Tren Pensiun Mini di Kalangan Gen Z, Apa Itu? 

apa itu pensiun mini, ibu bekerja

“Mengapa harus menunggu hingga usia 60-70-an untuk bisa menikmati hidup jika kamu bisa melakukannya sekarang?” Inilah yang menjadi alasan beberapa anak muda zaman sekarang (Generasi Z) mengambil pensiun mini di sela-sela masa produktifnya. Memangnya, apa itu pensiun mini?

Apa Itu Pensiun Mini?

Sekadar mengingatkan, ini pensiun mini ya, Ma, bukan pensiun dini –dua hal yang berbeda. Kalau pensiun dini, seperti yang kita tahu, layaknya pensiun pada umumnya. Hanya saja dilakukan lebih cepat beberapa tahun, bisa karena sukarela (permintaan sendiri) atau kebijakan perusahaan (perampingan).

Mengenai pensiun mini, The Guardian menjelaskan pada lamannya bahwa ini bukanlah istilah baru dalam dunia kerja korporat. Micro retirement, mini-retirement atau pensiun mini sudah ada sejak tahun tahun 2007, dan muncul pertama kali di buku Timothy Ferriss yang berjudul The 4-Hour Workweek. 

Pensiun mini merupakan momen jeda seorang karyawan untuk cuti sejenak dari karir mereka guna memulihkan diri dari kelelahan sebagai ‘budak korporat’ dan mengatur ulang prioritas mereka. Artinya, keputusan pensiun dini merupakan keputusan sukarela dari si karyawan. 

Read More

Lamanya pensiun mini beragam, tapi umumnya 6-12 bulan. 

Istilah ini menjadi trending setelah banyak influencer yang turut melakukannya. Salah satunya content creator asal Inggris Adama Lorna. 

Terinspirasi oleh bukunya Ferriss, Lorna memutuskan pensiun mini selama 6 bulan di sela-sela masa kerjanya. Pensiun mini juga bisa saja dilakukan beberapa kali di sepanjang karir –misalnya, pensiun mini satu tahun setiap tiga tahun bekerja.

“Daripada menunggu sampai berusia 60 atau 70 tahun untuk berkeliling dunia dan menikmati hobi, sebaiknya Anda melakukan itu selagi masih muda, berenergi, dan sehat,” itu kata Lorna terhadap pengikutnya di media sosial pasca pensiun mini. 

Apakah pensiun mini selalu mengarah pada ‘liburan’? Tidak selalu, ya, Ma. Pensiun mini bisa saja dipilih untuk sekadar menekuni hobi, mengerjakan suatu proyek idealis, terlibat dalam komunitas lokal, atau lainnya. 

“Baik itu cuti untuk bepergian, istirahat yang layak dari pekerjaan, atau mengejar hobi lain, tren pensiun mini sudah jadi perbincangan hangat terbaru di dunia kerja korporat,” kata Guy Thornton, pendiri Practice Aptitude Tests.

Intinya adalah keluar sejenak dari budaya kerja yang aktif dan mengatasi kelelahan kerja dengan berhenti sejenak dan meluangkan waktu untuk fokus pada diri sendiri. Ini sekaligus momen merenungkan apa yang berhasil dan tidak berhasil dalam kehidupan profesional dan pribadi.

Para penganut paham pensiun mini percaya, dengan melakukan pensiun mini kehidupan personal dan karir mereka akan bahagia dan seimbang –sebelum mencapai usia pensiun tradisional. 

Apa Tujuan Pensiun Mini?

Beban kerja perlahan-lahan meningkat, deadline menjadi tidak realistis, presentasi pun kerap dilakukan di jam-jam istirahat –seperti pukul 19.00, dan tak jarang selesai di pukul 2 dini hari, fokus mulai hilang, dan rentang perhatian menipis. Dengan kata lain, mengalami kelelahan kerja (burnout).

Laman Spring Health menulis, sebanyak 66% karyawan melaporkan mengalami kelelahan kerja saat ini.

Akhirnya, beristirahat terasa seperti satu-satunya jalan untuk melindungi kesehatan Anda, baik mental juga fisik. Tapi bukan istirahat yang dilakukan 1-2 hari, Anda merasa memerlukan cuti yang cukup panjang yang bisa membuat Anda lupa dari rutinitas pekerjaan.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkannya? Banyak hal. Mulai dari menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, melakukan perjalanan, menekuni hobi atau bisnis atau lain sebagainya. 

Kemudian, tujuan atau rencana pensiun mini ini yang menentukan berapa biaya yang perlu Anda siapkan untuk pensiun mini.

Berapa Uang yang Disiapkan untuk Pensiun Mini?

apa itu pensiun mini

Keputusan pensiun mini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Keputusan tersebut tidak hanya membutuhkan komitmen kuat, tapi juga pondasi keuangan yang kuat. 

  • Siapa yang akan membiayai kehidupan Anda selama pensiun mini? Apakah dari tabungan Anda, pasangan, orang tua, atau lainnya?
  • Berapa jumlah yang diperlukan untuk pensiun mini? 
  • Berapa uang yang harus ditabung (dari penghasilan tetap) setiap bulannya sebelum pensiun mini? 
  • Apakah Anda benar-benar tidak bekerja selama pensiun mini? 

Pertanyaan-pertanyaan di atas bisa menjadi dasar bagi Anda dalam mempersiapkan keuangan serta beberapa pertimbangan keuangan lainnya sebelum pensiun mini. 

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Pensiun Mini

Selain menyiapkan uangnya, pertimbangkan juga untuk melakukan beberapa hal di bawah ini sebelum memutuskan pensiun mini:

1. Buat rencana keuangan

Rencana keuangan umumnya tidak berubah, masih mencakup semua pengeluaran rumah tangga sebelumnya. Seperti sewa rumah/apartemen/kos, makan sehari-hari, asuransi, cicilan, biaya perjalanan (jika memutuskan traveling), dan lainnya —ditambah cadangan untuk keadaan darurat atau tak terduga.

“Saya biasanya merekomendasikan setidaknya menabung biaya hidup untuk enam hingga 12 bulan. Tetapi jika merencanakan liburan yang lebih lama, perlu bikin anggaran yang lebih konservatif,” kata Paul Miller, Managing Partner dan CPA di Miller & Company, LLP, melansir Investopedia.

Selain itu, Karla Dennis, pendiri dan CEO agensi strategi pajak KDA Inc., menyarankan agar Anda membuat dana pensiun mini yang terpisah dari dana darurat atau dana pensiun tradisional.

“Rencanakan pensiun mini seperti investasi bisnis. Semakin strategis pengaturannya, semakin Anda dapat menikmatinya tanpa rasa bersalah finansial,” kata Karla.

2. Tetap usahakan ada aliran pendapatan

Paul juga menyarankan, agar Anda tetap memiliki aliran pendapatan (minimal pasif) untuk menjaga pemasukan uang tetap ada. Anda bisa mempertimbangkan sumber pendapatan alternatif selama masa cuti, seperti pekerjaan sampingan, pekerjaan lepas, atau menyewakan properti (rumah/apartemen). 

3. Kurangi beberapa pengeluaran tetap

Misalnya menutupi uang sewa apartemen/rumah/kos dengan menyewakan apartemen/rumah/kos tersebut selama Anda pensiun mini. 

4. Buat strategi untuk bekerja kembali

Setelah itu, rencanakan strategi untuk kembali bekerja dengan cermat guna menghindari konsekuensi keuangan jangka panjang yang negatif.

Seperti apa bentuk pensiun mini yang Anda ambil: Apakah mengundurkan diri dari pekerjaan dan mencari pekerjaan baru, atau berkoordinasi dengan atasan untuk mengambil cuti tanpa dibayar –Anda bisa kembali bekerja di perusahaan tersebut pasca pensiun mini selesai?

Jangan Abaikan Perlindungan Kesehatan

Karena perlindungan kesehatan seringkali terkait dengan pekerjaan, pastikan asuransi kesehatan yang Anda pilih bisa melindungi Anda selama pensiun mini.

5. Buat Strategi Pajak

Hidup tanpa penghasilan (pekerjaan, Red.) memang berpeluang mengalami pengurangan pajak. Tapi ada baiknya diskusikan situasi Anda dengan perencana keuangan dan/atau profesional pajak sebelum pensiun mini agar tidak menyebabkan implikasi pajak negatif di tahun mendatang. 

Dampak Jangka Panjang Pensiun Mini 

Terlepas dari potensi manfaatnya, ada beberapa dampak jangka panjang yang bisa Anda rasakan jika melakukan pensiun mini. Dua di antaranya menurut Investopedia adalah: 

  1. Stabilitas keuangan yang terganggu 
  2. Pertumbuhan karir yang terhambat 

Ini adalah tren yang berkembang dan menimbulkan pertanyaan bagi departemen SDM tentang tunjangan, retensi, dan keberlanjutan karier.

Pertama, ketika kembali bekerja, Anda juga berpotensi menerima penghasilan yang lebih rendah, loh. HRD biasanya menilai dari adanya kesenjangan dalam relasi dan peluang yang terlewatkan selama Anda pensiun. Ini juga membuat Anda kesulitan atau terlambat menaiki tangga karier. 

Selain itu, pertumbuhan tabungan juga mengalami perlambatan, dan ini juga dapat merusak rencana pensiun tradisional.

Memang, kesejahteraan dan kesehatan mental sangat mempengaruhi kemampuan Anda untuk bisa sukses di tempat kerja. Namun jika Anda memilih untuk melakukan pensiun mini, rencanakanlah dengan cermat agar Anda bisa kembali bekerja, plus dengan kondisi yang jauh lebih sehat dan fit secara mental dan fisik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

90 ÷ fifteen =