Mainan anak yang berserakan di berbagai sudut rumah seringkali menjadi pemandangan sehari-hari bagi MamPap. Namun selain membuat rumah berantakan, kondisi ini juga memengaruhi kenyamanan. Berikut cara merapikan mainan anak yang bisa MamPap terapkan di rumah.
Pentingnya Merapikan Mainan Anak
Ruangan yang berantakan dan penuh barang memang bisa memengaruhi mood dan suasana hati. Bahkan, dalam metode Kondo yang menilai barang-barang dan melepaskan hal yang tidak lagi bermanfaat bagi kita, hal ini bisa membangkitkan kegembiraan dan harga diri.
Selain itu, terlalu banyak mainan membuat lebih sulit untuk menjaga ruang tetap terorganisir, itulah sebabnya merapikan barang-barang, terutama mainan anak yang tidak terpakai secara teratur itu penting.
Menurut pakar penataan Carrie Ypma, barang-barang mainan yang tersusun rapi membantu dan meningkatkan waktu bermain anak-anak dan membuat rumah lebih damai dan menyenangkan.
Ia juga merekomendasikan untuk melibatkan anak-anak Anda dalam proses merapikan untuk membantu mereka berlatih membuat keputusan, mengatur barang-barang mereka, dan mempelajari pentingnya memberi dan berbagi dengan orang lain ketika mereka merelakan barang-barang yang sudah tidak terpakai.
Merapikan mainan bukan sekadar soal kerapian, tetapi juga kesempatan emas untuk mengajarkan anak tanggung jawab, kemandirian, dan kebiasaan baik sejak dini. Melalui cara yang tepat dan menyenangkan, MamPap dapat membantu anak belajar merapikan mainannya sendiri tanpa paksaan.
Cara Merapikan dan Mengatur Mainan Anak
Selama bertahun-tahun, mainan anak bisa menumpuk di rumah. Itulah sebabnya, penting untuk selalu menjaga kerapian dan pengaturan mainan. Jika keranjang mainan anak-anak terasa sudah penuh, mungkin sudah saatnya untuk menyortir dan merapikannya.
Bingung harus mulai dari mana? Ikuti langkah-langkah sederhana ini tentang cara merapikan mainan anak dan menjaganya tetap rapi.
1. Amati Penggunaan Mainan
Sebelum mulai membuang mainan ke tempat daur ulang atau tempat donasi, perhatikan bagaimana anak-anak Anda menggunakan mainan mereka saat ini. Apakah ada mainan tertentu yang digunakan setiap hari dan mainan lain yang terlupakan di bagian belakang lemari? Jika mainan tidak digunakan, apakah karena rusak atau membutuhkan baterai baru?
Setelah sekitar seminggu mengamati, Anda akan memiliki gambaran tentang mainan mana yang tidak ingin dibuang anak-anak Anda, dan mainan mana yang tidak lagi dibutuhkan.
2. Kumpulkan Semua Mainan
Selanjutnya, kumpulkan semua mainan di rumah Anda menjadi satu tumpukan besar untuk diperiksa. Ini akan membantu Anda melacak berapa banyak mainan yang dimiliki di rumah.
3. Pilah Mainan Berdasarkan Kategori
Pilah mainan ke dalam kategori berdasarkan penggunaan dan tujuan. Ini akan membantu Anda memvisualisasikan berapa banyak mainan dari setiap kategori dan apakah jumlahnya berlebihan atau tidak. Berikut beberapa contoh kategori:
- Boneka binatang dan boneka-boneka lainnya.
- Barang-barang art (krayon, stiker, perlengkapan seni, dll.).
- Mainan konstruksi (balok, LEGO, dll.)
- Permainan lainnya (permainan papan, permainan video, dll.)
- Mainan bayi (mainan kerincingan, mainan sensorik, dll.)
- Buku-buku
4. Bersihkan Berdasarkan Kategori
Setelah mainan dipilah, periksa setiap kategori dan tentukan mainan mana yang akan Anda buang dan mana yang akan disimpan. Cobalah melibatkan anak-anak dalam proses ini untuk mengajari mereka tentang melepaskan dan memberitahu mereka bahwa mainan mereka yang tidak terpakai mungkin bisa bermanfaat bagi anak-anak lain yang membutuhkan.
Anda juga dapat menetapkan batasan dalam setiap kategori. Misalnya, hanya 10 boneka yang disisakan, atau hanya satu set balok bangunan.
Setelah menentukan mana yang akan Anda simpan di setiap kategori, periksa tumpukan yang akan dilepaskan, dan tentukan mainan mana yang harus disumbangkan, dijual, didaur ulang, atau dibuang.
5. Mengatur Ulang dan Menyimpan
Saatnya mengatur ulang mainan yang tersisa yang Anda dan anak-anak Anda putuskan untuk disimpan. Pisahkan mainan berdasarkan kategori, lalu tempatkan mainan dari setiap kategori ke tempat khusus, seperti keranjang, kotak, atau rak yang mudah dijangkau.
Wadah transparan juga sangat membantu untuk memungkinkan Anda dan anak-anak melihat dengan apa yang ada di dalamnya.
Ypma juga merekomendasikan untuk membuat zona di dalam kamar tidur atau ruang bermain anak Anda, seperti pojok baca atau pojok seni, untuk mendorong penggunaan ruang yang berbeda untuk berbagai jenis permainan.
Cara Menjaga Mainan Tetap Terorganisir
Membersihkan barang-barang yang tidak perlu bukanlah hal yang mudah, tetapi inilah bagian yang sulit, yaitu mempertahankan sistem pengorganisasian mainan baru. Jaga agar penyimpanan mainan anak tetap rapi dan terkendali dengan kiat-kiat berikut:
- Bangun sistem pengorganisasian berdasarkan gaya hidup Anda: Amati bagaimana anak-anak bermain dengan mainan tertentu dan atur mainan tersebut berdasarkan penggunaannya. Misalnya, memiliki keranjang untuk mainan di ruang keluarga dan kamar tidur anak Anda.
- Ubah kebiasaan belanja maninan: Batasi diri Anda hanya pada satu atau dua mainan baru untuk setiap ulang tahun anak.
- Donasikan satu mainan untuk setiap pembelian baru: Untuk menjaga jumlah barang yang wajar dan tidak menumpuk di rumah, terapkan kebijakan “satu masuk, satu keluar”. Untuk setiap mainan baru yang dibeli atau diterima, relakan salah satu mainan lama anak Anda untuk disumbangkan.
Demikian cara merapikan mainan anak yang bisa MamPap terapkan di rumah. Semoga membantu.
Content Writer Parentsquads











and then