Sakumini Luncurkan Pasta Gigi Anak, Intip Kandungan dan Manfaatnya

Sakumini baru saja meluncurkan produk terbaru, Sakumini Kids Toothpaste, MamPap. Dengan kandungan utama Hydroxyapatite, produk ini aman digunakan si kecil sejak mulai tumbuh gigi.

MamPap pastinya sudah tahu pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Namun, apakah MamPap sudah memahami cara membersihkan gigi dan tips memilih produk yang tepat untuk kesehatan gigi si kecil?

”Menjaga kesehatan gigi dan mulut wajib dilakukan sejak dini, bahkan sebelum gigi si kecil tumbuh. Pastikan caranya benar supaya tidak timbul berbagai masalah di kemudian hari,” ujar drg. Ifania, MKM di acara talkshow eksklusif peluncuran Sakumini Kids Toothpaste pada 26 Juli 2025 di AEON Mall Sentul.

sakumini kids toothpaste

Read More

Tahap Pertumbuhan Gigi Susu

Sebelum mengetahui tips merawat gigi si kecil sejak dini, sebaiknya MamPap cek dulu berbagai tahapan pertumbuhan gigi susu yang bisa dijadikan acuan. Sebetulnya, gigi si kecil sudah ada dalam gusi sejak dalam kandungan. Namun, baru sekitar usia 3 bulan, terjadi peningkatan air liur karena si kecil memasuki fase oral.

Di usia 6 bulan, umumnya gigi seri akan muncul, MamPap. Berikut beberapa tahapannya.

  • Gigi seri pertama

Atas: Usia 8–12 bulan

Bawah: Usia 6–10 bulan

  • Gigi seri kedua

Atas: Usia 9–13 bulan

Bawah: Usia 10–16 bulan

  • Gigi geraham pertama

Atas: Usia 13–19 bulan

Bawah: Usia 14–18 bulan

  • Gigi taring

Atas: Usia 16–22 bulan

Bawah: Usia 17–23 bulan

  • Gigi geraham kedua

Atas: Usia 25–33 bulan

Bawah: Usia 23–31 bulan

“Meski demikian, setiap anak memiliki kondisi yang berbeda, jadi MamPap tak perlu khawatir bila pertumbuhan gigi si kecil berbeda dari yang lain, ya. Yang terpenting adalah terus memantau pertumbuhan gigi anak dan melakukan perawatan tepat sesuai usianya,” ujar drg Ifania.

Kenali Berbagai Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Menurut drg. Ifania ada berbagai masalah gigi yang umum dialami anak di Indonesia. Hal ini tentunya perlu diperhatikan MamPap, mengingat ada banyak efek samping dari masalah gigi dan mulut anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Beberapa masalah yang patut diwaspadai antara lain:

  • Karies gigi

Karies itu gigi berlubang. Biasanya terjadi karena penumpukan plak adalah  kerusakan pada lapisan gigi secara bertahap. Kondisi ini bisa disebabkan karena kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, hingga banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang manis. Jika tak segera diatasi, ukurannya bisa melebar hingga memengaruhi lapisan gigi yang lebih dalam lagi.

  • Penumpukan plak dan tartar

Plak bisa terbentuk karena banyak mengonsumsi pati serta gula, kumpulan bakteri, ditambah pembersihan gigi yang kurang maksimal. Plak yang menempel bisa mengeras, hingga menjadi karang gigi yang lebih sulit dihilangkan.

  • Gingivitis

Penyakit gusi ini biasanya memang tidak berbahaya. Meski demikian, jika tidak ditindaklanjuti bisa menyebabkan periodontitis dan gigi si kecil menjadi tanggal. Kondisinya bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, pembengkakan, dan pendarahan pada bagian gusi di sekitar pangkal gigi. 

  • Maloklusi

Kondisi ini terjadi saat posisi rahang atas dan bawah tidak sejajar. Pada kondisi yang tidak parah, maloklusi tidak berbahaya sehingga tidak begitu memerlukan perawatan khusus.

Di luar faktor estetika, kondisi maloklusi yang parah bisa menyebabkan penyakit gusi, erosi gigi, serta berbagai masalah kesehatan mulut lainnya. Pastikan MamPap berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendiagnosisnya.

  • Gigi sensitif

Gigi si kecil lebih sensitif hingga kerap merasakan nyeri? Hal ini bisa disebabkan karena berbagai faktor. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain gigi berlubang yang tak diatasi dengan baik, terlalu banyak mengonsumsi gula, retakan pada gigi, maupun infeksi sinus.

Selain itu, area mulut dan gigi si kecil pun bisa lebih sensitif saat tumbuhnya gigi baru.

  • Gigi susu tanggal terlalu dini atau terlambat

Hal ini bisa disebabkan karena beberapa faktor, mulai dari kecelakaan atau trauma tertentu, mengalami penyakit gusi, hingga efek dari penyakit tertentu. MamPap perlu berkonsultasi dengan dokter, sebab kondisi ini bisa saja menyebabkan gangguan pada gigi permanen si kecil nantinya.

Waspadai Dampak Karies pada Anak

“Karies jadi masalah gigi yang banyak dialami anak. Penyebab karies itu karena sisa makanan yang tidak dibersihkan menyeluruh, sehingga bisa menyebabkan plak, ini akan membentuk asam karena diubah oleh bakteri yang ada di mulut,” ungkap drg. Ifania.

Saat si kecil mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, pastinya ia menjadi tidak nyaman hingga bisa mengganggu aktivitas dan istirahatnya. Tumbuh kembang pun bisa terganggu jika kondisi ini terus dialami.

Studi di 2022 mengungkapkan, karies juga bisa menyebabkan beban sosial, kesehatan, dan ekonomi yang cukup besar. Ditemukan pula hubungan antara penyakit karies gigi dan infeksi saluran pernapasan pada anak usia dini.

Berawal dari Kebiasaan yang Baik

Menurut drg. Ifania, berbagai masalah gigi di atas bisa dicegah dengan mempraktikkan kebiasaan baik sejak dini.

“Pastikan untuk membersihkan rongga mulut dengan sikat gigi minimal 2 kali sehari. Waktu yang dianjurkan adalah setelah sarapan untuk memberikan perlindungan lebih lama sebelum waktu makan selanjutnya serta sebelum tidur.

Selain itu, pastikan si kecil tidak banyak mengonsumsi makanan manis. Jangan lupa juga untuk periksakan gigi anak ke dokter minimal 6 bulan sekali,” ujarnya.

Ketahui Cara Menyikat Gigi yang Benar

Selain membiasakan sikat gigi, MamPap juga sebaiknya mengetahui berbagai tips menyikat gigi yang benar. Nah, dokter Ifania punya beberapa tipsnya berikut ini.

  • Pilih sikat gigi yang tepat

Pastikan memilih sikat gigi yang sesuai dengan usia anak dan memerhatikan fitur yang penting, seperti kehalusan bulu sikat. Jika si kecil usianya masih bayi dan belum tumbuh gigi, MamPap bisa mulai membersihkan lidah, mulut, dan gusi dengan kasa bersih.

  • Hindari memaksa anak

Kemungkinan trauma menyikat gigi bisa saja dialami, terutama jika usia anak masih kecil. Pastikan tetap mengenalkannya dengan cara yang menyenangkan, sambil membiarkan ia bereksplorasi.

“Buat anak yang masih kecil, MamPap bisa membantunya menyikat gigi sambil dipangku dan diarahkan,” ungkap drg. Ifania.

  • Gunakan pasta gigi yang aman untuk anak

Untuk memastikan, MamPap bisa memeriksa kandungan produk pasta gigi untuk si kecil.

Hydroxyapatite menjadi salah satu bahan utama yang baik untuk menjaga kesehatan gigi. “Bahan Hydroxyapatite ini pun kerap digunakan untuk pasta gigi khusus gigi sensitif pada orang dewasa, jadi aman dan direkomendasikan untuk anak hingga dewasa,” ujar drg. Ifania.

  • Menggosok gigi secara merata

“Pastikan menggosok gigi secara keseluruhan dari bawah ke arah atas (mahkota gigi), jangan lupakan bagian dalam gigi dan sela-selanya, buat gerakan memutar yang lembut supaya kotoran bisa dibersihkan dengan maksimal,” ujar drg. Ifania.

Sakumini Luncurkan Pasta Gigi Aman untuk Anak

sakumini

Dikenal akan berbagai produk berkualitas untuk ibu dan anak, Sakumini baru saja meluncurkan produk baru Sakumini Kids Toothpaste.

Dengan bahan utama Hydroxyapatite yang aman karena merupakan mineral alami, sama seperti komposisi gigi. Kandungannya pun food grade sehingga aman jika tertelan oleh si kecil yang belum bisa berkumur dengan baik.

“Kandungan Hydroxyapatite ini lebih aman dan alami, bisa menyatu langsung dan memperbaiki email gigi yang rusak secara alami,” ujar drg. Ifania.

Di samping itu, kandungan ini bisa menjaga dan menjadi perlindungan untuk caries awal. Pasta gigi ini juga bebas kandungan SLS yang lebih lembut untuk rongga mulut dan gigi si kecil yang masih sensitif.

Pasta gigi ini juga mengandung Calendula Extract untuk menenangkan gusi karena sifat anti-inflamasi atau mencegah peradangan. Jangan khawatir MamPap, pasta gigi ini dilengkapi Xylitol, bahan pemanis yang aman karena tidak bisa diubah menjadi asam oleh bakteri.

“Produk pasta gigi ini bisa digunakan mulai usia 6 bulan dan tidak ada batasan usia maksimal, karena bahannya alami dan aman, tetapi tetap efektif membersihkan,” ujar Yeni Novitasari, perwakilan dari brand Sakumini.

Sakumini kids toothpaste hadir dengan dua varian rasa yang disukai si kecil, yakni Orange dan Tutti Frutti. Si kecil jadi makin semangat menyikat gigi.

Selain pasta gigi, Sakumini juga sudah memiliki beragam produk lain untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut buah hati.”Sakumini telah menyediakan mulai dari 0 bulan, sampai sudah giginya. ” ujar Yeni lagi

Yeni mengungkapkan sejak usia bayi, MamPap bisa melakukan pembersihan oral dengan produk kasa yang bisa dipakai di jari atau disposable cloths. Produk dikemas dengan sachet jadi lebih higienis dan nyaman dibawa bepergian.

“Ada juga beberapa jenis sikat gigi untuk berbagai usia. Sikat giginya didesain lembut, anti tersedak, dan terdapat suction yang anti slip,” pungkas Yeni.

Sikat gigi Sakumini bisa jadi pilihan buat si kecil. Sakit gigi ini memiliki bulu sikat super halus yang bisa membersihkan gigi si kecil sampai ke sela-sela, tanpa bikin gusi iritasi. Ada penyekat pengaman juga, jadi sikatnya tidak akan masuk terlalu dalam ke mulut anak. Gagangnya didesain ergonomis, anti-slip, dan bisa berdiri sendiri, praktis buat rutinitas sikat gigi anak.

Nah, saatnya merawat gigi si kecil dengan yang aman. MamPap bisa mendapatkan pasta gigi dan sikat gigi Sakumini di official store di e-commerce Shopee dan Tokopedia!

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 47 = fifty seven