Menjelang akhir tahun, liburan bersama keluarga menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Namun sebelum menjelajah destinasi impian, MamPap perlu memerhatikan kesiapan medis, terutama tindakan preventif penyakit terhadap anak-anak, seperti vaksinasi perjalanan untuk anak.
Kita tahu, setiap negara memiliki risiko kesehatan yang berbeda, mulai dari penyakit tropis hingga infeksi. Apa saja vaksinasi yang perlu dilakukan pada anak menjelang perjalanan? Simak artikel berikut ya, MamPap.
Pentingnya Vaksinasi Perjalanan untuk Anak
Sebelum melakukan perjalanan, penting untuk mengetahui seluk beluk negara atau daerah yang akan kita kunjungi. Menurut DR Dr. Martira Maddeppunggeng, Sp.A,Subsp.T.K.P.S(K), Anggota Satgas Imunisasi IDAI dalam seminar media Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), setiap daerah memiliki masing-masing wabah atau epidemiologi yang berbeda. Beberapa daerah/negara bahkan ada yang memiliki wabah meningitis, dengue, polio, dan lainnya.
Selain itu, suatu daerah juga memiliki musim dan iklim yang berbeda dan cukup ekstrim. Misalnya, kelembapan yang tinggi, cuaca ekstrim, musim hujan yang meningkat, menyebabkan penyebaran penyakit menular juga cukup tinggi.
Untuk itu, vaksinasi merupakan strategi penting sebagai pencegahan, bukan sekadar pengobatan. Ini merupakan upaya perlindungan kesehatan saat bepergian. Karena siapa pun bisa membawa penyakit ke daerah tujuan, atau sebaliknya membawa penyakit dari daerah yang disambangi. Selain itu, ini juga bisa mengurangi beban dan biaya kesehatan dengan mencegah risiko penyakit atau wabah.
“Namun, sayangnya masih banyak yang belum menyadari betapa pentingnya vaksin tersebut,” ungkap Dr. Martira.
Penyakit yang Rentan Dialami Anak Saat Travelling dan Vaksinasinya
Dr. Martira menyebutkan ada beberapa penyakit yang rentan dialami anak saat di perjalanan liburan, di antaranya:
- Traveler’s Diarrhea (TD): 10-40% secara umum bisa dialami anak, dan 30-70% juga bisa terjadi selama 2 minggu perjalanan ke negara berisiko.
Vaksin yang dapat mengurangi: Vaksin Hepatitis A, Typhoid, Cholera oral, Rotavirus Oral.
- Infeksi pernapasan akut (influenza, RSV, COVID-19): Biasanya menempati peringkat 2-3 penyebab kunjungan medis pasca-travel.
Vaksin yang dapat mengurangi: Vaksin influenza, Vaksin Covid-19, Vaksin RSV.
- Campak: Campak (measles) biasanya dibawa oleh pelancong tidak tervaksin.
Vaksin yang dapat mengurangi: Vaksin MR/MMR.
- Penyakit vektor (malaria, demam berdarah): Frekuensi lebih rendah dibanding TD, tetapi konsekuensi klinis pada anak lebih besar, bisa menyebabkan rawat inap hingga komplikasi berat.
Vaksin yang dapat mengurangi: Vaksin Dengue.
Vaksinasi Epidemiologi untuk Perjalanan ke Negara Tertentu
- Yellow Fever: Afrika, Amerika Selatan
- Meningokokus ACWY: Sub-Sahara Afrika (Haji/Umrah)
- Hepatitis A: Asia, Afrika, Amerika Latin
- Hepatitis B: Asia, Afrika
- Tifoid: Asia Selatan dan Tenggara
- Japanese Encephalitis (JE): Asia Timur dan Tenggara
- Rabies: Asia dan Afrika.
Dr. Martira mengingatkan, masing-masing negara memiliki persyaratan vaksinasi yang diajukan ke International Health Regulation (IHR) untuk dimasukkan daftar persyaratan vaksinasi untuk bepergian internasional, yang diperbaharui setiap 2 tahun.
“Namun, secara spesifik rekomendasi WHO ada 3 vaksin yang diwajibkan, yaitu Vaksin Yellow Fever, Poliomyelitis, dan Meningococcus,” ungkap Dr. Martira.
Semua wisatawan sebaiknya menerima vaksin 7-10 hari sebelum perjalanan agar ada waktu bagi antibodi pelindung untuk berkembang.
Tips yang Harus Diperhatikan Orang Tua Sebelum Mengajak Anak Perjalanan Jauh
Dr. Martira memberikan beberapa tips untuk para orang tua apa saja yang harus diperhatikan sebelum melakukan perjalanan untuk bayi dan anak-anak.
- Perhatikan batas usia untuk pemberian vaksin perjalanan anak. Perhatikan juga potensi risiko efek samping, respon imun yang tidak memadai, interferensi antibodi ibu, imaturitas sistem kekebalan tubuh, dan lainnya.
- Pastikan bahwa bayi dan anak kecil melakukan imunisasi yang paling dini diberikan usia 6 minggu (vaksin DPT).
- Penting untuk memastikan anak terlindungi dari penyakit yang dapat ditransmisi melalui makanan dan gigitan nyamuk.
- Penting untuk memastikan imunisasi wajib bayi dan anak telah terpenuhi dan lengkap sebelum bepergian.
- Konsultasi pra-travel 4-6 minggu sebelum keberangkatan untuk memastikan kesiapan fisik, riwayat medis, alergi, dan obat rutin jika diperlukan.
- Lakukan vaksinasi negara tujuan jika diperlukan.
- Membawa kartu imunisasi dan salinan rekam medis.
- Pastikan obat-obatan yang wajib dibawa sudah lengkap, seperti paracetamol/ibuprofen, ORS, antiseptik, plester, antihistamin oral, termometer, salinan resep, obat untuk kondisi kronis, surat dokter.
- Cuci tangan rutin, jaga kebersihan makanan dan air selama perjalanan.
- Waspadai tanda bahaya selama perjalanan, seperti demam tinggi, napas cepat, muntah terus menerus, dehidrasi, hingga perdarahan.
Dengan memastikan mendapatkan vaksinasi perjalanan untuk anak yang sesuai, MamPap bisa memberikan perlindungan ekstra dan memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.
Content Writer Parentsquads










and then