IDAI Ingatkan Waspada Penularan Influenza Tipe A dan B pada Anak yang Sedang Marak, Apa Bedanya? 

influenza a dan b pada anak
Foto: Satjawat Boontanataweepol Images

Influenza yang juga dikenal sebagai flu, adalah penyakit pernapasan akibat virus paling umum terjadi pada anak, terutama selama musim dingin atau penghujan. Virus ini juga sangat mudah menular dan jenisnya cukup banyak. Paling umum, adalah jenis influenza A dan B dengan gejala yang serupa. Apa bedanya influenza A dan B pada anak? 

Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia mengatakan, “Walaupun influenza ini merupakan penyakit lama, tapi ini tetap bisa menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak Indonesia, dan bisa memengaruhi morbiditas (keluhan kesehatan) maupun mortalitas. Untuk anak-anak juga bisa mengganggu tumbuh kembangnya,” ungkap dr. Piprim dalam seminar media IDAI

Apa itu influenza A dan B pada anak? Adakah perbedaannya dan seberapa berat dampaknya bagi  seorang anak yang terkena virus influenza ini? Apa saja komplikasi dari penyakit ini? Simak paparan ahli dalam artikel berikut ya, MamPap. 

Apa Itu Influenza? 

Influenza merupakan penyakit saluran napas akut, yang sering menjadi kasus terbanyak yang dikeluhkan anak-anak maupun orang dewasa. Virus ini sangat mudah menyebar ketika seseorang yang terinfeksi bersin atau batuk dan dropletnya terapapar ke orang lain. Penularannya sangat cepat. Satu orang sakit bisa menulari 2-3 orang di sekitarnya. 

Read More

Menurut Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subs Resp(K), Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, meskipun cukup umum, penyakit ini bisa berbahaya dan dapat mematikan. 

Influenza Tidak Sama dengan Common Cold

Biasanya, influenza ini lebih berat dibanding selesma atau common cold. “Influenza ini memiliki gejala yang lebih banyak dibanding common cold. Biasanya common cold gejalanya batuk, pilek, setelah itu dia sembuh. Sementara flu (influenza), ada demamnya, ada nyeri badannya, sakit kepala, lemas, nyeri otot, meler, sering susah bangun. Dia lebih berat,” ungkap dr. Nastiti dalam seminar IDAI. 

Ia menambahkan, influenza sering menyebabkan komplikasi yang berat, sampai terjadi gagal ginjal, gagal hati, hingga mengancam jiwa. 

Gejala Influenza yang Sering Terjadi pada Anak

Gejala influenza atau flu pada anak dapat terjadi dari ringan hingga berat, dan bervariasi pada setiap anak. Gejala flu yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Hidung tersumbat
  • Demam
  • Menggigil
  • Batuk
  • Pilek
  • Nyeri tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan dan lemas 
  • Nyeri otot dan sendi
  • Muntah dan diare (jarang terjadi).

Tanda Bahaya (Red Flag) Anak yang Terkena Flu: 

influenza a dan b pada anak, anak demam
Foto: Nuamfolio Images

Beberapa anak bisa mengalami gejala lebih berat. Jika ini terjadi, artinya MamPap harus segera membawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Gejala tersebut, meliputi: 

  • Demam tinggi 39-40 derajat. 
  • Bayi/anak sulit minum. 
  • Sesak napas, napas cepat atau ada tarikan dinding dada bagian bawah saat menarik napas. 
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran
  • Sianosis (kebiruan di sekitar mulut). 

Jenis-jenis dan Penyebab Influenza

Influenza disebabkan oleh virus influenza yang berbagai macam jenisnya. Ada empat jenis virus influenza, yaitu influenza A, influenza B, influenza C, dan influenza D. Namun, influenza A dan B adalah influenza yang paling umum, karena biasanya merupakan penyebab flu musiman. Berikut penjelasannya : 

1. Influenza A

Jenis influenza ini merupakan penyebab paling umum terjadinya wabah flu dan pandemi global seperti Covid, karena sangat menular. Subtipe virus ini, seperti H1N1 dan H3N2, sering berubah, menyebabkan kebutuhan vaksin yang berbeda setiap tahun. 

2. Influenza B

Virus influenza B juga dapat menyebabkan epidemi musiman yang biasanya hanya menyerang manusia. Namun, biasanya lebih ringan dibanding dengan influenza A. Virus influenza B bermutasi lebih lambat daripada virus influenza A. Ada dua garis keturunan influenza B, yaitu Victoria dan Yamagata.

3. Influenza C

Virus influenza C menyebabkan penyakit yang lebih ringan. Virus ini tampaknya tidak menyebabkan wabah epidemi. 

Perbandingan Antara Influenza A dan B pada Anak

Setelah mengetahui jenis-jenis utama virus flu yang menyerang manusia, Anda mungkin bertanya-tanya, Flu mana yang lebih parah, A atau B?

Berikut adalah beberapa persamaan dan perbedaan utama antara influenza tipe A dan B.

  • Prevalensi. Sebuah studi retrospektif tahun 2020 terhadap pasien di rumah sakit di Australia menyatakan bahwa tingkat infeksi tahunan virus influenza A antara tahun 2016 dan 2019 adalah 74,9% hingga 95,1%. Sedangkan, prevalensi influenza tipe B pada periode yang sama adalah 4,9% hingga 25,1%. Jadi, lebih kecil dibanding virus tipe A. 
  • Penularan. Baik influenza A maupun B sangat mudah menular melalui droplet. Selain itu, orang dapat menularkan virus flu sebelum menunjukkan gejala dan hingga tujuh hari setelah infeksi.
  • Tingkat Keparahan. Bagi seseorang yang umumnya sehat, flu biasanya tidak berbahaya, dan mereka akan pulih dalam beberapa hari. Namun, flu dapat berdampak parah pada kelompok orang tertentu, yang harus segera mencari pertolongan medis setelah mengalami gejala flu. Kelompok yang berisiko, di antaranya ibu hamil, orang dengan kondisi sistem kekebalan tubuh lemah, anak-anak, lansia. 
  • Dampak epidemi. Baik influenza A maupun B dapat menyebabkan epidemi musiman, atau musim flu. Namun, influenza A adalah satu-satunya jenis. yang bertanggung jawab atas pandemi flu, yang merupakan epidemi global. Karena flu A dapat menginfeksi banyak spesies dan bermutasi lebih mudah, virus ini sering menjadi penyebab wabah flu dan pandemi yang meluas, termasuk pandemi H1N1 2009 (juga dikenal sebagai “flu babi”), yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. 

Sedangkan, flu B hanya menyerang manusia. Virus ini lebih jarang, mencapai sekitar 25% dari semua kasus flu, dan kecil kemungkinannya menyebabkan pandemi (meskipun masih dapat menyebabkan wabah).

  • Mutasi. Fleksibilitasnya memungkinkan flu A untuk bermutasi dan berubah lebih sering, sehingga menyulitkan sistem kekebalan tubuh kita untuk mengenali dan melawannya. Sedangkan virus flu B lebih kecil kemungkinannya untuk bermutasi. Selain itu, virus tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. 
  • Gejala. Flu A dan B memiliki gejala yang serupa, seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot atau badan, lemah/lelah ekstrem, dan gejala flu lainnya.

Bisakah Anda Tertular Flu A dan B Secara Bersamaan?

Ya, flu A dan flu B, bahkan penyakit pernapasan lainnya (seperti COVID) dapat terjadi secara bersamaan. Namun, belum diketahui seberapa umum hal ini. Anda juga dapat tertular flu B setelah tertular flu A (atau sebaliknya), karena memiliki antibodi dari satu jenis tidak melindungi Anda dari infeksi jenis lainnya.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Influenza A dan B?

Dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan yang sama, baik untuk influenza A maupun influenza B. Berikut perawatan yang bisa dilakukan di rumah: 

  • Penuhi asupan cairan anak, bahkan lebih banyak memberi asupan cairan. 
  • Perbanyak waktu anak untuk beristirahat. 
  • Rajin mencuci tangan. 
  • Ajari anak menutup hidung dan mulut dengan lengan atau siku atau tisu ketika anak batuk dan bersin. 
  • Penuhi menu makan anak dengan makanan bergizi. 
  • Segera hubungi rumah sakit atau klinik terdekat jika kondisi anak tidak membaik atau ia berada di lingkungan berisiko tinggi. 
  • Pengobatan rumahan dapat meredakan gejala flu, tetapi pengobatan antivirus dengan resep dokter mungkin diperlukan bagi orang-orang dengan risiko komplikasi tinggi atau gejala yang parah. Antivirus khususnya dapat bermanfaat bagi orang-orang dengan risiko komplikasi flu yang lebih tinggi, termasuk anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang-orang dengan penyakit kronis tertentu. 

Influenza Tidak Boleh Disepelekan

Dokter Nastiti meluruskan bahwa virus influenza tidak bisa disepelekan dan cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Ia juga memaparkan beberapa data pandemi influenza yang menyebabkan kematian, seperti Flu Rusia, Flu Spanyol, Flu Hongkong, dan Flu Asia yang menelan korban dengan angka jutaan jiwa. 

Influenza juga dikatakan masih menjadi masalah kesehatan dunia. Di dunia setiap tahunnya, epidemi influenza menyebabkan penyakit parah dan kematian. Laporan CDC, influenza bisa terjadi 3-5 juta kasus setiap tahunnya. Dan diperkirakan setiap tahunnya, influenza bisa menyerang 20-30% populasi anak-anak, lebih besar daripada orang dewasa. 

Dokter Nastiti juga memaparkan data, di Indonesia sendiri memiliki kasus influenza sepanjang tahun, tidak hanya selalu dipengaruhi oleh musim. 

Selain itu, laporan kesehatan juga mendapati anak memiliki risiko yang lebih tinggi hingga 2 kali lipat jika terkena influenza. 

Komplikasi Influenza pada Anak

Dokter Nastiti mengingatkan, ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada anak yang mengalami influenza, seperti: 

  • Komplikasi paru: Pneumonia, Croup, Asma, dan Bronkitis. 
  • Komplikasi jantung: Myocarditis dan pericarditis dapat terjadi (peradangan pada otot/selaput jantung).
  • Komplikasi neurologi (saraf): Kejang, koma, transverse myelitis, dan encephalomyelitis (peradangan). 
  • Influenza juga diasosiasikan dengan toxic shock syndrome, myositis, myoglobinuria, dan gagal ginjal. 

Pencegahan Penularan Influenza

  • Memakai masker dan etika batuk dan bersin. 
  • Mencuci tangan
  • Menjaga jarak
  • Hindari kontak erat
  • Membatasi mobilitas
  • Vaksinasi influenza tahunan. 

Apa pun jenisnya, baik flu A maupun flu B, cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan mendapatkan vaksin flu setiap tahun, yang bisa diberikan pada anak sejak usia 6 bulan, kapan saja sepanjang tahun.

Vaksin flu dirancang untuk melindungi dari strain paling umum dari kedua jenis flu yang diperkirakan akan beredar. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ninety one ÷ thirteen =