumah tangga seperti menyapu, mencuci, atau bahkan olahraga berat bisa berbahaya. Hal ini bisa menyebabkan pendarahan berlebih, luka operasi terbuka, hingga gangguan pada otot panggul.

Apa yang bisa dilakukan? Istirahat sebanyak mungkin. Jika memungkinkan, tidurlah saat bayi tidur. Melibatkan pasangan atau keluarga untuk membantu pekerjaan rumah agar Mama bisa fokus pada pemulihan dan bonding dengan bayi.

2. Jangan Abaikan Nutrisi dan Hidrasi

Beberapa Mama ingin cepat langsing setelah melahirkan dan malah melakukan diet ketat. Padahal, tubuh membutuhkan banyak energi dan nutrisi untuk menyusui serta memulihkan jaringan tubuh. Kurangnya nutrisi bisa membuat Mama cepat lelah, sembelit, bahkan menurunnya produksi ASI.

Apa yang bisa dilakukan? Konsumsilah makanan sehat dan seimbang seperti sayur, buah, protein tanpa lemak, serta karbohidrat kompleks. Jangan lupa minum air putih yang cukup, apalagi jika Mama sedang menyusui.

3. Jangan Abaikan Kesehatan Mental

larangan setelah melahirkan, pascapersalinan
Foto: Dashapetrenko Photos

Baby blues sering terjadi dalam beberapa minggu pertama. Tapi jika Mama terus merasa sedih, cemas, bahkan merasa tidak mampu menjadi ibu, bisa jadi itu tanda depresi setelah melahirkan (PPD). Masalah kesehatan mental PPD ini serius dan perlu penanganan segera.

Apa yang bisa dilakukan? Jangan ragu bercerita pada pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan. Jika diperlukan, konsultasi dengan psikolog atau psikiater sangat disarankan. Kesehatan mental Mama adalah pondasi untuk merawat si kecil.

4. Jangan Mengisolasi Diri

Merasa lelah dan sibuk mengurus bayi kadang membuat Mama merasa ingin menyendiri. Tapi terlalu lama mengisolasi diri dapat memperburuk rasa kesepian dan depresi.

Apa yang bisa dilakukan? Tetap terhubung dengan orang lain. Mama bisa bergabung di komunitas online atau offline parenting, ngobrol dengan sahabat, atau mengundang keluarga untuk berkunjung.

5. Jangan Terlalu Menuntut Diri Sendiri

Setiap Mama pasti ingin menjadi ibu terbaik, tapi tekanan untuk selalu sempurna bisa membuat stres. Kenyataannya, setiap perjalanan menjadi orang tua itu unik dan tidak ada yang ideal 100%.

Apa yang bisa dilakukan? Fokus pada hal-hal kecil yang berhasil Mama lakukan hari ini. Tidak apa-apa kalau rumah sedikit berantakan, yang penting bayi dan Mama sehat. Rayakan kemajuan kecil setiap hari.

6. Jangan Buru-Buru Kembali ke Rutinitas

Kembali bekerja atau bersosialisasi terlalu cepat bisa membuat tubuh cepat lelah dan menambah tekanan emosional. Rutinitas lama mungkin tidak lagi cocok dengan kondisi baru pasca melahirkan.

Apa yang bisa dilakukan? Dengarkan sinyal tubuh dan hati Mama. Kembalilah ke rutinitas lama secara bertahap. Jangan sungkan menolak undangan atau tugas pekerjaan jika memang belum siap.

7. Jangan Abaikan Kesehatan Otot Panggul

Setelah melahirkan, terutama secara normal, otot dasar panggul bisa melemah. Jika tidak dirawat, bisa menyebabkan inkontinensia (sulit menahan pipis), nyeri, bahkan turun peranakan.

Apa yang bisa dilakukan? Mama bisa mulai dengan senam kegel secara rutin atau konsultasi ke fisioterapis yang spesialisasi pasca persalinan untuk mendapatkan latihan yang tepat.

8. Jangan Bandingkan Bayi Mama dengan Bayi Lain

Melihat bayi orang lain bisa tidur nyenyak, menyusu lancar, atau cepat tengkurap kadang membuat kita jadi minder. Padahal, perkembangan setiap bayi itu berbeda dan tidak bisa disamakan.

Apa yang bisa dilakukan? Fokus saja pada kebutuhan dan perkembangan bayi Mama sendiri. Jika ada hal yang mengkhawatirkan, konsultasikan dengan dokter anak.

9. Jangan Abaikan Apa Kata Bidan dan Dokter

Kontrol pasca melahirkan itu penting untuk memastikan luka jahitan sembuh, kondisi rahim normal, dan tidak ada komplikasi lain. Sayangnya, banyak Mama yang melewatkan kontrol ini karena sibuk atau merasa tidak perlu.

Apa yang bisa dilakukan? Jadwalkan dan datanglah pada semua pemeriksaan pascamelahirkan. Perhatikan gejala serius seperti pendarahan hebat, nyeri ekstrem, demam, atau keputihan yang tidak normal, dan segera cari bantuan medis.

10. Jangan Lupakan Perawatan Diri

Merawat bayi memang melelahkan, tapi Mama tetap harus menjaga kesehatan dan kebahagiaan diri sendiri. Kalau Mama kelelahan atau stres, efeknya bisa terasa ke seluruh keluarga.

Apa yang bisa dilakukan? Sisihkan waktu khusus setiap hari untuk Mama. Bisa berupa mandi air hangat, mendengarkan musik, membaca buku, atau hanya duduk santai sambil ngopi. Minta pasangan untuk menjaga bayi sebentar agar Mama bisa recharge.

Masa setelah melahirkan memang penuh tantangan, tapi dengan mengetahui dan menghindari hal yang tidak boleh dilakukan atau larangan setelah melahirkan, Mama bisa lebih siap dalam menghadapi hari-hari baru sebagai orang tua. Ingat ya, Ma, kesehatan fisik dan mental adalah fondasi utama dalam merawat si kecil. Jangan ragu minta bantuan dan tetap jaga diri. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen ÷ seventeen =