Bercerai Meski Tidak Ada Masalah, Kok Bisa?

suami istri bercerai

Umumnya pasangan suami istri bercerai karena dilatarbelakangi masalah: kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), suami atau istri selingkuh, ekonomi yang buruk, belum dikaruniai anak, dan lainnya. Namun belakangan viral, pasangan suami-istri yang memutuskan bercerai meski tidak ada masalah.  Kenapa begitu?

Video Viral Suami Istri Bercerai Meski Tidak Ada Masalah

Belakangan viral di media sosial, pasangan suami istri (pasutri) yang memutuskan bercerai setelah 12 tahun menikah. Apa pasal? Tidak ada masalah, kata mereka. Selama menikah pasutri ini dikenal sebagai pasangan yang harmonis dan kompak. Bahkan diakui, mereka sudah tidak bertengkar selama beberapa tahun.

Suatu malam, si istri memutuskan tidur di kamar berbeda. Alasannya, malam itu ia ingin sekali, semalam saja, tidur nyaman tanpa harus terganggu dengan suara dengkuran suami. Rasa nyaman itu ternyata bikin ketagihan, hingga malam berikutnya si istri kembali tidur di kamar lain, kebetulan juga sang suami tidak keberatan. 

Tidak terasa, mereka sudah pisah kamar selama 3 tahun.

Read More

Tak hanya tidak tidur sekamar lagi, percakapan di antara mereka berangsur hambar. Topik pembicaraan mereka pun hanya sebatas membahas menu makan di hari itu, siapa yang akan menjemput anak sekolah/les, informasi dari mengenai jadwal dinas luar kota, atau siapa yang harus membayar listrik dan internet. Intinya, isi percakapan sebatas kebutuhan dasar sehari-hari. 

Puncaknya, saat sedang makan malam bersama, anak mereka yang masih berusia 7 tahun bertanya, “Bunda sama Ayah itu temenan, ya?” 

Kaget dengan pertanyaan anak, si istri berusaha keras menelan makanan yang ada di mulutnya, lalu perlahan masuk ke dalam kamar dan menangis. Sementara suaminya bertahan di kursinya dengan wajah yang kaku. 

Akhirnya, jelang tidur di malam itu, mereka memutuskan untuk bicara empat mata. Bisa dibilang, itulah komunikasi terdalam mereka setelah 5 tahun. Keduanya saling terbuka, mencurahkan segala perasaan yang selama ini tersimpan rapat. Mereka mengaku masih saling sayang, tidak ada PIL atau juga WIL, tapi kemudian sepakat bercerai meski tidak ada masalah. 

Mengapa Bercerai Meski Tidak Ada Masalah?

Umumkah hal ini terjadi pada pasutri? Parentsquads mewawancarai Psikolog Klinis Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi“Wah, kalau udah gak sekamar 3 tahun mah udah masalah besar, sih. Kalau dalam psikologi, ada banyak kemungkinan yang sejujurnya agak sulit dibahas dalam bahasa yang sederhana secara singkat. Soalnya ini akan sangat tergantung dari kondisi pasangan,” ujar psikolog yang akrab disapa Nina ini.

Namun demikian, Nina berusaha menjelaskan kemungkinan yang terjadi pada pasutri di atas. “Bisa aja yang dialami adalah burnout dalam relasi, atau ada masalah lain dalam relasi, atau ada masalah individu yang kemudian berpengaruh dalam relasi, atau juga bisa apapun. Untuk memahami apa yang terjadi, perlu ada pemeriksaan dulu dari psikolog klinis, biasanya psikolog klinis yang menangani pasangan/keluarga.”

Nina mengatakan, ada beberapa istilah yang lebih populer yang menggambarkan ini. 

1. Growing Apart

Pasangan secara bertahap saling menjauh dari satu sama lain secara emosional, walaupun tidak ada masalah besar yang tampak. Misalnya suami/istri lebih suka meluangkan waktu dengan anak-anak dibandingkan berduaan dengan pasangannya. 

2. Empty Marriage

Pasangan tetap mempertahankan perkawinan secara formal, namun sebetulnya sudah tidak ada kedekatan emosional lagi, bahkan ada yang sampai tidak merasa nyaman lagi berdekatan dengan pasangannya. 

3. Marriage of Convenience

Perkawinan dipertahankan karena alasan praktis, misalnya karena anak, status, atau keuangan, tapi bukan karena cinta atau kenyamanan satu sama lain. “Sebetulnya ini semua sangat mungkin terjadi pada suami istri, karena secara alamiah kita memang akan bertumbuh dan berkembang sesuai dengan jalur masing-masing,” kata Nina.

Contohnya, setelah punya anak, seorang istri merasa tubuhnya jadi gemuk, lalu jadi semangat olahraga. Sementara suaminya pada saat tersebut masih malas olahraga, dan memilih tidur-tiduran saja. 

“Jika mereka membiarkan perbedaan ini terus terjadi tanpa adanya usaha mendekatkan diri, ini bisa growing apart dan kemudian jadi merasa semakin jauh. Oleh karena itu, memang perlu punya usaha-usaha untuk membuat perkawinan jadi tetap menyenangkan dan menenangkan.” 

Ternyata Ada Banyak Kasus Serupa

suami istri bercerai, perceraian

Membaca komentar-komentar netizen pada video viral tersebut, ternyata ada banyak istri dan suami yang mengaku sudah mati rasa terhadap pasangannya. Bahkan ada yang mengaku sudah pisah kamar dengan pasangannya selama 4, 10 hingga 15 tahun. Umumnya, apa penyebab hal ini terjadi?

“Seringkali karena ada permasalahan yang tidak disadari, atau tidak bisa menyelesaikannya dan kemudian dibiarkan. Dibiarkan ini bisa karena takut bertengkar, atau karena malas bertengkar,” terang Nina. 

Bisa juga karena tidak punya kemampuan untuk mengatasi konflik. Kata Nina, keterampilan mengatasi konflik ini seharusnya sudah dikuasai sejak sebelum menikah, tapi banyak pasutri yang tidak melakukannya. “Beberapa orang sebenarnya punya masalah kesehatan mental, tapi tidak disadari, dianggap biasa, dan jadi tidak mencari bantuan atau takut mencari bantuan. 

Pasutri pada video viral tersebut juga mengaku sudah tidak bertengkar lebih dari 5 tahun. Bukankah ‘tidak bertengkar’ itu tanda pernikahan baik-baik saja, lantas mengapa memilih bercerai meski tidak ada masalah. 

Ternyata sebaliknya, kata Nina, pasutri yang tidak pernah bertengkar itu pernikahannya tidak baik-baik saja. “Pernikahan yang sehat itu adalah yang sesekali bertengkar, tapi bisa menyelesaikannya. Setelah pertengkaran terjadi dan selesai, pasangan pada pernikahan sehat bisa semakin mengenal satu sama lain dan seringkali kembali saling cinta atau bahkan semakin cinta,” Nina menerangkan. 

“Pada pernikahan yang sehat, pasangan saling nyaman untuk mengomunikasikan apapun, atau setidaknya sebagian besar masalah, karena yakin bahwa pasangannya akan bisa merespon dengan cara yang baik. Jadi bukan menahan diri terus atau terus mengalah, atau mencari siapa yang salah, karena saling berusaha sama-sama menang,” tambahnya lagi.

Solusi Selain Bercerai

Menurut Nina, apapun masalahnya, pernikahan yang sehat itu sangat bisa diusahakan. Berdasarkan pengalaman Nina sebagai psikolog, kondisi pernikahan seperti pasutri pada video justru memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki pernikahan. 

“Yang penting mereka perlu saling jujur dulu apa yang membuat mereka saling tidak nyaman satu sama lain, dan merespon ketidaknyamanan tersebut dengan tenang. Mereka perlu saling mengusahakan untuk mencari titik temu sehingga keduanya sama-sama menang, bukan mencari siapa yang salah atau kalah,” terang Nina. 

“Jika sulit melakukannya, maka carilah bantuan. Bisa bantuan dari keluarga, sahabat, teman, ataupun profesional. Jangan menyerah.” 

Tips Agar Tidak Mati Rasa Terhadap Pasangan

Berikut ini tips dari Nina agar tidak mati rasa terhadap pasangan dan menjadikan perceraian sebagai solusinya:

  • Berlatihlah untuk saling mendengarkan, dan saling bisa mengomunikasikan pikiran dengan menghormati diri dan menghormati pasangan. 
  • Fokuslah pada apa yang jadi masalah, tidak mengungkit masalah yang sudah berlalu. 
  • Usahakan mencari solusi, sepakati solusi yang akan dilakukan, dan berkomitmen terhadap kesepakatan tersebut. 
  • Usahakan mencari kegiatan yang sama-sama disukai, sesederhana apapun itu. Kalau tidak ada, usahakan merasa nyaman pada kegiatan yang disukai pasangan, dan sebaliknya pasangan juga berusaha nyaman pada kegiatan yang kita sukai. “Cobalah untuk saling berusaha,” kata Nina. 
  • Selalu ada waktu untuk beraktivitas bersama atau berkomunikasi. Tidak harus banyak atau lama, namun usahakan tiap hari ada.
  • Ingat dan syukuri hal-hal positif yang terjadi selama perkawinan, jangan hanya membesarkan hal negatifnya. 
  • Jika sulit dan masih mati rasa, cari bantuan profesional.  

Jadi begitu ya, suami istri bercerai meski tidak ada masalah bukanlah solusi. Seperti kata Nina, “Cobalah untuk saling berusaha memperbaiki pernikahan Anda.” 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirty four + = forty one