Jangan Anggap Remeh, Perubahan Mood Ekstrem Bisa Jadi Gejala Awal Bipolar Disorder pada Remaja

gejala awal bipolar disorder pada remaja

Ketika mendengar tentang “gangguan bipolar,” kita membayangkan perubahan suasana hati yang drastis atau seseorang yang tiba-tiba mengalami ‘mania’. Namun, fase ini juga banyak dialami remaja. Itulah pentingnya, kita mendeteksi gejala awal bipolar disorder pada remaja.

Hal ini akan membantu mendiagnosis sebelum gangguan tersebut mengganggu kehidupan anak-anak remaja, dan mengurangi keparahan gangguan tersebut.

Apa Itu Prodrom Bipolar? 

Anggap prodrom sebagai fase “tanda-tanda awal”. Ini adalah periode ketika seorang remaja mungkin menunjukkan sedikit gejala gangguan bipolar, tetapi mereka belum memenuhi kriteria penuh untuk episode manik atau depresif. 

Dr. Anna Van Meter, PhD, seorang psikolog klinis dan peneliti di NYU Child Study Center  menjelaskan, “Prodrom bipolar adalah saat ketika anak-anak atau remaja mungkin mengalami perubahan energi, suasana hati, atau pemikiran, tetapi itu belum cukup untuk memenuhi syarat sebagai episode full mood. Perubahan ini mungkin tampak kecil atau singkat, tetapi penting untuk diperhatikan,” katanya. 

Read More

Sebagian besar waktu, tanda-tanda awal ini muncul pada remaja, meskipun terkadang dapat dimulai lebih awal. Namun, gangguan bipolar sangat jarang terjadi pada anak kecil, menurut Dr. Van Meter. 

“Namun, saat anak-anak memasuki masa pubertas, kita mulai melihat lebih banyak tanda, terutama pada mereka yang memiliki riwayat keluarga. Kita tahu bahwa gangguan bipolar adalah penyakit yang sangat diturunkan secara genetik.”

Ia juga menekankan bahwa ini bukan hanya tentang mengenali gejala individu, tetapi juga bagaimana gejala tersebut berkembang dari waktu ke waktu, “Kita tidak hanya mencari satu perilaku yang menonjol, kita mencari pola selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan yang tidak sepenuhnya sesuai. Di situlah prodromalnya tersembunyi.”

Apa Saja Tanda Awal yang Harus Diperhatikan Orang Tua?

Yang membuat prodromal sangat menantang adalah gejalanya cenderung samar dan mudah dianggap sebagai perubahan suasana hati atau stres khas remaja.

Berikut beberapa ciri-ciri bipolar pada anak remaja yang paling umum:

  • Perubahan energi: Lebih hiperaktif dari biasanya atau tiba-tiba kekurangan energi. 
  • Masalah tidur: Sulit tidur atau membutuhkan lebih sedikit tidur tanpa merasa lelah. 
  • Perubahan suasana hati: Periode kegembiraan atau iritabilitas yang tinggi yang tidak sampai ke mania. 
  • Perubahan bicara: Berbicara lebih banyak atau lebih cepat dari biasanya. 
  • Perubahan konsentrasi: Mudah teralihkan atau memiliki pikiran yang berpacu. 

Prodromal bisa sulit diperhatikan jika Anda tidak peka. “Ini dimulai perlahan. Mungkin anak Anda tidur lebih sedikit atau tampak lebih berenergi di malam hari. Mungkin mereka lebih banyak berbicara atau bertindak impulsif. Perubahan kecil ini akan bertambah,” kata Dr. Van Meter. Karena itu, ia menyarankan orang tua untuk mempercayai intuisi mereka. 

Mengapa Gejala Awal Bipolar Disorder pada Remaja Sulit Dideteksi?

Banyak gejala awal gangguan bipolar terlihat seperti gejala lain, atau hanya naik turunnya suasana hati remaja yang normal.

Pubertas juga bisa mempersulit diagnosis. “Perubahan hormonal dapat menyerupai gejala suasana hati, dan itu membuatnya semakin sulit untuk memisahkan mana yang kondisi klinis, ataukah bagian dari perkembangan remaja,” kata Dr. VanMeter. 

Selain itu, riwayat keluarga dapat menjadi petunjuk. Jika orang tua atau saudara kandung ada yang memiliki gangguan bipolar, Anda perlu lebih memerhatikan hal-hal seperti perubahan suasana hati, atau impulsivitas. “Semakin awal kita dapat melakukan intervensi, semakin baik hasilnya,” katanya.

Gangguan bipolar yang parah menyebabkan perubahan ekstrem dalam suasana hati, energi, dan perilaku, periode merasa sangat bahagia, mudah tersinggung, atau berenergi (mania), diikuti oleh masa-masa kesedihan yang mendalam, kelelahan, atau penarikan diri (depresi).

Mengapa Deteksi Dini Penting?

Mendeteksi tanda-tanda sejak dini bukan hanya tentang memberi label pada seorang anak. Ini tentang mengantisipasi dan membantu anak sebelum mereka berada dalam ‘masa krisis’. Mengurangi stres, memerhatikan nutrisi yang baik, dan yang terpenting, tidur yang teratur dapat membantu mengurangi risiko timbulnya ganguan ini. 

Perawatan Apa yang Bisa Membantu?

gejala awal bipolar disorder pada remaja, bipolar disorder

Kabar baiknya, ada perawatan efektif yang dapat membantu selama prodromal, bahkan sebelum seorang remaja, secara resmi didiagnosis menderita gangguan bipolar. Psikoedukasi seringkali merupakan langkah pertama. 

“Artinya, membantu anak dan keluarganya memahami apa yang sedang terjadi. Kita membahas gejala, stres, pola tidur, dan cara mengenali tanda-tanda yang harus diwaspadai,” jelas Dr. Van Meter. 

Beberapa pilihan perawatan atau terapi terbaik tersebut, meliputi: 

  • Terapi Berfokus pada Keluarga: Membantu keluarga berkomunikasi lebih baik, mengurangi konflik, dan membangun rutinitas. 
  • Terapi Ritme Interpersonal dan Sosial: Berfokus pada membangun ritme dan rutinitas harian yang stabil (seperti tidur, makan, dan aktivitas) untuk mengatur suasana hati. 
  • Terapi Perilaku Dialektik: Mengajarkan keterampilan pengaturan emosi, yang dapat sangat membantu bagi remaja yang menghadapi perubahan suasana hati yang intens. 

Menurut Dr. Van Meter, terapi mencoba untuk mengurangi dampak dari gangguan dan membantu anak membangun keterampilan sejak dini. Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan terapi dengan masing-masing individu. “Tidak ada pendekatan yang cocok untuk semua. Kita ingin mencocokkan intervensi dengan kebutuhan anak, dan itu membutuhkan pemantauan berkelanjutan.”

Bagaimana dengan Pengobatan?

Pengobatan tidak selalu menjadi pilihan utama selama fase prodromal. Dokter biasanya memulai dengan terapi, edukasi, dan perubahan gaya hidup, terutama jika gejalanya belum parah.

Pengobatan biasanya dikhususkan untuk gejala yang lebih parah atau situasi di mana keselamatan menjadi perhatian. “Jika seorang remaja menunjukkan tanda-tanda mania atau depresi berat yang jelas, maka ya, kita mungkin mempertimbangkan pengobatan. Tetapi untuk anak-anak yang baru mulai menunjukkan tanda-tanda, kita biasanya memulai dengan terapi dan perubahan gaya hidup,” kata Dr. Van Meter. 

Ketika menggunakan obat, penting bahwa keputusan dibuat oleh psikiater anak yang memahami gangguan bipolar pada remaja. Dr. Van Meter menyarankan juga keluarga untuk tetap terlibat.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Dr. Van Meter menawarkan beberapa saran, di antaranya: 

  • Pelajari tanda-tandanya: Semakin Anda memahami tentang gangguan bipolar dan prodromalnya, semakin Anda siap.. 
  • Lacak polanya: Buat jurnal suasana hati dan catatan pola tidur yang sederhana. Ini membantu Anda dan anak Anda memelajari polanya dari waktu ke waktu.
  • Prioritaskan tidur: Waktu tidur sangat penting. Bahkan gangguan tidur sekecil apa pun dapat memicu perubahan suasana hati.
  • Bersikaplah terbuka dan suportif: Anak-anak akan lebih baik jika mereka merasa didengarkan dan tidak dihakimi. Teruslah berkomunikasi.
  • Temukan bantuan yang tepat: Carilah terapis atau psikiater yang memahami tanda-tanda awal bipolar, serta yang tahu apa yang harus diperhatikan.
  • Jangan mengabaikan: Jangan menunggu sampai episode bipolar sepenuhnya terjadi baru bertindak. Jika Anda melihat perubahan pada anak remaja Anda, bicaralah dengan anak Anda, catat apa yang Anda khawatirkan, dan hubungi seorang profesional.

Tindakan awal itu benar-benar dapat mengubah arah perkembangan gangguan bipolar. Dukungan di awal tidak hanya mengurangi penderitaan, tetapi juga membangun kepercayaan diri pada remaja, agar anak-anak tidak merasa sendirian. Itulah pentingnya mengetahui gejala awal bipolar disorder pada remaja.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 5 = twenty five