Apakah Mama salah satu orang yang ‘akrab dengan vertigo atau memiliki vertigo kambuhan? Ya, gejala dengan sensasi pusing hingga membuat Anda merasa ‘berputar’ ini memang cukup umum terjadi, terutama pada perempuan. Sebenarnya apa penyebab vertigo kerap terjadi pada perempuan? Simak penjelasannya di artikel berikut yuk, Mam.
Apa Itu Vertigo?
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, vertigo adalah sensasi berputar-putar di sekitar Anda. Vertigo bisa membuat Anda merasa pusing dan kehilangan keseimbangan. Nammun, vertigo ini sebenarnya bukan penyakit, melainkan merupakan gejala dari berbagai kondisi kesehatan yang muncul bersamaan dengan gejala lainnya.
Gejala lain yang mungkin Anda alami saat mengalami vertigo, meliputi:
- Mual dan muntah.
- Pusing.
- Gangguan keseimbangan.
- Kehilangan pendengaran pada salah satu atau kedua telinga.
- Tinitus (telinga berdenging).
- Sakit kepala parah.
- Mabuk perjalanan.
- Perasaan penuh di telinga.
- Nistagmus atau kondisi yang menyebabkan mata bergerak dari satu sisi ke sisi lain dengan cepat dan tak terkendali.
Perbedaan Vertigo dengan Pusing Biasa
Jika Mama tidak pernah mengalami sebelumnya, mungkin Anda akan agak bingung menentukan apakah gejala yang Anda alami vertigo atau pusing biasa.
Vertigo berbeda dengan pusing. Gejala pusing biasa berarti Anda merasa ringan, lemah, atau goyah saat berdiri. Sementara, vertigo adalah sensasi berputar, kehilangan keseimbangan, dan sekaligus pusing.
Penyebabnya pun beragam. Pusing dapat disebabkan oleh penurunan tekanan darah, obat-obatan yang Anda konsumsi, masalah penglihatan, atau kondisi kesehatan mental. Sedangkan vertigo terjadi akibat kondisi seperti migrain, cedera kepala, penyakit Meniere, dan pergerakan kristal di telinga bagian dalam yang menjaga keseimbangan Anda.
Jenis Vertigo
Vertigo memiliki dua tipe utama: perifer dan sentral. Perbedaan antara kedua jenis ini terletak pada penyebabnya.
- Vertigo perifer. Ini adalah jenis vertigo yang paling umum. Vertigo terjadi karena masalah pada telinga bagian dalam atau saraf vestibular di otak. Struktur ini membantu Anda menjaga keseimbangan. Salah satu penyebab vertigo perifer adalah vertigo posisional paroksismal jinak (BPPV) — suatu gangguan telinga bagian dalam. BPPV menyebabkan vertigo ketika Anda menggerakkan kepala dengan cara tertentu, misalnya memiringkannya ke belakang.
- Vertigo sentral. Jenis vertigo yang kurang umum ini disebabkan oleh masalah di otak, seperti stroke atau infeksi. Vertigo ini menyebabkan gejala yang lebih parah, seperti kesulitan berjalan.
Benarkah Perempuan Lebih Rentan Terkena Vertigo?
Bagi banyak orang terutama perempuan, vertigo mungkin merupak gejala yang tak asing. Padahal, gejala yang dirasakan cukup berbahaya dan melemahkan. Dan ternyata tak sedikit orang yang mengalami vertigo di beberapa titik dalam hidup mereka.
Dr Blair Schmaus dari klinik Perawatan Tulang Belakang Simetri di Canada mengatakan, meskipun vertigo dapat memengaruhi berbagai macam individu, para ahli percaya bahwa perempuan mengalami serangan vertigo lebih sering dan lebih parah, daripada pria.
Para ahli menganggap fluktuasi hormon pada perempuan, terutama bagi mereka yang mendekati usia menopause atau menuju menopause, sebagai salah satu alasan utama perempuan menjadi lebih rentan terhadap vertigo.
Saat seorang perempuan mendekati masa menopause, tubuhnya mengalami serangkaian perubahan. Masa menopause juga merupakan masa ketika tubuh perempuan mulai memproduksi lebih sedikit estrogen, hormon yang membantu beberapa proses, termasuk:
- Pengaturan tekanan darah.
- Pengaturan kadar kolesterol dalam darah.
- Perlindungan degradasi tulang dan tulang rawan.
- Modulasi aktivitas atau fungsi otak.
Selama masa pra menopause, ketika estrogen perlahan-lahan menipis, perempuan dapat menjadi lebih rentan terhadap serangan vertigo. Tahap ini juga dapat menyebabkan efek yang lebih buruk pada tubuh karena perubahan-perubahan yang telah disebutkan sebelumnya.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine juga menyebutkan bahwa belum sepenuhnya dipahami mengapa perempuan pascamenopause menunjukkan prevalensi BPPV atau Benign Paroxysmal Positional Vertigo yang lebih tinggi. Namun, pada masa menopause, penurunan ER yang cepat, terutama ERα, akibat penurunan estrogen yang tiba-tiba dapat menyebabkan gangguan metabolisme otokonial, yang dapat meningkatkan prevalensi BPPV. Khususnya, perubahan hormonal, estrogen eksternal, dan paparan kehamilan yang hanya dialami oleh perempuan.
Penyebab dan Faktor Risiko Vertigo pada Perempuan
Kondisi ini paling sering terjadi ketika ada masalah pada telinga bagian dalam. Namun, Anda juga bisa mengalaminya jika memiliki kondisi yang memengaruhi otak, seperti tumor atau stroke. Berikut penyebab vertigo yang sering terjadi pada perempuan:
-
- Vertigo posisional paroksismal jinak atau Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Gangguan telinga bagian dalam ini terjadi ketika partikel kalsium kecil (kanalit) terlepas dari lokasi normalnya dan terkumpul di telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam mengirimkan sinyal ke otak tentang gerakan kepala dan tubuh Anda untuk membantu Anda menjaga keseimbangan. BPPV dapat terjadi tanpa alasan dan dapat memburuk seiring bertambahnya usia.
- Penyakit Meniere. Gangguan telinga bagian dalam ini dapat disebabkan oleh penumpukan cairan dan perubahan tekanan di telinga. Penyakit ini dapat menyebabkan episode vertigo disertai telinga berdenging (tinitus) dan gangguan pendengaran.
- Neuritis vestibular atau labirinitis. Masalah telinga bagian dalam ini biasanya terkait dengan infeksi virus seperti cacar air, campak, atau hepatitis. Infeksi ini menyebabkan peradangan pada saraf yang membantu otak menjaga keseimbangan Anda.
- Gejala stres dan kecemasan. Pusing dan sensasi berputar bisa menjadi gejala stres dan kecemasan. Area otak yang sama mungkin terlibat dalam menghasilkan perasaan cemas dan pusing. Stres juga merupakan faktor risiko labirinitis, penyebab vertigo.
- Usia. Penuaan dapat menjadi salah satu faktor risiko paling signifikan untuk terjadinya vertigo. Ketika seorang perempuan bertambah usia, bagian-bagian tubuh, termasuk sistem vestibular, mulai mengalami kerusakan atau malfungsi. Sistem ini terdiri dari sekelompok organ di dalam telinga bagian dalam yang membantu otak merasakan gerakan dan perubahan keseimbangan.
- Riwayat trauma leher. Leher Anda adalah bagian sensitif yang menampung akar saraf dan batang otak. Karena lokasi dan fungsinya, leher menjadi sangat rentan terhadap pergeseran susunan tulang atau subluksasi. Selain itu, leher cukup fleksibel untuk membantu Anda melihat ke berbagai arah, dan fungsi ini secara bertahap dapat mengubah ketidaksejajaran tulang leher, terutama saat tekanan diberikan.
- Masalah kesehatan lainnya. Vertigo juga dapat terjadi karena beberapa hal lainnya, meliputi masalah otak seperti stroke atau tumor; efek obat-obatan tertentu, termasuk beberapa antibiotik, obat jantung, dan obat antiinflamasi; migrain; infeksi telinga; dehidrasi; irama jantung tidak teratur; operasi telinga; masalah tekanan darah; diabetes; serta Otosklerosis, pertumbuhan tulang abnormal di telinga tengah.
Cara Menangani Vertigo
Pengobatan vertigo bergantung pada penyebabnya. Dalam banyak kasus, vertigo dapat sembuh tanpa pengobatan. Hal ini karena otak Anda mampu beradaptasi, setidaknya sebagian, terhadap perubahan di telinga bagian dalam, dengan mengandalkan proses tubuh lainnya untuk menjaga keseimbangan.
Jika gejala lebih parah, ada beberapa pilihan pengobatan yang diperlukan, seperti:
-
- Rehabilitasi Vestibular. Jenis terapi fisik yang bertujuan untuk membantu memperkuat sistem vestibular. Sistem ini mengirimkan sinyal ke otak tentang gerakan kepala dan tubuh Anda. Dokter mungkin merekomendasikan rehabilitasi vestibular jika Anda mengalami serangan vertigo berulang.
- Operasi. Beberapa kondisi yang menyebabkan vertigo memerlukan pembedahan untuk mengatasinya. Misalnya, pembedahan dapat dilakukan untuk mengangkat neuroma akustik jika memengaruhi fungsi telinga bagian dalam.
- Obat vertigo. Obat seperti meclizine (Antivert, Bonine) atau dimenhydrinate (Dramamine) dapat meredakan gejala vertigo seperti mual dan pusing. Jika infeksi atau peradangan adalah penyebab vertigo, Anda mungkin memerlukan steroid untuk mengurangi pembengkakan atau antibiotik untuk menghilangkan infeksi. Untuk penyakit Meniere, diuretik (pil air) akan mengurangi tekanan akibat penumpukan cairan.
- Manuver Epley. Prosedur ini mengeluarkan kristal kalsium kecil yang disebut kanalit dari saluran telinga bagian dalam Anda menggunakan serangkaian gerakan kepala.
Tips Mengendalikan Vertigo di Rumah

Mama mungkin tidak dapat menghentikan vertigo, tetapi Anda dapat meredakan gejalanya di rumah dengan beberapa tips berikut.
- Minum lebih banyak air putih. Dehidrasi dapat memperparah vertigo.
- Kendalikan stres. Lakukan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi untuk menenangkan kecemasan yang bisa memengaruhi keseimbangan Anda.
- Batasi kafein, alkohol, garam, dan asap rokok. Zat-zat ini dapat memperparah vertigo.
- Berbaringlah di ruangan yang gelap dan tenang. Ini dapat membantu meredakan sensasi berputar.
- Bergeraklah perlahan. Berjalanlah, bangun dari tempat tidur, dan putar kepala Anda perlahan untuk mencegah pusing. Duduk atau berbaringlah segera setelah Anda mulai merasa pusing.
- Jangan membungkuk saat mengangkat sesuatu.
Vertigo adalah gejala yang rentan dialami perempuan. Dengan penanganan yang tepat dan sesuai dengan penyebabnya, maka vertigo bisa dikendalikan. Selain itu, manajemen kooperatif antara ahli neurotologi dan ahli endokrinologi juga penting sebagai fokus gangguan neurotologis, termasuk BPPV, pada perempuan. Semoga informasi berikut bermanfaat ya Mam, dan vertigo Anda mereda.
Content Writer Parentsquads










and then