Masih kecil kok sudah bau badan? Pernah tidak, MamPap merasa anak kita kok bau banget ya, badannya? Bau badan pada anak balita memang sering kali bikin khawatir. Meski lebih umum terjadi pada remaja atau dewasa, bau badan anak kecil ternyata bisa terjadi karena beberapa faktor tertentu.
Nah, apakah bau badan anak balita ini normal? Dan bagaimana cara mencegahnya?
Apakah Bau Badan Anak Itu Normal?
Dilansir dari momjunction, bau badan atau bromhidrosis pada anak balita sebenarnya cukup jarang terjadi. Hal ini terjadi karena kelenjar keringat pada balita belum berkembang sepenuhnya sehingga mereka tidak menghasilkan banyak asam lemak yang memicu bakteri penyebab bau badan. Namun, jika MamPap mencium aroma yang kurang sedap pada tubuh si kecil, hal itu tidak selalu menandakan masalah serius. Jadi tidak perlu khawatir berlebihan ya!
Namun dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, bau badan pada anak balita bisa menjadi tanda adanya infeksi, gangguan metabolisme, atau kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, jika bau badan anak terasa sangat menyengat dan tidak membaik meskipun sudah menjaga kebersihan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Penyebab Bau Badan Anak
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bau badan pada anak balita, di antaranya:
1. Infeksi Bakteri
Bakteri yang berkembang di area lembab seperti ketiak, leher, atau sela-sela jari kaki bisa memicu bau badan tidak sedap. Hal ini bisa terjadi jika si kecil tidak rutin mandi atau sering berkeringat.
2. Jenis Makanan
Beberapa makanan tertentu seperti bawang putih, bawang merah, makanan pedas, hingga produk susu non-organik bisa memengaruhi aroma tubuh anak. Makanan tersebut mengandung senyawa yang dikeluarkan melalui keringat, sehingga menimbulkan bau yang kurang sedap.
3. Keringat Berlebih (Hiperhidrosis)
Pada beberapa anak, kelenjar keringat bisa lebih aktif dari biasanya, kondisi ini dikenal sebagai hiperhidrosis. Keringat berlebih bisa menjadi pemicu bau badan yang lebih kuat pada anak balita.
4. Kondisi Medis yang Langka
Gangguan metabolisme tertentu seperti sindrom bau ikan, fenilketonuria, atau hipermetioninemia juga bisa menyebabkan bau badan yang khas pada balita. Meski kondisi ini jarang terjadi, Mama Papa tetap perlu waspada jika bau badan si kecil terasa tidak biasa.
Cara Mencegah Bau Badan Anak yang Tepat

Untuk mencegah bau badan pada anak balita, MamPap bisa melakukan beberapa langkah berikut:
1. Jaga Kebersihan Tubuh Anak
Jangan lupa mandikan anak secara rutin minimal dua kali sehari, terutama setelah anak banyak berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan. Gunakan sabun dengan formula lembut yang aman untuk kulit anak agar tidak menimbulkan iritasi. Bersihkan gigi anak setiap hari dan ajarkan anak cara menggosok gigi yang benar.
Potong kuku anak dan bersihkan mata serta telinga anak juga secara rutin. Ini akan membuat anak nyaman dan lebih bersih bebas kuman berbahaya.
2. Pilih Pakaian yang Tepat
Pastikan anak mengenakan pakaian berbahan katun yang mampu menyerap keringat dengan baik. Hindari pakaian berbahan sintetis yang bisa memerangkap panas dan keringat. Termasuk memilih kaus kaki ya, langsung cuci kaus kaki setelah keluar rumah.
3. Ajarkan Kebiasaan Bersih
Biasakan anak untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah bermain, atau setelah beraktivitas di luar rumah. Kebiasaan ini tidak hanya mencegah bau badan, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Begitu pula, Mama Papa wajib cuci tangan dengan sabun juga sebelum menyentuh anak ya!
4. Ganti Pakaian Secara Rutin
Gantilah pakaian anak setiap kali terasa lembab atau setelah beraktivitas berat. Jangan lupa mengganti popok (diapers) secara berkala agar area tubuh si kecil tetap bersih dan nyaman.
5. Cuci Perlengkapan Tidur dan Mainan Anak Secara Berkala
Peralatan tidur seperti selimut, bantal, dan boneka kesayangan anak bisa menjadi sarang bakteri jika jarang dicuci. Cucilah perlengkapan tersebut secara rutin untuk mencegah bau tidak sedap menempel pada tubuh anak.
Pengobatan Bau Badan Anak yang Berlebih
Jika bau badan anak tidak kunjung membaik meskipun sudah menjaga kebersihan dengan baik, MamPap bisa mempertimbangkan langkah berikut:
1. Konsultasi dengan Dokter
Jika bau badan anak terasa sangat menyengat dan berlanjut cukup lama, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dokter akan membantu mencari tahu penyebab pasti dari bau badan tersebut dan memberikan penanganan yang tepat.
2. Perhatikan Pola Makan Anak
Jika penyebab bau badan adalah makanan tertentu, berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk menyesuaikan pola makan si kecil. Hindari makanan yang memicu bau badan berlebih seperti bawang putih, bawang merah, atau makanan berlemak tinggi.
Bagaimana? Masih khawatir tidak dengan bau badan anak? Tenang ya, MamPap bisa membantu si kecil tumbuh sehat tanpa khawatir dengan masalah bau badan. Yang pasti jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan memperhatikan pola makan anak. Karena itu adalah kunci utama untuk mencegah bau badan pada anak balita.
Mommy 5R yang suka kucing dan nonton drama










and then