Jeda Dulu, Ini Tanda-Tanda Mama Mengalami Overstimulasi dan Cara Mengatasinya

overstimulasi pada ibu

Ketika mendengarkan bayi menangis, teriakan tantrum balita sambil menarik-narik baju Mama, hingga suara notifikasi dari ponsel Mama yang terus berbunyi. Semua stimulasi berlebihan ini dapat membuat Mama cukup merasa “kewalahan” hingga akhirnya mengalami overstimulasi pada ibu.

Kalau ini terjadi, bukan hanya kewalahan, Mama mungkin akan merasa lebih emosional, mudah marah, rasanya ingin membentak semua orang yang ada di sekitar Anda, atau menyendiri di kamar mandi hanya sekadar untuk ‘bernapas’. 

Apa itu Overstimulasi pada Ibu?

Overstimulasi pada ibu bukan hanya perasaan “kewalahan.” Ini adalah respons neurologis yang nyata terhadap kelebihan rangsangan sensorik yang dapat membuat ibu merasa lelah, mudah tersinggung, dan benar-benar kelelahan. 

Overstimulasi terjadi ketika otak Anda menerima lebih banyak input sensorik daripada yang dapat diproses dengan nyaman. Sepanjang hari, tubuh Anda terus-menerus menerima informasi melalui suara, sentuhan, gerakan, dan input visual. Anak yang rewel dan clingy, banyak suara  percakapan, kebisingan, ditambah semua tugas rumah tangga yang menambah beban.

Read More

Hal-hal tersebut dapat membuat tubuh beralih ke respons stres. Karena  itulah, hal ini biasanya terjadi pada ibu dengan balita

Tanda Overstimulasi pada Ibu

Berikut beberapa tanda bahwa Mama mungkin mengalami overstimulasi: 

  1. Cemas dan gelisah. 
  2. Terus gelisah hingga tidak nyaman duduk diam. 
  3. Mudah tersinggung atau marah.
  4. Sulit fokus
  5. Otot tegang atau nyeri di leher. 
  6. Ada perasaan ingin melarikan diri atau kabur. 
  7. Butuh waktu atau ruang menyendiri. 
  8. Merasa “kelelahan” atau tidak ingin berinteraksi dengan orang lain. 
  9. Menutup telinga atau mata.. 
  10. Sensitivitas terhadap suara, sentuhan, atau pertanyaan berulang. 
  11. Merasa “penuh” secara mental atau tidak mampu memproses lebih banyak lagi. 

Ini bukan pertanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan Anda ya, Mama. Ini adalah pertanda bahwa Anda telah “mencapai batasnya” untuk saat ini.

Mengapa  Hal Ini Sering Terjadi pada Ibu?

overstimulasi pada ibu, ibu stres

Menjadi ibu membawa kombinasi unik dari tuntutan fisik, emosional, dan mental yang dapat membuat stimulasi berlebihan lebih mungkin terjadi.

Banyak  ibu, terutama ibu dengan balita merasa waktu “istirahat” mereka yang sebenarnya sangat sedikit. Bahkan ketika keadaan tampak tenang, otak ibu masih tetap ‘bekerja’ untuk merencanakan, mengantisipasi, dan mengelola apa yang akan terjadi selanjutnya. Beban mental yang berkelanjutan ini menambah tingkat stimulasi keseluruhan yang diproses tubuh Anda.

Ada juga beberapa faktor utama yang cenderung memperkuat perasaan ini, seperti:

  • Sentuhan fisik yang konstan dari menggendong, memberi makan, dan bermain dengan anak-anak. 
  • Tidur yang terganggu atau tidak konsisten. 
  • Perubahan hormonal, terutama pascapersalinan. 
  • Waktu yang terbatas untuk menenangkan diri atau pemulihan. 

Secara bersamaan, hal-hal ini dapat mendorong sistem saraf Anda menuju kelebihan beban.

Cara Mengatasi Overstimulasi pada Ibu

Ketika stimulasi berlebihan terjadi lebih sering dan menjadi pola harian, hal itu dapat berkontribusi pada stres berkelanjutan dan kelelahan emosional. 

Hal ini mungkin akan memengaruhi kondisi mental Mama. Seiring waktu, ini dapat memengaruhi kualitas tidur, suasana hati, dan kemampuan Anda untuk ‘merasa hadir’ dalam momen sehari-hari.

Karena itu, penting untuk mengenali stimulasi berlebihan sejak dini untuk merespons tubuh Anda sebelum berkembang menjadi sesuatu yang lebih berat.

Berikut beberapa cara yang dapat membantu Anda mengatasi momen-momen stres tinggi dalam kehidupan sehari-hari dan merasa lebih terkendali dalam jangka panjang. 

1. Terima Emosi Anda

Kita semua perlu mengidentifikasi apa yang memicu emosi kita dan menerima keterbatasan kita sendiri. Terlalu banyak kebisingan dan interaksi tanpa henti dengan anak-anak, khususnya balita memang bisa menguji kesabaran dan menguras energi. 

Ketika tenang, Anda juga bisa  belajar bagaimana menemukan solusi dan apa yang Mama butuhkan. 

2. Prioritaskan Waktu Istirahat

Sama seperti ponsel perlu diisi daya saat baterainya habis, Mama juga perlu memberi diri Anda waktu untuk mengisi ulang energi setiap hari. Tergantung pada kondisi Anda, penting untuk membiarkan diri Anda meminta bantuan dari keluarga dan teman yang dipercaya untuk membantu dalam pengasuhan si kecil. 

Anda harus menemukan cara kreatif untuk memasukkan waktu istirahat ke dalam hari Anda. Misalnya, bangun lebih pagi untuk bisa mendapatkan waktu untuk diri sendiri, atau tidur lebih cepat atau tidak lebih dari jam 10 malam. 

3. Ambil Waktu Jeda untuk Diri Sendiri

Ketika anak sedang tidak bisa Anda atasi, pindah ke ruangan lain selama satu menit jika aman untuk melakukannya. Kurangi kebisingan, tutup mata Anda sebentar atau kurangi rangsangan visual. Tarik napas perlahan dan teratur untuk menenangkan Anda. 

Jeda singkat seperti ini dapat membantu tubuh keluar dari respons stres yang meningkat.

Jika memungkinkan, Mama juga dapat menyempatkan diri keluar rumah untuk menghirup udara segar atau berjalan-jalan sebentar, dengan menitipkan anak pada orang terpercaya.  Memprioritaskan tidur sebanyak yang Anda bisa juga dapat membantu. 

4. Sederhanakan Jadwal Anda

Laura Lindekugel, LMFT, SEP, seorang terapis pernikahan dan keluarga di Edina, Minnesota menyarankan, di awal hari, pikirkan aktivitas mana yang akan membutuhkan lebih banyak energi Anda, dan rencanakan waktu istirahat sebelum dan sesudahnya.

5. Jangan Takut Mengatakan “Tidak”

Baik kita mengalami overstimulasi atau tidak, kita semua perlu belajar bagaimana mengatakan “tidak” pada berbagai permintaan dan tuntutan waktu kita dari orang lain. Fokuslah pada hal yang Mama anggap bermakna dan beri diri Anda izin untuk sekadar mengatakan, “Itu tidak perlu atau tidak bermanfaat untuk saya saat ini”.  

Kapan Harus Mencari Bantuan?

Jika stimulasi berlebihan sering terjadi atau mulai memengaruhi suasana hati, tidur, atau kehidupan sehari-hari Anda, ada baiknya Mama berkonsultasi dengan ahli professional. 

Terkadang perasaan ini terkait erat dengan faktor lain seperti stres kronis, kecemasan, perubahan pascapersalinan, atau gangguan tidur yang berkelanjutan. Melihat gambaran keseluruhan dapat membantu mengidentifikasi apa yang paling dibutuhkan tubuh Anda.

Merasa overstimulasi bukan berarti Mama melakukan sesuatu yang salah. Itu berarti tubuh Mama merespons tingkat permintaan dan masukan yang tinggi.

Menjadi seorang ibu seringkali mengharuskan Anda untuk selalu “aktif” dalam berbagai hal sekaligus. Meluangkan waktu untuk mendukung sistem saraf Anda sendiri tidak mengurangi waktu bersama keluarga. Itu adalah bagian dari merawat diri sendiri dengan cara yang memungkinkan Anda untuk terus hadir dengan tenang dan terhubung untuk keluarga.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

÷ one = seven