Di masa sekarang, kemampuan mengelola keuangan menjadi keterampilan hidup yang penting untuk dimiliki sejak dini. Mengajarkan anak tentang literasi keuangan bukan sekadar mengenalkan uang, menabung, atau berbelanja, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan.
Melalui pendekatan yang tepat dan sesuai usia, MamPap dapat membantu anak memahami konsep keuangan dengan cara sederhana, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang lebih bijak dan mandiri dalam mengelola keuangan di masa depan.
Bagaimana caranya?
Mengenalkan Konsep Uang pada Anak-anak
Dalam laman Government of Canada, mengajarkan anak literasi keuangan akan membantu mereka sepanjang hidup. Jika MamPap memulainya sejak dini, Anda dapat membangun pengetahuan mereka tentang uang seiring perkembangan usianya.
Bicaralah saat anak-anak ada di sekitar agar mereka terbiasa dengan istilah dan konsep keuangan. Pastikan mereka memahami dari mana uang berasal. Orang bekerja untuk mendapatkan uang. Kemudian mereka membeli barang-barang dengan uang yang mereka peroleh.
Selain itu, MamPap bisa menggunakan aktivitas sehari-hari untuk mengajari anak-anak tentang uang. Misalnya, saat berbelanja atau menjalankan tugas, bicarakan tentang beberapa hal berikut:
- Bagaimana Anda memutuskan apa yang akan dibeli.
- Mengapa Anda membeli atau tidak membeli barang yang sedang diskon.
- Kapan Anda membeli barang secara individual atau dalam jumlah besar.
- Bagaimana Anda membayar barang tersebut. Misalnya, dengan kartu debit, kartu kredit, uang digital, atau uang tunai.
Bantu anak-anak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka harus membelanjakan uang untuk hal-hal yang mereka butuhkan sebelum hal-hal yang mereka inginkan. Ini akan membantu mereka membuat pilihan pengeluaran yang baik dan bijak.
Cara Mengajarkan Anak Literasi Keuangan
Ingin mengajarkan anak-anak untuk lebih bertanggung jawab secara finansial? Berikut beberapa hal yang dapat MamPap lakukan:
1. Jangan Tabu Membicarakan Soal Uang pada Anak
Bagi sebagian orang tua, berbicara dengan anak-anak tentang uang sama canggungnya dengan berbicara tentang seks. Banyak orang tua memperlakukannya sebagai percakapan sekali-sekali saja.
Mengapa ada keraguan dalam membicarakan soal uang? Beberapa orang tua merasa tidak kompeten dalam konsep keuangan. Orang tua yang lain juga ada yang melaporkan kekhawatiran bahwa hal itu akan menimbulkan tekanan finansial pada anak-anak, terutama jika keuangan sedang sulit.
Padahal, kemakmuran yang dirasakan anak-anak bisa menciptakan ‘titik buta’ tersendiri. Dalam laman Byu Marriott School of Business, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang lebih ‘beruntung’ justru seringkali tidak tersentuh oleh pemikiran dan tanggung jawab keuangan. Orang tua mungkin menganggapnya sebagai tindakan penuh kasih sayang untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekhawatiran bagi anak-anak mereka, padahal tidak sepenuhhnya seperti itu.
Justru, para ahli menganjurkan transparasi keuangan sesuai dengan kesiapan anak-anak menerimanya, tentunya sesuai tahap perkembangan mereka.
2. Tunjukkan Uangnya
Menurut peneliti, anak-anak perlu pengalaman langsung dalam mengelola uang mereka sendiri. Pengalaman langsung dengan uang sangat terkait erat dengan kemampuan yang memberikan efek pada diri sendiri tentang mengelola atau ‘melek keuangan’ di masa depan anak-anak.
3. Menghasilkan Uang
Anda dapat memulai gaya pengasuhan keuangan dengan mengajarkan anak Anda tentang menghasilkan uang. Anak-anak mulai usia 3 tahun bisa mulai mempelajari konsep ini. Apakah mereka membersihkan kamar mereka atau merapikan tempat tidur mereka? Beri mereka hadiah karena telah menyelesaikan tugas tersebut. Bahkan jika hanya uang receh.
4. Menabung
Saat anak belajar tentang menghasilkan uang dan mencari nafkah, mereka akan menyadari nilai berbagai hal dalam hidup. Beberapa orang membutuhkan lebih banyak uang daripada yang lain dan itu mengharuskan seseorang untuk menabung penghasilannya.
Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberinya celengan agar anak-anak dapat memasukkan koin ke dalamnya. Untuk anak yang lebih besar, gunakan kesempatan ini untuk membuka rekening bank bagi mereka. Ini tidak hanya akan membantu mereka menabung penghasilan mereka, tetapi juga membantu melipatgandakan tabungan mereka. Dengan rekening bersama, Anda juga dapat memantau bagaimana uang mereka bertambah dan ke mana mereka membelanjakannya.
5. Pengeluaran
Keputusan keuangan pertama anak Anda adalah bagaimana mereka memilih untuk membelanjakan uang mereka. Anak-anak yang telah mendapatkan uang itu sendiri akan lebih berhati-hati dalam membelanjakannya dibandingkan dengan barang-barang yang diberikan kepada mereka secara cuma-cuma.
Ini mengajarkan pentingnya kerja keras. Tidak perlu untuk selalu pintar setiap kali anak Anda membelanjakan uang mereka. Mereka mungkin telah menabung untuk sepasang sepatu kets mahal baru atau mungkin mainan favorit mereka, tetapi izinkan anak Anda untuk membuat keputusan tersebut dan belajar darinya.
6. Kebutuhan vs Keinginan
Sebagai orang tua, didik mereka tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kemudian Anda perlu mempercayai naluri mereka dan membiarkan mereka membuat keputusan itu – baik atau buruk. Lagipula, jika Anda memutuskan untuk membuat mereka bertanggung jawab secara finansial, anak Anda juga perlu belajar tentang konsekuensi dari tindakan mereka.
7. Menggunakan Uang Elektronik
Keunggulan uang elektronik adalah dapat dilacak, sehingga Anda dan anak dapat melacak ke mana mereka membelanjakan uang mereka. Alih-alih menggunakan uang tunai, transfer uang saku anak ke rekening bank mereka, lalu dorong anak untuk menggunakan uang elektronik sebagai pengganti uang tunai.
Cara ini tidak hanya menciptakan jejak elektronik, tetapi juga membantu anak Anda merenungkan bagaimana mereka memilih untuk membelanjakan uang saku mereka bulan itu. Gunakan kesempatan ini untuk mengidentifikasi pembelian yang seharusnya dapat dihindari dan bagaimana uang itu dapat ditabung untuk sesuatu yang lebih baik.
8. Ajari Mereka Tentang Kredit
Literasi keuangan bukan hanya tentang mengajari anak Anda untuk menghasilkan lebih banyak uang, tetapi juga tentang memastikan kemampuan mereka untuk mengambil kredit dan melunasinya.
Seiring bertambahnya usia anak Anda, mengambil kredit dalam bentuk pinjaman pendidikan, pinjaman rumah, pinjaman pribadi dari waktu ke waktu akan menjadi bagian integral dari kehidupan dewasa. Mempersiapkan mereka untuk hal yang sama dapat dimulai sekarang.
Anak menginginkan sepatu baru tetapi tidak punya uang untuk membelinya segera? Tawarkan pinjaman kepada mereka, tetapi dengan syarat mereka membayarnya kembali dalam waktu yang ditentukan. Ini akan menjadi cara yang menyenangkan untuk mengajari mereka tentang cara kerja sistem kredit dan dapat memberdayakan jika dilakukan dengan cara yang benar.
9. Beri Arahan Tentang Utang
Tahukah Anda bahwa Generasi Z memiliki rata-rata utang kartu kredit terendah dari semua generasi saat ini? Meskipun itu bagus, itu juga karena generasi ini telah melihat generasi orang tua mereka terlilit utang secara langsung karena resesi.
Itulah mengapa penting untuk mengajari mereka tentang cara kerja utang dan konsekuensi dari mengambil terlalu banyak utang.
Jika Anda memiliki cerita pribadi dalam hal ini, jangan ragu untuk membagikannya dengan anak Anda. Selain itu, jangan lupa untuk melacak kebiasaan pengeluaran mereka. Pastikan anak Anda mengerti untuk tidak mengambil lebih dari yang mampu mereka tanggung dalam hal mengelola uang.
10. Ajari Anak Tentang Penganggaran
Untuk menghindari terjerat utang, tempat yang tepat untuk memulai adalah dengan membuat anggaran. Mintalah anak untuk mencatat semua pengeluaran yang telah mereka lakukan sepanjang bulan, dan kemudian rencanakan bulan berikutnya sesuai dengan catatan tersebut. Untuk anak yang lebih besar, menggunakan lembar kerja Excel bisa menjadi solusi. Ada juga beberapa aplikasi yang memungkinkan Anda untuk mencatat pengeluaran bulanan dan memberikan laporan terperinci tentang ke mana uang hasil jerih payah Anda dihabiskan.
11. Ajari Mereka Tentang Investasi
Anak Ada lebih pintar dari yang Anda kira dan juga cepat belajar. Jadi, jika literasi keuangan Anda dimulai jauh lebih lambat, hindari kesalahan itu pada anak. Dengan gaya pengasuhan yang berfokus pada uang, ajari mereka tentang berbagai jalur investasi. Misalnya, pilihan sederhana seperti membuka deposito tetap atau deposito berulang adalah cara yang bagus untuk mengajari mereka tentang melipatgandakan uang mereka.
Anda juga dapat memperkenalkan mereka pada investasi emas, saham, dan lainnya, sesuai dengan usia mereka mampu memahaminya. Ingatlah, langkah pertama menuju investasi uang adalah mempelajari risikonya dan itulah yang perlu dilakukan anak Anda. Biarkan mereka melakukan riset sendiri dan kembali dengan pertanyaan.
12. Tetapkan Batasan
Saat mengajari anak-anak tentang uang, Anda harus menetapkan batasan untuk memastikan kesalahan mereka dapat diperbaiki. Tetapkan batasan seperti jumlah uang yang dapat mereka investasikan tanpa merusak tabungan atau investasi lainnya. Menetapkan batasan akan membantu mereka mendapatkan kepercayaan diri dalam menangani uang dengan tujuan yang lebih realistis. Pada akhirnya, Anda mengajari mereka untuk mandiri secara finansial daripada hanya mencari keuntungan cepat.
13. Biarkan Mereka Gagal
Meskipun orang tua adalah penuntun menuju literasi keuangan anak, mereka juga perlu memahami keputusan yang salah dan konsekuensinya. Karena itu, izinkan anak Anda untuk gagal sesekali untuk berproses. Jika mereka memilih untuk menghabiskan terlalu banyak uang untuk permainan atau bahkan makanan dalam satu hari, yang mengakibatkan mereka tidak memiliki uang untuk sisa minggu itu, mereka perlu belajar bagaimana menghadapinya.
14. Perkenalkan tentang Dana Darurat
Pastikan anak mengembangkan kebiasaan memiliki dana darurat yang tidak pernah mereka ambil uangnya. Ini bisa berupa rekening bank kedua atau celengan di rumah yang tetap tidak tersentuh dan hanya berisi setoran. Jika mereka merasa tergoda, tunjukkan kepada mereka gambaran yang lebih besar tentang uang yang mereka tabung dan bagaimana uang itu akan membantu mereka di kemudian hari. Ini membantu anak belajar lebih banyak tentang mengelola dana mereka dan menabung untuk masa-masa sulit.
15. Mulai Mengembangkan Tujuan Keuangan
Rahasia hidup bebas utang adalah berinvestasi di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Dan ini membutuhkan pengetahuan yang tepat. Itulah mengapa, ajarkan anak-anak Anda untuk mulai mengidentifikasi potensi investasi sejak dini. Ini sangat penting bagi remaja yang lebih tua yang ingin mendapatkan pendidikan di luar negeri, atau mereka yang ingin mendaftar di kursus yang mahal. \
Alih-alih mengambil pinjaman pendidikan, investasi yang tepat dengan bimbingan Anda dapat membantu mereka membayar biaya kuliah. Kebiasaan kuncinya di sini adalah melihat gambaran yang lebih besar dan menabung sesuai dengan tujuan yang ada.
16. Ajarkan Aturan 50/30/20
Ketika anak mulai menghasilkan uang dan bisa mengaturnya sendiri, baik dari jajan bulanan maupun dari THR misalnya, saatnya untuk mengajarkan mereka aturan 50/30/20. Ini adalah cara ideal untuk memastikan Anda memiliki keamanan finansial yang lebih baik dalam jangka panjang.
Aturan ini termasuk menyisihkan 50 persen pendapatan Anda untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan. Konsepnya sangat mendasar dan Anda dapat mulai mengajarkannya kepada anak mulai usia tujuh tahun jika Anda mau. Ini adalah aturan yang akan mengubah kemampuan pengambilan keputusan keuangan mereka.
Jika memungkinkan, jangan lupa ajarkan si kecil tentang 2,5 persen untuk beramal atau berbagi dengan sesama.
17. Berikan Contoh
Jika Anda ingin anak-anak benar-benar mulai mempelajari literasi keuangan, Anda perlu menciptakan lingkungan yang tepat di rumah. Ceritakan tentang tabungan Anda dan untuk apa Anda menabung. Anda juga dapat membuat rekening tabungan bersama untuk sesuatu yang baru seperti TV atau peralatan rumah tangga di mana mereka dapat memberikan kontribusi yang signifikan dan nyata.
Itulah beberapa cara mengajarkan anak literasi keuangan sejak dini. Semoga membantu ya, Mampap.
Content Writer Parentsquads










and then