Kenapa Anak Lebih Suka Bermain dengan Ayah? Ini 6 Alasannya!

bermain dengan ayah
Foto: Daniel Gonzalez Photographer

Pernahkah Mama bertanya-tanya mengapa kebanyakan anak lebih suka bermain dengan ayah daripada ibu mereka? Meskipun kedua orang tua harus sama-sama berperan dalam pengasuhan dan merawat anak-anak, faktanya sebagian besar anak-anak menganggap sosok ayah lebih menyenangkan daripada ibu. Benar nggak, nih? Simak alasan mengapa anak lebih suka bermain bersama ayah dalam ulasan berikut ini. 

Alasan Anak Lebih Suka Bermain dengan Ayah daripada Ibu

Sesekali, coba tanyakan kepada si kecil, dengan siapa mereka lebih senang bermain bersama, Mama atau Papa? Mungkin, kebanyakan anak akan menjawab lebih menikmati kebersamaan saat bermain dengan ayah mereka daripada ibu. Mengapa demikian?

Eits, jangan kecewa dulu nih, Mam. Ternyata, hal ini ada alasannya, seperti berikut. 

1. Perbedaan Peran dan Tugas Antara Ayah dan Ibu

Alasan pertama yang mungkin bisa membuat anak lebih suka bermain dengan Papa daripada Mama adalah karena perbedaan peran dan tugas yang mereka lakukan sebagai orang tua.

Read More

Umumnya, seorang ibu memikul tanggung jawab lebih besar untuk mempraktikkan dan mengajarkan kebiasaan baik kepada anak-anak mereka di rumah. Hal ini yang seringkali mengharuskan mereka menjadi orang tua yang lebih tegas. Di sisi lain, sosok ayah lebih santai dalam hal mengasuh anak. 

Selain itu, para ibu juga memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk mengurus rumah. Mulai dari mempersiapkan menu harian, persiapan sekolah anak, hingga memastikan urusan rumah tangga lainnya berjalan dengan baik. Hal ini kerap membuat Mama kesulitan untuk fokus saat bermain dengan anak. 

“Sebagai ibu, tanggung jawab dan rutinitas kita sehari-hari sudah banyak, terlebih ada detail-detail yang harus kita pikirkan tiap harinya. Hal tersebut, membuat para ibu membentuk mode controlling atau mengendalikan (semua keadaan). Dan (seringkali) ibu itu sulit melepaskan tension juga pikiran-pikiran itu saat bermain bersama anak. Jadi, badan kita ada di situ sama anak, tapi fokus dan pikiran kita ke mana-mana. Hati kita pun kemana-mana,” jelas Rahmasari Muhammad, B.A (Hons), M.Si., Filial Play Practitioner, Parent & Family Coach Ruang Tumbuh dalam sesi IG Live bersama Parentsquads beberapa waktu lalu. 

Ia menambahkan, anak-anak juga bisa merasakan tension yang Mama rasakan ketika bersama anak. Hal tersebutlah yang mungkin membuat anak-anak kurang enjoy saat bermain bersama mamanya. “Jadi, anak akan melihat kalau ibunya nggak fokus dan nggak menemani dia secara utuh saat itu. Karena vibrasinya kan sampai, anak bisa merasakannya. Jadi, bukan karena nggak seru. Lebih karena kita sulit untuk melepaskan beban-beban pikiran kita, sulit untuk fokus pada apa yang terjadi di depan kita saat bermain bersama anak,” lanjut Rahmasari. 

2. Ayah Lebih Humoris dan Santai

Sosok ayah biasanya suka melontarkan lelucon dan menertawakan setiap tingkah lucu anak-anaknya. Meskipun Mama juga lucu dan suka berbagi tawa, namun mereka sering kali sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, berbelanja bahan makanan dan lainnya, sehingga memiliki lebih sedikit waktu untuk beristirahat dan menikmati momen tersebut. 

Karena Papa lebih sering hadir untuk berbagi tawa lepas saat lelucon paling ‘garing’ sekalipun, Papa dianggap lebih menyenangkan dan santai daripada Mama.

3. Ayah Lebih Terlibat dalam Permainan Fisik

Meskipun Mama juga senang menghabiskan waktu bermain dengan anak-anak, tetapi aktivitas mereka biasanya lebih sederhana, seperti permainan papan, teka-teki, kerajinan tangan, dan permainan edukatif lainnya. 

Meskipun anak-anak menikmati waktu bermain dengan mamanya, namun mereka tetap lebih senang bermain dengan Papa mereka karena, seperti halnya anak-anak, Papa juga suka bermain yang melibatkan permainan fisik dan ‘kasar’. Bagi mereka, melempar anak-anak ke udara, menjatuhkannya kasur, dan perang bantal sama menyenangkannya dengan anak-anak. Karena itulah Papa dianggap sebagai partner bermain terbaik. 

4. Para Ayah Lebih Sering Melakukan Aktivitas Santai

Jika tanggung jawab melakukan tugas sehari-hari seperti memasak untuk keluarga, mencuci piring, dan memeriksa pekerjaan rumah dibebankan kepada Mama, artinya ia hanya punya sedikit waktu untuk melakukan aktivitas santai bersama anak-anak. 

Namun, ketika para ayah mendapat giliran mengurus anak-anak, mereka sering kali mengajak anak-anak melakukan aktivitas santai seperti menonton televisi, membeli mainan baru, atau mengajak anak-anak ke taman bermain favorit. 

Apalagi, para ibu biasanya bertanggung jawab untuk memeriksa hal-hal kedisiplinan, seperti waktu bermain gadget, waktu bermain di taman, dan lainnya. Hal ini pada akhirnya menjadikan Papa sebagai orang tua yang fun. 

5. Bermain Bersama Ayah Seperti Bermain dengan Teman

Yup! Para Ayah senang berperilaku seperti anak-anak saat bersama anak-anak mereka, sehingga mereka bertindak lebih seperti teman daripada pengasuh. Sifat ini membantu Papa lebih mudah berbaur dengan anak dan menikmati aktivitas bersama. 

Karena bermain dengan Papa mirip seperti bermain dengan teman, anak-anak merasa ayah mereka lebih menyenangkan daripada ibu mereka.

6. Para Ayah Membiarkan Anak-anak Bermain Sesuka Mereka

Anak-anak suka bermain. Dan permainan itu bisa jadi membuat berantakan, kotor, dan terkadang bahkan berisiko. 

Dengan para ayah, anak-anak seringkali memiliki kebebasan untuk bermain sesuka mereka. Para ayah lebih berani mengambil risiko dan tidak keberatan anak-anak mereka mengambil sedikit risiko saat bermain. Mereka mendorong anak-anak untuk mengatasi tantangan dan ketakutan, yang membantu dalam pengaturan emosi yang lebih baik pada anak-anak.

Sedangkan, para ibu biasanya berharap anak-anak bermain dengan rapi dan membersihkannya setelah selesai. Para ibu biasanya cenderung tidak nyaman melihat anak-anak mereka berantakan. Di sisi lain, para ayah tidak keberatan rumah menjadi kotor selama anak bersenang-senang.

Bermain Bersama Ayah Bisa Meningkatkan Pengendalian Diri Anak

bermain dengan ayah, ayah bermain bola dengan anak
Foto: Vasyl Dolmatov/Getty Images Pro

Tidak perlu berkecil hati, Mam. Di balik favoritisme si kecil terhadap ayahnya, ternyata juga ada manfaat luar biasa di dalamnya. 

Studi yang dilakukan oleh akademisi di Fakultas Pendidikan, Universitas Cambridge dan Yayasan LEGO mengumpulkan bukti-bukti terpisah dari 40 tahun terakhir untuk memahami lebih lanjut tentang bagaimana ayah bermain dengan anak-anak mereka ketika usia anak masih sangat kecil (usia 0 hingga 3 tahun). 

Meskipun terdapat banyak kesamaan antara ayah dan ibu secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa ayah lebih banyak terlibat dalam permainan fisik, bahkan dengan anak-anak yang paling kecil. Ternyata, hal ini tampaknya membantu anak-anak belajar mengendalikan perasaan mereka. Hal ini juga dapat membantu mereka lebih baik dalam mengatur perilaku mereka sendiri di kemudian hari, saat mereka memasuki lingkungan di mana keterampilan tersebut penting, terutama di lingkungan sekolah.

Selain itu, anak-anak yang menikmati waktu bermain berkualitas tinggi dengan ayah mereka cenderung tidak menunjukkan hiperaktivitas, atau masalah emosional dan perilaku. Mereka juga tampak lebih baik dalam mengendalikan agresi mereka, dan lebih kecil kemungkinannya untuk menyerang anak-anak lain saat terjadi perselisihan di sekolah. 

Alasannya mungkin karena permainan fisik yang disukai para ayah sangat cocok untuk mengembangkan keterampilan ini.

Nah, sekarang sudah nggak bingung lagi kan, Mam? Itulah alasan mengapa anak lebih suka bermain dengan ayah. Bagaimana pun, peran kedua orang tua sama-sama penting dalam kehidupan seorang anak. Memang benar tak ada yang bisa menggantikan cinta, kasih sayang, dan perhatian seorang ibu, tetapi ayah juga memainkan peran penting dalam kehidupan seorang anak dengan gaya pengasuhan yang berbeda dari ibu. Semoga bermanfaat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine × one =