Waspada Segitiga Kematian Jerawat, Salah Pencet Nyawa Taruhannya

segitiga kematian jerawat

Beberapa hari ini media sosial sedang diramaikan berita mengenai seorang suami yang meninggal pasca istri memencet jerawatnya. Ternyata, memang, memencet jerawat pada wajah, terutama di area segitiga kematian jerawat, yakni di pangkal hidung hingga kedua sisi mulut, sangat berbahaya. Bisa sampai menyebabkan kematian. Ini penjelasannya.  

“Ternyata yang sudah membun** suamiku tanganku sendiri, awalnya isengin suami tapi berujung pergi selamanya…” demikian isi pesan pada video viral yang beredar di TikTok tersebut. 

Awalnya si suami mengeluh karena jerawatnya di hidung tidak hilang-hilang. Melihat jerawat suami sudah sangat ‘matang’, si istri berinisiatif memencet jerawat tersebut. Besok paginya si suami terbangun dalam kondisi demam dan pusing sampai bagian kepala belakang. Demam tak kunjung reda sampai beberapa hari, ditambah hidung terlihat lebih bengkak. 

Setelah diperiksakan ke dokter, hasil laboratorium menyatakan ada pendarahan yang sudah membeku di hidung dan suami pun harus dirawat inap. Satu minggu kemudian, dokter menyarankan suami dioperasi karena terjadi pendarahan hebat hingga ke pembuluh otak. 

Read More

Dokter juga sempat bertanya apakah sebelumnya suami memencet-mencet jerawat di area segitiga segitiga. Si istri pun menceritakan kronologis kejadiannya. 

Dokter kemudian mengedukasi pasangan tersebut bahwa area hidung merupakan area sensitif di mana tidak boleh sembarangan memencet jerawat (jika ada) di area tersebut. Kata dokter lagi, itulah yang menjadi salah satu penyebab suaminya mengalami pendarahan di pembuluh otak. 

“Di situ aku bener-bener lemes nangis sejadinya hampir pingsan pikiran kacau, merasa sangat bersalah,” tutur si istri.

Dua hari setelah operasi, suami dari perempuan tersebut dinyatakan meninggal. 

Dengan cepat video tersebut di-posting ulang oleh banyak akun di media sosial. Ada yang mengatakan berita ini hoax, namun begitu informasi mengenai segitiga kematian jerawat ini benar adanya, Ma, dan patut diwaspadai. Yuk, simak penjelasannya berikut ini. 

Apa Itu Segitiga Kematian Jerawat?

Bagian wajah dari pangkal hidung hingga kedua sudut mulut dikenal sebagai “triangle of death” atau segitiga kematian jerawat. Ini merupakan area di mana jerawat tidak boleh dipencet, karena dapat menyebabkan infeksi di wajah dan otak.

Laman Health menjelaskan, infeksi di area ini dapat menyebabkan trombosis sinus kavernosa (cavernous sinus thrombosis/CST). Ini adalah gumpalan darah pada sinus kavernosa yang jarang terjadi tetapi mengancam jiwa karena memperlambat aliran darah dari otak. 

Dermatolog Dr. Alok Vij, MD., melalui laman Cleveland Clinic menjelaskannya lebih detail. 

Segmen kecil pada wajah manusia ini memiliki jalur penting ke ke otak. Sinus kavernosa, jaringan pembuluh darah (vena) besar yang terletak di belakang rongga mata, berfungsi mengalirkan darah ke otak. 

Oleh karenanya, infeksi apapun yang terjadi area segitiga ini baik itu yang disebabkan karena memencet jerawat atau tindik hidung berpeluang menyebarkan infeksi dari wajah menuju otak –apalagi jarak keduanya tidak jauh.

“Area wajah yang menghubungkan hidung ke sudut mulut dianggap sebagai area wajah yang sangat berbahaya karena hubungannya yang dekat dengan otak,” kata Joshua Zeichner, MD, profesor madya dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York, melansir Health.

Sama seperti yang dikatakan dr. Maria Basir Djatmoko, Sp.DV, dokter spesialis dermatologi dan venereologi Rumah Sakit Mitra Keluarga, memencet jerawat di area segitiga kematian sangatlah berbahaya. 

“Di daerah segitiga antara hidung, pipi di dekat hidung dan di atas bibir daerah fitrum itu memang daerah berbahaya untuk dipencet, karena jerawat itu kalau terbuka, ada luka yang mengandung kuman Staphylococcus Aureus, yang kalau dipencet-pencet, dia bisa masuk ke peredaran darah menuju sinus kavernosus, yaitu pembuluh darah di belakang rongga mata yang mempunyai hubungan langsung dengan pembuluh darah di otak,” kata dr. Maria dilansir dari akun Instagram RS Mitra Keluarga @mitrakeluarga.

Jadi, dokter kulit merekomendasikan untuk menghindari memencet jerawat di area segitiga kematian jerawat tersebut.

Risiko Memencet Jerawat di Area Segitiga Kematian Jerawat

Tenang, Anda mungkin tidak akan meninggal hanya karena memencet jerawat di hidung. Tapi secara teknis, itu mungkin saja terjadi. 

“Untungnya, kemungkinannya relatif kecil,” kata Dr. Vij. “Tetapi setiap kali ada kerusakan pada kulit dan interaksi dengan bakteri, selalu ada kemungkinan infeksi, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih besar,” kata Dr. Vij lagi.

Berikut ini beberapa risiko memencet jerawat:

1. Infeksi

Memencet jerawat di segitiga kematian jerawat dapat menyebabkan bakteri dan infeksi parah yang mengarah ke CST –gumpalan darah terbentuk di sinus kavernosa dan menghalangi aliran darah dari otak. 

Gejala yang dapat dikenali adalah demam, sakit kepala, kelumpuhan otot yang mengontrol gerakan mata, juga pembengkakan di sekitar mata.

2. Jerawat makin meradang

Bakteri, sel kulit mati, dan minyak wajah bisa terdorong lebih dalam ke kulit wajah sehingga menyebabkan pembengkakan dan kemerahan yang lebih serius dan membuat jerawat terasa lebih menyakitkan.

3. Bekas luka

Jerawat bisa jadi sembuh, tapi kemungkinan akan menimbulkan bekas luka atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi (bintik-bintik gelap). Anda butuh setidaknya 12 bulan untuk menghilangkan bintik gelap ini dan mengembalikannya ke warna kulit alami. Tidak jarang juga yang bekas lukanya permanen.

Sementara itu, dalam kasus yang sangat jarang, infeksi pada wajah bisa menyebabkan CST. Hal ini kemudian bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius lainnya yang juga berpotensi mengancam jiwa. Di antaranya:

  • Abses otak, yaitu nanah yang menyebabkan pembengkakan otak.
  • Infeksi otak
  • Kerusakan pada saraf wajah, termasuk kelumpuhan otot mata.
  • Meningitis
  • Pneumonia
  • Emboli septik, yaitu gumpalan darah yang terinfeksi yang menyebar melalui aliran darah.
  • Stroke

Trombosis sinus kavernosa septik dulunya juga hampir selalu berujung pada kematian. Namun berkat antibiotik, masalah ini sekarang bisa segera diobati selama dideteksi tepat waktu.

Jadi Kalau Ada Jerawat di Hidung, Sebaiknya Bagaimana? 

segitiga kematian jerawat, obat jerawat

Dr. Vij menyarankan agar Anda lebih baik menghindar untuk memencetnya. Katanya, ini berisiko menyebabkan peradangan, hiperpigmentasi pasca-inflamasi, jaringan parut, juga infeksi.

Memang, sih, sulit pasti menahan keinginan untuk memencetnya, tetapi membiarkan jerawat –di area segitiga kematian jerawat– sembuh dengan sendirinya merupakan satu-satunya jalan terbaik.

Alih-alih Mama merasa gelisah dengan keberadaan jerawat, coba deh tips berikut ini: 

  • Kompres hangat. Rendam waslap kecil dalam air hangat dan tempelkan ke area jerawat 10-15 menit. Ini membantu menarik nanah ke permukaan dan dapat mempercepat proses penyembuhan.
  • Gunakan plester jerawat (acne patch). Jika jerawat sudah terbuka, coba tempelkan stiker jerawat sepanjang tidur malam. Ini membantu menyerap sebagian cairan yang keluar dan meredakan bengkak jerawat di pagi hari.
  • Temui dokter kulit. Dokter akan membantu memilihkan obat yang aman dan cepat, termasuk suntikan kortison dan antibiotik –jika memang diperlukan.
  • Obat jerawat. Mama juga bisa mengobati jerawat dengan obat yang mengandung asam azelaik, benzoil peroksida, asam glikolat, dan asam salisilat. Bahan-bahan ini berguna membunuh bakteri, mengeringkan minyak wajah, atau mengelupas lapisan kulit atas. Tapi ada baiknya minta resep obat langsung ke dokter, ya, agar lebih aman. Kalau Anda punya krim perawatan anti jerawat gunakan dengan benar,” saran dr. Maria.“
  • Hindari makanan yang memperburuk jerawat, seperti produk susu, makanan tinggi lemak, atau tinggi gula. 
  • Perawatan kulit harian, juga ikuti aturan seperti membersihkan wajah dengan pembersih lembut yang tidak membuat kulit kering 1-2 kali sehari, tidak menggunakan produk perawatan kulit wajah yang mengandung alkohol, hanya menggunakan produk yang non-komedogenik (produk yang tidak menyumbat pori-pori), tidak memencet jerawat terutama di area segitiga kematian jerawat, dan lainnya. 

Dr. Maria menambahkan, “Pola hidup juga harus berubah, disesuaikan dengan kondisi Anda. Anda harus cukup istirahat, tidur cukup, olahraga teratur, pola makan yang baik, ya. dengan sendirinya kurangi yang glikogen. glikogen itu ada yang dari tepung dan gula-gulaan. Dessert, jajanan itu, kalau terlalu banyak merangsang timbulnya jerawat.”

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Mama sudah melakukan tips di atas tetapi jerawat tidak juga kunjung sembuh, dr. Maria menyarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin. 

Atau, jika Mama tidak yakin apakah jerawat mengalami infeksi atau tidak, pantau dengan cermat dan perhatikan kesehatan Mama secara keseluruhan. Catat setiap perubahan signifikan pada kondisi fisik Mama, terutama dalam 5-10 hari sejak awal infeksi.

“Infeksi mungkin mulai membesar, menyebar hingga menutupi area yang lebih luas,” kata Dr. Vij, “dan Anda mungkin mulai merasa lebih sakit secara sistemik — demam, gemetar, menggigil. Jika ini mulai terjadi, segera temui dokter untuk diagnosis dan pengobatan.”

Mama perlu memeriksakan diri ke dokter kulit jika terdapat kista pada wajah atau bekas jerawat, jerawat terus memburuk (kemerahan dan bernanah banyak), dan atau merasakan tekanan emosional atau kecemasan sosial tentang jerawat.

Sekarang Mama sudah tahu banyak tentang segitiga kematian jerawat. Jadi, jangan sembarangan lagi memencet jerawat, ya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × = 16