Ada banyak cara sederhana untuk membuat anak gemar berolahraga, seperti lari. Pertanyaannya, sudahkah Mama Papa menumbuhkan agar anak senang olahraga lari?
Olah raga ini tidak hanya ‘murah’ dan menyehatkan tubuh, tapi juga bisa menjadi bagian aktivitas menyenangkan. Pada saat anak senang olahraga lari, maka ketangkasan, stamina, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri akan semakin meningkat.
Mengajak anak lari di pagi atau sore bisa dijadikan ‘ritual’ berharga antara orang tua dan anak. Saat berlari bersama, anak belajar arti konsistensi, mengatur napas, hingga merasakan serunya bergerak bebas di ruang terbuka.
Namun, di balik manfaat olah raga lari bagi anak, tidak sedikit orang tua yang memiliki kekhawatiran terkait dengan perlindungan kulitnya. “Kalau terlalu lama di bawah matahari, bagaimana jika kulit anak jadi merah-merah, bahaya nggak ya?” Pertanyaan semacam ini bisa muncul, tidak hanya pada saat mengajak anak lari, tapi termasuk ketika anak hobi bermain di luar ruangan.
Bermain di bawah matahari sebenarnya adalah bagian alami dari masa kecil. Selain menyenangkan, sinar matahari juga sangat penting untuk kesehatan tulang anak, karena membantu pembentukan vitamin D.
Meski begitu, sinar matahari juga punya sisi lain yang perlu diwaspadai. Paparan berlebihan, terutama di waktu yang tidak tepat (siang hari), justru bisa berbahaya. Kulit anak lebih tipis dibanding orang dewasa, sehingga perlindungannya belum sempurna. Akibatnya, sinar ultraviolet (UV) lebih mudah menembus dan meninggalkan dampak jangka panjang.
Penelitian dalam jurnal Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology menunjukkan bahwa paparan UV berlebihan sejak usia dini berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker kulit di masa depan.
Berbagai studi juga menyebutkan paparan tanpa perlindungan berulang bisa memicu penuaan dini, pigmentasi, dan iritasi kulit. Ironisnya, kerusakan ini bersifat kumulatif. Artinya, setiap paparan sekecil apa pun akan menumpuk seiring waktu.
Latih Anak Senang Olahraga Lari, Jangan Lupa Perlindungan Kulit

Tahukah Mama-Papa? Kulit anak ternyata lebih tipis dibanding orang dewasa, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar UV.
Meski banyak orangtua sudah paham pentingnya sunscreen, faktanya penggunaannya pada anak masih rendah. Alasannya cukup klasik, mulai dari eksturnya terasa berat, lengket, atau meninggalkan lapisan putih yang membuat anak enggan memakainya.
Belum lagi jika harus dioleskan ulang di tengah aktivitas luar ruangan. Bagi sebagian orang tua, harus mengoleskan ulang sunscreen saat anak asyik bermain juga jadi tantangan tersendiri. Alhasil, banyak yang akhirnya memilih membiarkan saja dengan harapan tidak terjadi apa-apa.
Untuk menjawab kebutuhan ini, kini hadir inovasi Amara 2 in 1 Soothing Sunscreen, sunscreen khusus anak dengan formula unik yang ringan dan nyaman. Dalam satu kemasan, terdapat dua lapisan: soothing gel untuk menenangkan kulit serta sunscreen fisik SPF 50 PA++++ untuk perlindungan optimal dari sinar UVA dan UVB. Teksturnya ringan, cepat menyerap, dan aman digunakan sejak usia 6 bulan.
Kini, menjaga kulit anak dari bahaya sinar matahari bukan lagi sekadar tren atau gaya hidup, melainkan kebutuhan dasar. Dengan perlindungan yang tepat, orangtua bisa lebih tenang membiarkan anak aktif berlari, bermain, dan bereksplorasi di luar ruangan.
Tips Menumbuhkan Kegemaran Anak untuk Lari
Ada banyak cara agar anak senang olahraga lari. Berikut beberapa tips yang bisa Mama Papa lakukan.
-
Jadikan Lari Sebagai Aktivitas Seru
Anak-anak belajar lebih cepat lewat aktivitas seru seperti bermain. Alih-alih menyuruh anak “ayo olahraga”, coba ubah menjadi kegiatan seru seperti kejar-kejaran, lomba lari kecil di halaman, atau membuat rintangan sederhana. Anak akan menganggap lari sebagai bagian dari permainan, bukan kewajiban.
-
Mulai dari Jarak Pendek
Jangan memaksakan anak untuk lari dengan jarak jauh. Cukup mulai dengan 5 hingga 10 menit setiap harinya, kemudian perlahan dapat tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan mereka. Dengan begitu, anak merasa nyaman dan tidak cepat bosan atau lelah.
-
Pilih Waktu yang Tepat
Ajak anak berlari di pagi hari sebelum jam 9 atau sore menjelang matahari terbenam. Udara lebih sejuk, paparan sinar UV lebih rendah, dan suasana pun lebih menyenangkan.
-
Pastikan Anak Mengguankan Perlengkapan yang Nyaman
Sepatu ringan, pakaian berbahan adem dan menyerap keringat serta sunscreen yang nyaman dan aman di kulit akan membuat anak lebih menikmati olagraga atletik yang satu ini, Kalau perlengkapan mendukung, anak jadi tidak rewel.
-
Berikan Apresiasi
Anak sangat senang jika usahanya dihargai. Setelah berlari, berikan pujian tulus atas usah yang sudah dia lakukan. Apresiasi sederhana bisa memicu semangat untuk melakukannya lagi.
-
Lakukan Bersama-sama
Anak meniru orangtuanya. Kalau Mama-Papa ikut berlari, mereka akan melihat dan menganggap aktivitas ini menyenangkan dan terasa sebagai momen kebersamaan.
-
Ajak dalam Acara Fun Run
Dalam waktu dekat, Amara Kids Fun Run 2025 akan digelar, tepatnya pada 25 Oktober 2025 di Hampton Avenue Paramount, Gading Serpong. Perhelatan Fun Run ini sekaligus menjadi momen peluncuran resmi Amara 2in1 Soothing Sunscreen.
Bekerjasama dengan Paramount Land, acara ini mengusung konsep fun run tanpa kompetisi, sehingga semua anak bisa merasakan keseruan yang sama. Setiap peserta akan pulang membawa medali kenang-kenangan, plus pengalaman seru bersama keluarga.
Tak hanya lari, ada banyak kegiatan menarik lainnya seperti animal education, sulap, face painting, magic balon, hingga doorprize istimewa seperti logam mulia, sepeda, dan voucher liburan. Ditambah kehadiran bintang yang akan semakin membuat semarak
Kegiatan seperti Amara Kids Fun Run 2025 bisa memberi pengalaman berlari yang positif. Mengingat konsepnya non-kompetitif, anak akan fokus pada keseruan, bukan tekanan untuk menang. Ini cara efektif menumbuhkan dan membangun anak senang olahraga lari sejak dini.
Partner terpercaya dan teman perjalanan parenting para orang tua agar bisa memberikan keamanan yang anak-anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, serta mampu mewujudkan impiannya.









and then