Tadinya perempuan ini seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai kurir. Hingga kemudian, rasa empati membawanya hingga menjadi seorang caregiver secara otodidak. Perempuan ini bernama Siti Mariam (30), dan inilah kisah ibu pekerja caregiver yang memiliki penghasilan di atas UMR DKI Jakarta.
Sejak masih duduk di bangku sekolah, Siti Mariam (30) tak pernah sekalipun terpikir ingin bekerja di bidang medis. Ibu 3 anak ini membayangkan dirinya menjalani profesi yang berbeda. Dulu, saat masih duduk di bangku sekolah menengah, Mariam pernah bercita-cita sebagai pegawai KAI. Kalau pun melenceng dari itu, minimal ia ingin bekerja yang sesuai dengan jurusan pendidikannya di sekolah menengah atas (SMK Darussalam Jakarta), yakni Marketing.
Namun pengalaman Mariam menemani anaknya yang sakit dan dirawat inap di rumah sakit justru membawanya menjadi seorang caregiver di kemudian hari.
“(Waktu itu) Agustus tahun 2025, saat anak saya dirawat di rumah sakit. Pasien yang kamarnya di depan kamar anak adalah seorang lansia dan nggak ada yang nemenin,” tutur Mariam mengawali kisahnya kepada Parentsquads.
Melihat seorang lansia yang sakit namun tidak ditemani sanak keluarga membuat hati Mariam sedih. Inilah yang kemudian memunculkan rasa penasarannya tentang bagaimana mengurus seorang lansia.
“Jadi saya cari-cari tahu info bagaimana menjadi perawat lansia non medis. Dari situ saya mulai mencoba membuat video di Tiktok soal caregiver,” kata wanita kelahiran 21 Mei 1996 ini lagi.
Mariam juga belajar dari menonton video-video di platform Youtube. Berbekal tontonan-tontonan itulah Mariam akhirnya memantapkan diri untuk memulai jalan hidup sebagai seorang caregiver.
Saat Parentsquads memastikan sekali lagi bahwa dirinya memang tidak pernah mengikuti kursus atau program pelatihan profesional di bidang keperawatan, Mariam kembali menegaskan, “Tidak ada, hanya otodidak lihat-lihat di YouTube sama memperhatikan suster bekerja, bagaimana mereka mengganti popok lansia, membersihkan badan, dan lain-lain.”
Dari Kurir E-Commerce, Lalu Jaga Pasien di RS dan Bayi di Mol

Mariam pun akhirnya memulai profesinya sebagai caregiver meskipun tidak mengikuti pelatihan di bidang medis termasuk pengalaman mengurus orang sakit. Lantas apa pekerjaan Mariam sebelumnya?
Jauh sebelum memutuskan menjadi caregiver, Mariam sempat bekerja di sebuah pabrik garmen bagian cutting bahan. Ia berhenti karena datang pandemi Covid-19.
Di tahun 2021, ia kemudian beralih profesi menjadi kurir di salah satu platform e–commerce Tanah Air yang beroperasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun pekerjaan ini hanya dijalani sekitar 6 bulan saja.
Maria mengaku, terpaksa menjalani pekerjaan yang banyak didominasi kaum pria ini, “Efek pandemi, jadi butuh pemasukan tambahan. Bagian logistik ini yang kerjanya nggak berhenti di masa pandemi, justru makin butuh lebih banyak kurir saat itu,” katanya.
Sekarang, dengan bangga Mariam mengenalkan dirinya sebagai seorang caregiver –terhitung dari September 2025. “Jasa Caregiver, Baby sitter & Personal Assistant,” demikian keterangan profesi Mariam yang tertera pada bio akun Instagram-nya, @myambu.caregiver.
Harga Murah Meriah Nampol!
Penghasilan Mariam sebagai kurir e-commerce tidak menentu, tergantung dari jumlah paket yang berhasil diantarkannya. Yakni dengan kisaran komisi Rp2.000 hingga Rp2.600 per paketnya.
Sementara menjalani profesi barunya caregiver, Mariam bisa mendapatkan pendapatan yang lebih baik. Belum lagi, pekerjaan ini terbilang fleksibel karena Mariam bisa mengatur waktu pada saat melakukan pekerjaan di bidang jasa ini.
Sebagai pekerja jasa sebagai Caregiver, berikut harga jasa yang ditetapkan Mariam:
- Rp20.000/jam
- Rp150.000/8 jam
- Rp200.000/12 jam
- Rp400.000/24 jam
Mariam menetapkan aturan kerja bahwa dirinya hanya menerima pekerjaan untuk wilayah Jabodetabek, dan areanya pun terbatas hanya yang dilalui oleh transportasi umum –Mariam tinggal di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Sebagai Caregiver, berikut ini tugas dan tanggung jawab yang ditawarkan Mariam:
- Menemani berobat atau kontrol rutin
- Mengurus administrasi (rumah sakit, perpanjangan rujukan, dll)
- Menemani rawat inap
- Membantu pemberian makan dan obat
- Mengurus keperluan pasien, dan lainnya.
Sementara untuk jasa baby sitter dan personal assistant, yang bisa dikerjakan Mariam adalah:
- Menemani anak
- Menemani anak selagi orangtuanya me time atau ada pertemuan
- Menemani anak di playground
- Menemani anak mengambil rapor
- Menemani anak berbelanja atau menonton bioskop
- Membantu mengurus acara/event atau lainnya
Meski Jarang Berkumpul, Keluarga Mendukung

Mariam mengaku, menjalani peran ganda saat ini juga atas dukungan penuh dari sang suami tercinta, Diant Fernando (39)., termasuk ketiga anaknya (usia 10, 7 dan 2 tahun). Meski hari-hari jarang berada di rumah, tapi mereka semua bersyukur, karena sejak menjadi seorang Caregiver, keluarganya sudah tidak pernah lagi kekurangan secara finansial.
Ya, saat ini penghasilan yang bisa Mariam kumpulkan setiap bulannya tidak main-main. Bisa dibilang sangat memuaskan. “Ada lah, di atas UMR DKI Jakarta,” terangnya.
“Alhamdulillah, semenjak bekerja sebagai Caregiver, kami sudah tidak kekurangan secara finansial lagi. Rezeki datang terus setiap harinya, bahkan banyak yang booking dan tidak ter-handle.”
Mariam sengaja tidak menerima pekerjaan di jam sekolah anak-anak. Ia sudah berkomitmen untuk meluangkan waktu mengantar dan menjemput anak pertama dan keduanya sekolah.
“Nanti setelah mereka pulang sekolah, baru saya ambil job. Atau kalau menginap di rumah sakit seminggu full, setelahnya selama 2 hari saya akan diam di rumah, main sama anak-anak,” terang Mariam.
Suka & Duka Kisah Ibu Pekerja Caregiver
“Kerja di rumah sakit, taunya cuma jadi caregiver doang, ngurusin orang sakit. Mana mahal banget Rp20K/jam,” inilah salah satu komen pedas yang pernah diterima Mariam. Komentar semacam ini banyak diterima, namun Maria tidak memedulikannya dan tidak membuatnya menjadi patah arang.
Terkait dengan penentuan harga jasa, Mariam mengatakan bahwa dirinya tidak sembarangan. Sebab harga untuk jasanya sudah disesuaikan dengan harga dari teman-teman sesama caregiver lainnya.
“Tapi saya modifikasi lagi sesuai job saya. Nggak terlalu mahal lah, yang penting setiap hari ada yang pesan, dan mereka yang pesan balik lagi ke saya karena kinerja saya dan kenyamanan yang saya berikan,” tuturnya.
Duka lainnya adalah ketika pasien yang dijaganya sudah dalam kondisi sakit parah dan meninggal beberapa hari kemudian. “Itu yang bikin sedih. Biasanya saya kan menemani pasien dari sakit sampai sembuh, tapi pernah ada satu waktu saya menemani pasien dari sakit sampai tutup usia.”
Terlepas dari hal-hal tidak mengenakan yang dialaminya sebagai caregiver, Mariam sangat menikmati profesinya ini. Ia senang karena bisa banyak bertemu orang baru, orang-orang baik, orang-orang penting, serta bisa menambah ilmu dan pengalaman dalam hidupnya.
“Yah, meski nggak bisa ketemu anak setiap hari, karena waktunya habis di luar, saya bersyukur saja. Tidak ada pekerjaan yang mudah, selagi masih bisa saya kerjakan, saya akan kerjakan.
Mariam benar. Selagi keluarga mendukung dan kita masih bisa menjadi bermanfaat bagi orang lain, jalani saja.










and then