Vaksin Influenza Anak Perlu Diberikan Tiap Tahun, Apa Manfaatnya?

vaksin influenza anak

Influenza bukan sekadar flu biasa yang bisa dianggap sepele, terutama pada anak. Di tengah melonjaknya kasus influenza di sejumlah wilayah Indonesia, orang tua kembali diingatkan untuk memperkuat perlindungan keluarga, salah satunya melalui vaksin influenza anak.

Data pemantauan influenza pada pertengahan September 2026 menunjukkan positivity rate influenza mencapai 46 persen, naik dari 35 persen pada minggu sebelumnya. Dari 185 spesimen yang diperiksa pada 13–19 September 2026, sebanyak 86 spesimen terdeteksi positif influenza.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan untuk anak mulai usia 6 bulan. Vaksinasi tidak hanya bertujuan mengurangi kemungkinan anak terkena influenza, tetapi juga membantu menurunkan risiko penyakit berat dan komplikasi.

Kenapa Vaksin Influenza Anak Harus Diberikan Setiap Tahun?

Berbeda dari beberapa vaksin yang jadwal pemberiannya tidak perlu dilakukan setiap tahun, vaksin influenza memang perlu diperbarui secara berkala. Alasannya, virus influenza terus mengalami perubahan. Virus dapat mengalami perubahan antigen yang membuat strain yang beredar dari waktu ke waktu tidak selalu sama.

Read More

“Vaksinasi influenza harus diberikan setiap tahun karena virus influenza terus berevolusi melalui antigenic drift dan antigenic shift,” jelas Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp IPT(K), dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis IDAI.

Vaksin influenza tahunan dirancang dengan mempertimbangkan strain influenza yang diperkirakan akan beredar pada periode berikutnya. Karena itu, perlindungan dari vaksinasi sebelumnya tidak otomatis berarti seseorang tidak membutuhkan vaksin pada tahun berikutnya.

Dengan kata lain, vaksin influenza tahunan merupakan bagian dari perlindungan yang perlu diperbarui, bukan tanda bahwa vaksin sebelumnya “gagal”.

Seberapa Besar Manfaat Vaksin Influenza pada Anak?

vaksin influenza anak, vaksin flu

IDAI menyebut vaksin influenza dapat mengurangi risiko infeksi sekitar 40–60 persen. Selain membantu menurunkan kemungkinan terinfeksi, vaksinasi juga dapat mengurangi keparahan penyakit dan risiko komplikasi. Hal ini menjadi penting karena influenza pada anak tidak selalu berhenti pada gejala demam dan batuk.

Pada kelompok anak tertentu, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, termasuk pneumonia, perburukan asma, miokarditis, hingga ensefalopati.

Data IDAI menunjukkan sekitar 5 persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan perawatan di rumah sakit. Dari kelompok anak yang dirawat tersebut, sekitar 80 persen merupakan anak berusia di bawah 2 tahun, dan sekitar setengahnya berusia kurang dari 6 bulan.

Karena itu, perlindungan terhadap influenza perlu diperhatikan sejak anak masih kecil.

Ada alasan lain mengapa vaksinasi influenza pada anak penting bagi keluarga. Anak dapat menjadi salah satu sumber penularan influenza di rumah karena mereka melakukan banyak kontak dengan orang lain, baik di sekolah, daycare, tempat bermain, maupun lingkungan keluarga.

“Selain itu, vaksinasi pada anak juga melindungi anggota keluarga lain, terutama bayi di bawah 6 bulan yang belum bisa divaksinasi,” kata Prof. Anggraini.

Bayi berusia di bawah 6 bulan belum menjadi kelompok yang dapat menerima vaksin influenza sendiri. Karena itu, perlindungan dari lingkungan sekitar menjadi semakin penting.

Ketika anggota keluarga yang memenuhi syarat vaksinasi mendapatkan imunisasi, risiko paparan virus di lingkungan rumah diharapkan dapat ditekan.

Siapa Saja yang Perlu Mendapatkan Vaksin Influenza?

IDAI merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan untuk semua anak mulai usia 6 bulan. Vaksin influenza tersedia dalam beberapa bentuk, termasuk vaksin inaktif yang dapat berupa trivalen atau kuadrivalen. Ada pula vaksin influenza hidup yang diberikan melalui hidung dan dapat digunakan pada kelompok usia tertentu dengan kondisi sehat.

Jenis vaksin dan jadwal pemberiannya perlu disesuaikan dengan usia serta kondisi kesehatan anak. Karena itu, Mama-Papa sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menentukan jenis dan jadwal vaksin yang sesuai.

Vaksin juga bukan berarti anak sama sekali tidak mungkin terkena influenza. Namun, vaksin membantu memberikan perlindungan terhadap infeksi dan terutama penting dalam menurunkan risiko penyakit yang lebih berat.

Walaupun vaksinasi menjadi salah satu perlindungan utama, kebiasaan sehari-hari tetap perlu dijaga. Prof. Anggraini mengingatkan bahwa pencegahan influenza juga perlu dilakukan melalui penerapan kebiasaan hidup bersih dan etika kesehatan.

Cuci tangan menggunakan sabun secara rutin, terutama setelah beraktivitas di luar rumah. Ajarkan anak menutup mulut dan hidung dengan siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Ketika sedang sakit, hindari kerumunan dan kontak dekat dengan orang lain.

Anak yang sedang mengalami influenza juga sebaiknya tidak dipaksa pergi ke sekolah. “Anak yang sakit harus diisolasi di rumah, tidak boleh dibawa ke sekolah atau tempat bermain sampai benar-benar pulih,” ujar Prof. Anggraini.

Anak dapat kembali ke sekolah setelah setidaknya 24 jam bebas demam tanpa obat penurun panas dan gejala penyertanya sudah membaik.

Bagaimana Jika Anak Sudah Terkena Influenza?

Vaksinasi merupakan langkah pencegahan, tetapi orang tua tetap perlu mengetahui apa yang harus dilakukan jika anak akhirnya terinfeksi. Perawatan di rumah umumnya meliputi istirahat yang cukup, memastikan kebutuhan cairan terpenuhi, dan memberikan obat penurun demam sesuai indikasi.

Pada anak dengan risiko tinggi atau mengalami gejala berat, dokter dapat mempertimbangkan pemberian antivirus. Obat antivirus seperti oseltamivir bekerja paling efektif bila diberikan sedini mungkin, terutama dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul.

“Pemberian antivirus harus berdasarkan evaluasi dokter. Jangan memberikan obat tanpa resep,” tegas dr. Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp H.Onk(K), Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI.

Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya seperti sesak atau napas cepat disertai tarikan dinding dada, anak tampak kebiruan atau pucat, kejang, tidak mau minum, tanda dehidrasi, atau anak tampak sangat mengantuk dan sulit dibangunkan.

Jadi, perlu vaksin influenza setiap tahun? Jawabannya dalam rekomendasi IDAI adalah vaksinasi influenza tahunan anak mulai usia 6 bulan. Pemberian vaksin secara berkala penting karena virus influenza terus berubah dan komposisi vaksin disesuaikan dengan strain yang diperkirakan beredar.

Namun, perlindungan tidak berhenti pada vaksinasi. Kebiasaan mencuci tangan, etika batuk, menghindari kontak saat sakit, memastikan anak cukup minum dan beristirahat, serta mengenali tanda bahaya tetap menjadi bagian penting dari perlindungan keluarga.

Di tengah meningkatnya aktivitas influenza, Mama dan Papa tidak perlu panik. Yang penting adalah memahami risikonya, melakukan pencegahan secara konsisten, dan segera mencari pertolongan medis ketika kondisi anak menunjukkan tanda bahaya.

Dengan perlindungan yang dilakukan bersama-sama, bukan hanya anak yang dijaga, tetapi juga anggota keluarga lain yang lebih rentan terhadap infeksi influenza.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

60 ÷ = ten