Sudahkah minum air putih yang cukup hari ini? Walau aktivitas lagi sibuk-sibuknya, tetap usahakan untuk minum air putih sesuai kebutuhan tubuh, ya! Soalnya, jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, tubuh akan mengalami dampak dehidrasi yang menggangu kinerjanya.
Seperti yang kita semua tahu, air berperan sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh, seperti mencegah dehidrasi, mengatur suhu tubuh, membantu proses metabolisme, mencegah batu ginjal dan mendukung kinerja otak. Saat tubuh mengalami kekurangan cairan, tubuh bisa mengalami dehidrasi mulai dari yang ringan hingga berat.
Dampak Dehidrasi yang Sering Tidak Disadari
Jika dehidrasi dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, lho, MamPap! Pasalnya, tubuh yang kekurangan cairan dan elektrolit tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional seseorang.
“Kalau dehidrasi ringan nggak terasa, tapi kalau dehidrasi sedang itu mulai dari gangguan fokus, bibir kering, ngerasa lunglai, itu baru sedang yang awal. Kalau sedang ke arah berat gangguan konsentrasi hingga tidak bisa melakukan aktivitas apapun, kalau berat, disertai suhu sangat panas akan meningkat dan ada penyakit penyertanya.” ujar Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut M.Gizi, SpGK, FINEM, AIFO-K,CSNC, CHt. saat ditemui di acara Media Gathering Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA.
Kekurangan cairan dapat menyebabkan perubahan suasana hati (mood), tubuh terasa lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga menurunnya produktivitas. Pada orang dewasa, kondisi ini dapat membuat pekerjaan terasa lebih berat karena tubuh dan otak tidak bekerja seefisien biasanya. Oleh karena itu, penting banget untuk kita selalu memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi setiap hari, terutama saat cuaca panas, banyak beraktivitas di luar ruangan, atau setelah melakukan aktivitas fisik yang mengeluarkan banyak keringat.
Ada beberapa gejala umum dehidrasi yang perlu kita waspadai yaitu pusing, kelelahan/kurang energi, buang air kecil dengan intensitas jarang serta area mulut bibir dan mata terasa kering, seperti yang dikutip dari laman Kementrian Kesehatan.
Siapa yang Paling Berisiko Alami Dehidrasi?
Cuaca panas akibat gelombang panas (heatwave) dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, salah satunya dehidrasi akibat tidak minum cukup air.
Ada beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami dampak dehidrasi, yaitu:
- Lansia, terutama yang berusia 65 tahun ke atas.
- Bayi dan anak-anak usia di bawah 5 tahun.
- Orang dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung, gangguan pernapasan, demensia, diabetes, penyakit ginjal, Parkinson, gangguan mobilitas, gangguan kesehatan mental, atau ketergantungan alkohol dan obat-obatan.
- Orang yang mengonsumsi banyak obat atau obat tertentu yang membuat tubuh lebih sensitif terhadap cuaca panas.
- Orang yang sedang sakit dan mengalami dehidrasi, misalnya akibat diare atau muntah.
- Orang yang bekerja dan banyak beraktivitas di luar ruangan, terutama mereka yang aktif secara fisik seperti pelari, pesepeda, dan pejalan kaki.
Cara Mencegah Dehidrasi
Nah, agar tubuh tetap terhidrasi terutama di saat cuaca panas, MamPap bisa melakukan beberapa kebiasaan berikut ini:
- Perbanyak minum air putih dua liter per hari untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
- Hindari minuman beralkohol, berkafein tinggi, atau minuman panas karena dapat mempercepat kehilangan cairan.
- Mandi air sejuk atau membasahi kulit dan pakaian dengan air juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh.
- Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung banyak cairan seperti bayam dan semangka.
Joshua Gunawan, Head of RTD Beverage WINGS Food, mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup tanpa perlu menunggu tanda-tanda dehidrasi muncul, “Asupan cairan itu seringnya suka dilupakan, karena orang biasanya nunggu haus. Padahal kalau sudah haus sebenarnya sudah (termasuk) dehidrasi yang sedang.”
Dalam acara tersebut, AQUVIVA kembali memperkenalkan kampanye Panduan Hidrasi 3 – 2 – 1 yang pertama kali diluncurkan pada Ramadahan lalu. Kampanye 3 – 2 – 1 memiliki makna minum 3 botol 700 ml setara dengan 2 liter air setiap hari untuk 1 hari sejuk terhidrasi.
Jadi, MamPap perlu membiasakan diri minum air putih secara rutin tanpa perlu menunggu rasa haus. Dengan menjaga hidrasi tubuh, kita tidak hanya membantu mencegah dehidrasi, tetapi juga mendukung tubuh agar tetap bugar, fokus, dan siap menjalani berbagai aktivitas sehari-hari dengan optimal.
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.










and then