Berikan Pendidikan Layak untuk Anak, Pondasi Wujudkan Generasi Emas 2045

Setiap anak Indonesia bisa maju. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Sayangnya tidak semua orang tua bisa memenuhinya. Bukannya tidak ingin, namun faktanya ada beberapa kondisi yang dapat menghambatnya. Salah satunya disebabkan karena keterbatasan biaya.

Dewasa ini, biaya pendidikan yang terus meningkat sedikit banyak membuat orang tua kewalahan. Berbagai upaya seperti menabung dan menyiapkan dana pendidikan tentu saja dilakukan. Sebagai orang tua, MamPap tentu saja ingin mendukung dan berupaya agar anak-anak bisa ‘terbang tinggi mengepakkan sayapnya’ hingga sukses. Benar bukan?

Meskipun pada kenyataannya, tidak sedikit anak-anak yang putus sekolah di tingkat Sekolah Dasar. Setidaknya fakta ini diungkapkan Prof. Dr. Seto Mulyadi, M.Si. Selaku Ketua Umum LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) saat ditemui di acara Jumpa Pers perayaan #70TahunSGM, PT Sarihusada Generasi Mahardika (SGM) yang dilangsungkan belum lama ini.

Wujudkan Generasi Emas 2045

Bacaan Lainnya

Ia memaparkan fakta jumlah Angka Putus Sekolah (APS) saat ini masih didominasi tingkat SD, “Setiap anak Indonesia berhak memperoleh akses pendidikan dan nutrisi selain pola asuh yang baik, sebagai fondasi penting agar mereka tumbuh menjadi #GenerasiMaju. Namun sayangnya, tidak sedikit anak-anak Indonesia yang menghadapi tantangan untuk bisa maju, terutama terhadap akses pendidikan. Terdapat lebih dari 40.000 anak Indonesia putus sekolah di tingkat Sekolah Dasar.

Psikolog atau yang akrab disapa Kak Seto ini juga menjelaskan, selain mendapatkan pendidikan yang layak, masih ada beberapa hak dasar lain yang wajib diberikan oleh orang tua pada anaknya.

4 Hak Dasar untuk Anak

Ada empat pilar utama hak anak yang tercantum dalam Konvensi Hak Anak, seperti yang dijelaskan Kak Seto, yaitu:

1.Hak kelangsungan hidup
2.Hak perlindungan
2.Hak tumbuh kembang
4.Hak partisipasi

Hak-hak ini didasarkan pada prinsip non-disikriminasi dan setiap tindakan harus mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak.

Lebih lanjut, Kak Seto juga menguraikan bahwa hak untuk hidup ini menjadi hak dan kebutuhan kebutuhan dasar semua anak, dimana orang tua wajib memberikan makanan yang bergizi dan cukup untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Termasuk menyediakan pakaian yang layak sesuai dengan kebutuhan anak. Dan tentu saja menyediakan tempat tinggal yang aman, bersih, dan nyaman.

Sedangkan, hak untuk mendapatkan pendidikan, baik pendidikan formal dengan menyekolahkan anak sesuai dengan jenjang pendidikannya dan memastikan anak mendapatkan pendidikan yang baik, memberikan pendidikan fnformal dengan mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan keterampilan hidup yang penting melalui contoh sehari-hari dan bimbingan langsung menjadi hak anak untuk bisa tumbuh berkembang dengan baik. Termasuk di dalamnya dengan memberikan stimulasi kognitif untuk merangsang perkembangan otak dan keterampilan berpikir anak yang bisa diberikan sejak di dalam kandungan.

Meskipun pendidikan merupakan salah satu hak yang wajib diberikan pada anak, fakta di lapangan membuktikan banyak orang tua yang tidak bisa memenuhinya. Padahal, seperti yang dikatakan Kak Seto, jenjang pendidikan dasar bagi seorang anak merupakan tahap krusial dan sangat berpengaruh bukan hanya pada perkembangan akademis, tetapi juga pembentukan pribadi anak.

“Ini menjadi kunci pada berbagai aspek perkembangan dalam membentuk wawasan dan kemampuan dasar yang diperlukan anak untuk fase kehidupan selanjutnya,” ujar Kak Seto.

Hal senada pun diungkapkan Drs. I Nyoman Rudi Kurniawan, M.T selaku Direktur Sekolah Menengah Pertama dari Kemendikbudristek. Di temui di acara yang sama, ia menegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan jenjang krusial karena di jenjang ini anak-anak memperoleh pengetahuan dasar, keterampilan, dan nilai-nilai yang akan membentuk karakter mereka di masa depan.

Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih mengalami krisis pembelajaran dimana Asesmen Nasional (AN) 2021 menunjukkan bahwa Indonesia mengalami darurat literasi – terdapat 1 dari 2 peserta didik belum mencapai kompetensi minimum literasi.

Apa yang diutarakan Drs. I Nyoman Rudi tentu saja cukup memprihatinkan. Mengingat bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat krusial dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 karena beberapa alasan fundamental yang memengaruhi berbagai aspek pembangunan bangsa.

Pendidikan Layak Bantu Wujudkan Generasi Emas 2045

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana visi Indonesia Emas 2045 bisa diwujudkan apabila hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, dimulai dari Sekolah Dasar saja tidak bisa terpenuhi?

Tidak bisa dipungkiri, pendidikan menjadi elemen penting yang dibutuhkan #GenerasiMaju untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan mewujudkan generasi emas 2045. Dengan pendidikan yang layak dan mumpuni, anak-anak akan memiliki fondasi yang kuat karena akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Bukankah sumber daya manusia yang unggul adalah kunci untuk mencapai kemajuan di berbagai bidang? Dengan pendidikan yang layak, anak-anak dapat menjadi individu yang memiliki keterampilan dan pengetahuan cukup untuk berkontribusi secara efektif dalam dunia kerja.

Ini tentu menjadi ‘pekerjaan rumah’ banyak pihak, tidak hanya pihak pemerintah saja. Dalam hal ini, Drs. I Nyoman Rudi mengatakan bahwa penguatan karakter serta pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu tantangan terbesar dunia pendidikan.

Untuk itulah Kemendikbudristek mengeluarkan beberapa kebijakan baru seperti kebijakan Merdeka Belajar dan dikeluarkan untuk membantu terwujudnya sekolah yang kita cita-citakan dan dilakukan melalui program Gerakan Sekolah Sehat yang berfokus pada 5S, yaitu: Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa dan Sehat Lingkungan.

“Tentunya dalam mengatasi segala tantangan pemerataan akses pendidikan ini diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat dimana Pemerintah, sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat luas perlu bersatu padu dan bekerja sama.”

Orang Tua Setuju Pendidikan Menjadi Modal Utama #GenerasiMaju

MamPap tentu setuju jika tidak ada satu orang tua pun yang ingin melihat anaknya menderita, hidup susah. Bisa hidup menjadi individu yang mandiri dan memiliki masa depan cemerlang, tentu menjadi keinginan semua orang tua.

Sebagai ibu dari 3 orang tua anak, Arumi Bachsin selaku seorang public figure juga memiliki harapan yang sama. “Semua orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, tak terkecuali saya sendiri. Sebagai seorang ibu, saya ingin anak-anak saya pun memiliki tumbuh kembang yang maksimal melalui pemenuhan nutrisi yang optimal dan pendidikan yang baik.”

Oleh karena itulah perempuan kelahiran 19 Februari 1994 ini selalu ingin memastikan bahwa anak-anak dapat mengenyam pendidikan dasar yang kuat untuk menjadi bekal perkembangan mereka nantinya. Ia berharap kelak semua buah hatinya bisa menjadi generasi-generasi emas yang bisa membangun Indonesia dengan baik.

Tidak hanya Arumi, padangan serupa juga ‘disuarakan’ para #mamasquads. Febria, perempuan yang berkerja sebagai copy writer ini mengatakan bahwa pendidikan anak penting untuk mendukung Indonesia emas karena menjadi  pondasi membangun bangsa negara memang perlu dimulai dari pengetahun dan pendidikan.

“Ini bisa dienyam anak anak sejak dini baik dari rumah atau sekolah. Tidak hanya pendidikan formal, anak juga butuh pendidikan non formal. Sayangnya kondisinya memang banyak hambatan, terutama di pendidikan karen pendidikan itu masig tidak merata. Baik dari fasilitas, kurikulum, tenaga pengajar dan ekonomi.

Tentu ini harus jad konsen semua pihak, khususnya pemerintah. Apalagi sistem pendidikan nasional masih sering gonta ganti sehingga masa penyesuaian belum selesai, eh, ada lagi yang baru. Termasuk dengan berbagi aturan sistem yang kadang malah bikin riweh sehingga untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu seringkali perlu biaya besar. Pemerintah belum punya goal jangka pendek dan panjang yang perlu disosialisasikan ke masyarakat,” paparnya saat berbincang dengan Parentsquads.

Sementara, Amanda, ibu dari dua orang anak memberikan pandangan serupa. “Tentu pendidikan pegang peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 karena kita membutuhkan SDM berkualitas tinggi yang bisa bersaing di tingkat global dan punya keterampilan relevan dengan perkembangan zaman.

Lagi pula, dengan pendidikan yang berkualitas juga akan berperan dalam mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik di masa depan serta mendukung agar anak-anak bisa jadi pemimpin yang bijaksana, etis, dan visioner. Ya, sayangnya, kalau berbicara soal pendidikan di Indonesia, memang belum merata, ya. Masih banyak anak-anak yang tidak beruntung, mendapatkan pendidikan yang layak.”

Program Bantuan Dana Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk Anak Generasi Maju Indonesia

Wujudkan Generasi Emas 2045

Sebagai pelopor produk nutrisi anak di Indonesia sejak 1954, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) juga menyadari pentingnya pendidikan untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. Agar tumbuh kembang anak Indonesia optimal, tentu saja perlu diberikan nutrisi dan akses pendidikan yang baik.

Oleh karena itulah, dalam rangka perayaan  #70TahunSGM, SGM meluncurkan Program Bantuan Dana Pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) bagi 70 anak Generasi Maju Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia, yang juga sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun Generasi Emas 2045.

Patrisia Marlina, Head of Brand SGM Eksplor menuturkan bahwa SGM Eksplor percaya bahwa anak adalah aset terbesar bangsa. Kesuksesan bangsa dalam memupuk potensi anak Indonesia tidak hanya akan menjadikan mereka generasi yang lebih baik, tetapi juga dapat menghasilkan generasi-generasi mendatang untuk peningkatan kemajuan bangsa Indonesia secara konsisten.

Setelah menemani para orang tua dalam mengoptimalkan nutrisi anak melalui sejarah panjang kehadiran SGM Eksplor selama 70 tahun di Indonesia, SGM Eksplor ingin terus mewujudkan komitmennya melalui penyediaan nutrisi terbaik untuk si kecil beserta Program Bantuan Dana Pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Hal ini juga merupakan bentuk apresiasi kami kepada para bunda yang telah memilih SGM Eksplor. Karenanya, pemenuhan akses nutrisi optimal dan pemberian bantuan dana untuk akses pendidikan ini menambah alasan para bunda dari berjuta alasan yang ada untuk menjadikan SGM Eksplor sebagai satu-satunya pilihan susu terbaik yang mendukung Generasi Emas Indonesia 2045,” tukasnya.

Kesempatan untuk mendapatkan bantuan dana pendidikan lewat Program Beasiswa 70 Anak Indonesia yang digagas SGM ini terbuka untuk siapa saja. Artinya, jika MamPap ingin mendapatkannya bisa langsung mengikuti Program Bantuan Dana Pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) yang sudah dibuka sejak 7 Juni sampai dengan 31 Juli 2024 mendatang.

Syaratnya si kecil yang berusia 1 – 6 tahun dengan mengirimkan kode unik yang ada di dalam kemasan produk SGM Eksplor 1+, SGM Eksplor 3+, SGM Eksplor 5+atau SGM Eksplor Soya 1+. Selain itu, tuliskan juga alasan mengapa si anak berhak mendapatkan bantuan dana pendidikan melalui www.generasimaju.co.id.

Pendidikan memainkan peran kunci dalam mewujudkan Generasi Emas 2045, karena melalui pendidikan, berbagai aspek penting dalam pengembangan individu dan masyarakat dapat ditingkatkan secara signifikan. Sebagai orang tua, semoga kita bisa memberikan pendidikan yang layak dan mumpuni, ya, MamPap.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 46 = fifty one