Ikan bawal (Black Pomfret) dengan nama ilmiah Parastromateus Niger merupakan salah satu ikan untuk ibu hamil yang lezat dengan kandungan nutrisi yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Apa saja manfaat ikan bawal untuk ibu hamil?
Kandungan Nutrisi Ikan Bawal
Hmm, jangan bilang kalau Mama belum pernah mengonsumsi ikan bawal. Ini adalah salah satu jenis ikan yang sangat digemari di Indonesia. Teksturnya ringan, aromanya ‘manis’ dan kaya akan nutrisi.
Kandungan lemak jenuh pada ikan ini sangat tinggi, sama seperti yang terdapat pada produk daging berlemak. Protein ikan bawal juga disebut-sebut berkualitas sangat baik, salah satunya asam amino omega-3.
Dan untuk Anda ketahui, secara umum, tidak hanya ikan bawal, protein dalam satu porsi (4 ons) ikan mampu menyediakan hampir 15 persen dari kebutuhan harian asam lemak omega 3. Itulah mengapa para ahli kesehatan sepakat bahwa, meskipun dalam jumlah kecil, dalam hal ini ikan bawal, dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kualitas protein makanan (asam amino esensial) yang seringkali jumlahnya sangat rendah dalam makanan nabati.
Ini juga yang menjadi alasan American Heart Association (AHA), seperti ditulis di laman Globe Fisheries, merekomendasikan Anda untuk sehari-harinya mengonsumsi ikan bawal.
Selain omega-3, ikan bawal juga kaya akan lemak (salah satu alasan disebut sebagai ‘ikan mentega’), kalsium dan vitamin, seperti vitamin D, A, dan vitamin B –terutama B12. Serta mengandung banyak mineral penting, di antaranya zat besi, seng, iodium, dan selenium.
Dengan melihat karakter dan kandungan nutrisi pada ikan bawal, jelas sudah bahwa siapapun bisa mengonsumsi ikan ini. Jenis ikan ini juga sudah terbukti mudah dicerna oleh orang dari segala usia, tidak terkecuali ibu hamil.
Manfaat Makan Ikan Bawal untuk Ibu Hamil
Cordlife India dan beberapa sumber lainnya menjelaskan manfaat umum mengonsumsi ikan bawal selama kehamilan. Di antaranya:
- Protein dan asam amino pada ikan bawal berguna membantu pertumbuhan janin, serta sel-sel rambut, kulit, dan otot bayi.
- Kandungan DHA dan asam lemak omega–3 dalam ikan bawal untuk ibu hamil berguna meningkatkan otak bayi selama di kandungan.
- DHA dan asam lemak omega–3 juga membantu meningkatkan suasana hati ibu selama dan setelah kehamilan.
- Vitamin B12 penting bagi perkembangan sistem saraf.
- Iodiumnya penting bagi kesehatan kelenjar tiroid.
- Mengonsumsi ikan atau suplemen minyak ikan selama kehamilan tidak hanya menjaga tekanan darah tinggi tapi juga mengurangi risiko serangan jantung, meningkatkan kesehatan kardiovaskular dengan meningkatkan variabilitas detak jantung.
- Konsumsi omega–3 dalam jumlah yang cukup melalui ikan atau berbagai suplemen ikan lainnya dapat menurunkan risiko kelahiran prematur.
- Ikan bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan tulang ibu dan bayi selama kehamilan.
- Mengonsumsi ikan selama kehamilan juga membantu menjaga berat badan ibu tetap stabil.
- Mengonsumsi ikan mengurangi kemungkinan ibu mengalami kanker usus besar atau rektum.
Banyak sekali, kan, manfaatnya!
Apakah Ikan Bawal untuk Ibu Hamil Aman Dikonsumsi?

Pada laman Parenting Firstcry, Ahli Nutrisi dr. Minal Acharya menjelaskan bahwa ikan bawal untuk ibu hamil sangat aman dikonsumsi. “Produk ini memang mengandung merkuri, tetapi kadarnya masih dalam batas aman dan diizinkan untuk dikonsumsi. Jadi, Anda boleh mengonsumsinya bahkan saat sedang hamil,” terang dr. Minal menjawab pertanyaan salah seorang netizen di laman tersebut.
Dijelaskan laman Food Authority, semua ikan laut mengandung sejumlah metil-merkuri, tapi ada sebagian besar yang kadar merkurinya sangat rendah. Dan untuk Anda ketahui, kandungan merkuri tersebut tidak dapat berkurang melalui teknik pemrosesan seperti pengalengan, pembekuan, atau pemasakan. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih jenis ikan laut untuk dikonsumsi.
Selain ikan bawal, untuk ibu hamil, jenis ikan laut yang level merkurinya sangat rendah, tinggi asam lemak omega-3 dan aman dikonsumsi adalah makarel, salmon Atlantik, salmon/tuna kalengan (oil), haring, sarden.
Selain jenis ikan-ikan di atas, makanan laut yang aman dikonsumsi adalah semua jenis udang, lobster, cumi-cumi dan gurita, kakap merah, trout, kuwe, teri, dan belanak. Ikan-ikan ini dapat dimakan lebih sering, seperti 2-3 kali per minggu –sesuai dengan rekomendasi FDA (Food and Drug Administration) dan EPA (Environmental Protection Agency).
Yang Perlu Diperhatikan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi ikan bawal, yakni:
- Bila sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan, hindari mengonsumsi ikan ini bersamaan dengan minum susu. Saat dikonsumsi bersamaan susu ikan jadi butuh waktu lebih lama untuk dicerna –ini juga berlaku pada anak-anak hingga usia 6 tahun.
- Bila Anda pecinta hidangan laut dan khawatir tentang kadar merkuri pada tubuh, berkonsultasilah dengan dokter dan minta untuk melakukan tes darah dan/atau urine.
Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai ikan bawal untuk ibu hamil. Bijaklah dalam memilih makanan, terutama ikan, untuk dikonsumsi sehari-hari selama kehamilan dan tetaplah sehat!











and then